ADVERTISEMENT

Jalur Rempah Nusantara akan Didaftarkan ke UNESCO, Ini Alasannya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 09 Jun 2022 19:03 WIB
Sejumlah Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) berada di atas KRI Dewaruci di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (24/3/2022).  Kedatangan Taruna AAL Tingkat I Angkatan ke-70 tahun 2022 bersama KRI Surabaya dan KRI Dewaruci tersebut dalam rangka latihan praktek (Lattek) Pelayaran Prajalasesya dengan rute Surabaya-Palu-Makassar-Surabaya. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/hp..
Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/Jalur Rempah Nusantara akan Didaftarkan ke UNESCO, Ini Alasannya
Jakarta -

Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar Muhibah Budaya Jalur Rempah mulai 1 Juni 2022 hingga 2 Juli 2022. Kegiatan ini akan mengarungi lintas samudra menyusuri enam titik Jalur Rempah, yaitu Surabaya, Makassar, Bau Bau-Buton, Ternate-Tidore, Banda, dan Kupang.

Pelayaran tersebut dijalankan menggunakan kapal latih TNI Angkatan Laut, Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci.

Tujuan Muhibah Budaya Jalur Rempah

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Dr. Restu Gunawan, M.Hum. mengatakan bahwa latar belakang program Muhibah Budaya ini penting untuk merawat sejarah.

"Kita ingin merevitalisasi bahwa nenek moyang kita itu seorang pelaut dan negeri maritim yang luas. Kita diberikan anugerah dari Tuhan, laut yang sangat luas. Ini adalah potensi dan peluang untuk kita semua," ucapnya dalam acara Silaturahmi Merdeka Belajar via Youtube Kemdikbud RI, Kamis (9/6/2022).

Restu mengatakan program ini juga sejalan dengan program Presiden Jokowi sebagai poros maritim dunia. Oleh karena itu, program ini juga mengajak seluruh komponen agar tahu seperti apa poros maritim dunia.

"Mengubah paradigma berpikir cukup penting. Kemendikbud ada di wilayah mengubah paradigma berpikir. Salah satu kendaraan untuk mengubah paradigma itu adalah dengan sejarah rempah-rempah," jelasnya.

Peran Rempah-rempah dalam Peradaban

Alasan rempah-rempah menjadi warisan budaya penting juga karena perannya dalam peradaban dunia.

Restu mencontohkan peran rempah-rempah sebelum kolonial datang, baik dalam bentuk pengetahuan tradisional, pengobatan, kuliner, fashion, kesenian dan sebagainya.

"Rempah-rempah menjadi komoditi sejak awal masehi dulu. Ini bisa digunakan tak hanya sebagai komoditas tapi juga sebagai komoditas budaya karena berkaitan dengan peradaban. Gara-gara rempah-rempah, Spanyol dan Portugis membagi dunia menjadi dua yakni Barat dan Timur. Dan itu hanya ada di Indonesia," paparnya.

Dengan pentingnya peran jalur rempah-rempah, Kemdikbudristek membuat Muhibah Budaya Jalur Rempah yang sudah dimulai sejak 2017.

"Jadi tahun 2024 kita akan mengusulkan jalur rempah sebagai warisan budaya dunia. Kita punya potensi yang tidak kalah dengan China dalam aspek kebudayaannya," ungkapnya.

Mengajak Anak Muda dari 34 Provinsi

Dalam program ini, Kemendikbudristek juga mengajak anak-anak muda dari 34 provinsi untuk bergabung menjadi peserta program atau disebut Laskar Rempah tahun 2022.

Total jumlah peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah setiap koridor pelayaran sebanyak 134 orang (126 laki-laki dan 8 perempuan), yang terdiri dari awak TNI AL KRI Dewaruci (80 orang), perwakilan provinsi (42 orang), pendamping/mentor (6 orang), dan media (6 orang).

"Calon peserta harus menulis dengan sejarah maritim atau tentang kemaritiman. Kalau dipilih ya setidaknya harus paham. Kemudian harus persiapan fisik," tutur Restu.

Dalam rekrutmen tersebut, Kemendikbudristek juga mengajak budayawan, akademisi, Pemda, hingga TNI. Hal ini karena proyek Muhibah Budaya adalah proyek gotong royong untuk membangun ekosistem kemajuan kebudayaan bersama-sama.

Kategori Peserta Terpilih

Sementara itu, salah satu Laskar Rempah Tahun 2022 terpilih yakni Ana Ainina mengatakan untuk menjadi peserta awalnya harus menulis esai. Selain itu, ada juga persyaratan keaktifan organisasi yang dilihat.

"Nanti dilihat esai mengenai kebudayaan, kemajuan kebudayaan yang berhubungan dengan jalur rempah. Kemudian dipersiapkan CV, apakah aktif organisasi dan sebagainya," jelasnya.

Terkait program ini, Ana juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan yang baik untuk menjalin komunikasi dengan teman-teman terpilih dari berbagai provinsi.

"Terlebih lagi jalur rempah akan didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda yang terdaftar di UNESCO. Saya ingin menjadi salah satu pemuda pemudi Indonesia yang berkontribusi untuk kegiatan ini," ucapnya.

Ana berharap bahwa ke depan akan ada lebih banyak kerja sama untuk memajukan kebudayaan seperti jalur rempah ini.

"Harapan ke depannya, ingin memiliki banyak kerja sama dengan teman-teman Laskar Rempah, bekerja sama dengan komunitas di daerah untuk memajukan jalur rempah," tuturnya.



Simak Video "Warga Lokal di IKN Bakal Diberi Pelatihan, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia