ADVERTISEMENT

Mengenal Paludarium dan Aquascape, Serupa Tapi Tak Sama

Anisa Rizki - detikEdu
Minggu, 29 Mei 2022 09:00 WIB
Ilustrasi tanaman aquascape
Ilustrasi tanaman aquascape. Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrey Nikitin
Jakarta -

Tren paludarium menjadi perbincangan akhir-akhir ini bagi kalangan pecinta aquarium. Paludarium dapat digolongkan sebagai hobi yang peminatnya beragam, mulai dari anak muda hingga orang tua.

Paludarium adalah variasi vivarium yang unik karena mengombinasikan unsur darat dan air, lalu ditempatkan pada satu wadah ataupun ruangan tertutup. Hobi ini bertujuan memberikan estetika, khususnya di dalam rumah.

Berdasarkan Buku Pintar Memilih dan Merawat Arwana yang disusun oleh PT Arwana Indonesia, paludarium kerap digunakan pada bisnis arwana. Tren paludarium yakni menempatkan beberapa arwana pada satu akuarium berukuran besar.

Tujuannya sendiri selain menambah kesan estetika, dengan adanya tren paludarium ini dapat mengirit ruangan dan mempermudah perawatan. Tapi perlu diperhatikan, hobi yang satu ini harus menyediakan beberapa akuarium tunggal.

Fungsinya sebagai tempat karantina ikan yang baru saja dibeli sebelum dicampurkan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari ikan dalam paludarium tertular penyakit.

Mengutip dari Aquair, paludarium berasal dari bahasa latin yaitu palus yang artinya rawa-rawa dan arium yang berarti wadah. Paludarium lebih berfokus pada habitat rawa.

Lantas, apa bedanya paludarium dengan aquascape?

Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan pemandangan di bawah permukaan air dalam akuarium untuk mempercantiknya. Namun, yang membedakan adalah habitat yang dibuat.

Aquascape lebih menekankan pada seni dalam menata komponen batu, karang, pasir, kayu serta tanaman air dalam akuarium. Sementara itu, paludarium berfokus pada habitat rawa dan lebih menghemat ruang.

Aquascape dipopulerkan di Indonesia sekitar tahun 1993 oleh Bapak Benny, salah seorang pemilik akuarium terkemuka di Jakarta. Hal ini sebagaimana dikutip dalam buku Aquascape Pesona Taman dalam Akuarium oleh Taufik Widjaja.

Membuat aquascape harus cermat karena tidak hanya soal kualitas air dan akuarium, namun juga menyangkut komponen lain di dalamnya. Maksud dari komponen itu diantaranya kebutuhan suhu, cahaya, media dan sumber makanan bagi makhluk hidup di dalamnya.

Mengutip dari detikFinance, hobi aquascape juga dapat dijadikan peluang bisnis dan mampu meraup untung puluhan juta rupiah. Seperti kisah Wendy Kurniawan yang menekuni hobi ini sejak tahun 2008.

Wendy menuturkan, dengan modal awal Rp 50 juta, ia bersama kawannya Dody dan Ewin berhasil membangun satu toko aquascape. Omzet per minggunya mencapai RP 20-40 juta.

Nah, itulah penjelasan terkait paludarium dan aquascape beserta perbedaan antara keduanya. Tertarik untuk mencoba hobi yang satu ini?



Simak Video "Aksi Ikan Mas Dilatih 'Nyetir' Robot Akuarium di Israel"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/kri)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia