Gendang Berasal dari Daerah Mana? Siswa Perlu Tahu Sejarahnya Nih

Anisa Rizki - detikEdu
Minggu, 29 Mei 2022 11:00 WIB
Ilustrasi gendang
Gendang. Foto: Getty Images/iStockphoto/Andhy Turatea
Jakarta -

Gendang berasal dari daerah mana? Pertanyaan ini kerap muncul. Terlebih, di tiap daerah mesti memiliki gendang sebagai salah satu alat musik tradisionalnya.

Namun, alat musik gendang mulai dikenal sejak abad pertengahan yaitu 9 masehi. Alat musik tradisional ini awal mulanya terkenal di Pulau Jawa.

Dalam buku Inovasi Pembelajaran Musik karya Tim PGSD, penyebutan gendang berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan tiap nama menunjukkan adanya perbedaan dari bentuk, ukuran serta bahan yang digunakan.

Keberagaman gendang tersebut dibuktikan dari adanya relief di candi-candi, diantaranya adalah:

- Candi Borobudur, pada candi ini dapat ditemui lukisan gendang dengan bentuk silindris langsing, tong asimetris serta bentuk kerucut.

- Candi Siwa di Prambanan, pada pagar langkan candi, terdapat gendang yang ditempatkan di bawah perut dengan menggunakan semacam tali.

- Candi Tegawangi, pada candi ini terdapat relief seseorang yang tengah membawa gendang dengan bentuk silindris dan tali yang dikalungkan.

- Candi Panataran, terdapat relief gendang yang digambarkan hanya menggunakan selaput satu sisi. Selain itu, gendang tersebut ditabuh dengan menggunakan pemukul berujung bulat.

Gendang merupakan alat musik dengan jenis membranofon, artinya terbuat dari kulit. Keberadaan gendang dipercaya telah muncul pada zaman kebudayaan logam prasejarah di Indonesia atau biasa disebut zaman perunggu.

Manusia di peradaban awal memiliki kebiasaan memukul mukul benda disekitarnya sebagai ekspresi rasa gembira mereka. Biasanya usai mendapatkan hasil berburu, mereka akan melakukan hal tersebut.

Gendang tertua sendiri ditemukan dari masa neolitikum. Bentuknya sangat sederhana dengan sepotong batang kayu berongga yang ujungnya ditutup kulit reptil atau ikan.

Alat tersebut dibunyikan dengan cara ditepuk. Lalu pada masa peradaban selanjutnya, muncul lah gendang atau drum kayu dengan kulit binatang, bahkan terdapat stik pukul.

Adapun nama nama gendang di tiap daerah berbeda beda. Penyebutannya sendiri tidak selalu gendang, ada juga yang menyebutnya kendang.

Mengutip dari buku Ensiklopedi Alat Musik Tradisional yang disusun oleh R. Toto Sugiarto dkk, berikut merupakan nama nama gendang dari tiap tiap daerah.

1. Marwas

Marwas merupakan gendang tepuk yang dimainkan bersama gambus serta rebana dalam pertunjukan marawis. Marwas berasal dari Gorontalo.

Alat musik tradisional ini mulai dikenal masyarakat Gorontalo usai Islam masuk dan menyebar di Sulawesi.

2. Gendang Panjang

Gendang panjang terbuat dari rotan, kayu serta kulit binatang. Gendang https://www.detik.com/tag/gendang yang satu ini berasal dari Bengkulu.

Bentuknya sendiri yaitu silindris dengan kepala ganda. Biasanya gendang panjang dimainkan pada upacara bimbang gendang di pernikahan adat Bengkulu.

3. Gendang/Kendang

Kendang atau kendhang ini adalah instrumen gamelan dari Jawa Tengah dan Jawa Barat. Fungsinya sendiri sebagai pengatur irama.

Alat musik tradisional ini dibunyikan dengan tangan dan tidak menggunakan alat bantu. Gendang ini banyak dimainkan oleh pemain gamelan profesional yang sudah lama menyelami budaya Jawa.

Cara memainkannya sendiri sesuai dengan naluri pemain gendang. Sehingga, apabila dimainkan oleh satu orang dengan orang lain maka akan berbeda.

4. Gandang Dayak/Gandang

Gandang dayak merupakan gendang khas suku dayak Kalimantan Tengah. Cara memainkan gandang dayak yaitu dengan ditepuk menggunakan telapak tangan pada bagian membrannya yang terbuat dari kulit hewan.

Agar tak merenggang, biasanya membran kulit hewan pada gendang ini dikuatkan oleh tali rotan yang dipasak. Gandang dayak dimainkan dalam beberapa acara adat seperti upacara tiwah, bantang, wara, atau penyambutan tamu.

5. Gedombak

Gedombak merupakan gendang dari Riau. Cara memainkannya yaitu dengan dipukul.

Alat musik ini terbuat dari kayu, kulit binatang serta rotan. Gedombak biasanya mengiringi teater mak yong yang populer di daerah Riau.

6. Gendang Nobat

Gendang nobat merupakan salah satu alat musik tradisional Melayu. Nobat berasal dari kata Persia yang artinya "nau" yang berarti sembilan dan "bat" yang berarti alat musik.

Gendang nobat dianggap sakral dan lagu lagunya tidak boleh dimainkan sembarangan. Bahkan, para pemain gendang ini berasal dari keluarga khusus yang ditunjuk ataupun kerajaan.

7. Gendang Silat

Gendang silat berasal dari Riau dan digunakan sebagai pengatur irama dalam mengiringi lagu. Gendang ini terbuat dari kayu, rotan, kulit binatang dan berkepala ganda.





Simak Video "Mengenal Jegog, Seni Musik Tradisional Jembrana Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia