Rukun Iman Ada 6, Ini Penjelasan Dalilnya Secara Berurutan

Rahma Harbani - detikEdu
Minggu, 29 Mei 2022 06:00 WIB
Reading Al Quran in the mosque
Ilustrasi. Rukun iman ada 6, apa saja? (iStock)
Jakarta -

Rukun iman ada 6 sesuai dengan keterangan dari firman Allah surah An Nisa ayat 136. Ayat tersebut menjelaskan kewajiban muslim untuk mengimani keberadaan 6 rukun iman. Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan kepada kitab (Al Quran) yang Allah turunkan kepada RasulNya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya,"

Berdasarkan ayat di atas, 6 rukun iman yang dimaksud adalah iman kepada Allah SWT, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, serta qada' dan qadar. Keenam rukun iman ini wajib diyakini dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari seperti dikutip dari buku Rukun Iman karya Hudarrohman.

Rukun Iman Ada 6 Beserta Dalilnya Secara Berurutan

1. Iman Kepada Allah SWT

Rukun iman yang paling utama dan pertama adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah itu ada (wujud). Artinya, setiap muslim wajib mempercayaiNya walaupun belum pernah melihat wujudNya, mendengar suaraNya, bahkan menyentuhNya.

Menurut Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza'iri dalam Kitab Minhajul Muslim melalui surah Al-Anbiya' ayat 22, Allah SWT menegaskan bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah di langit dan bumi selain Dia.

لَوْ كَانَ فِيهِمَآ ءَالِهَةٌ إِلَّا ٱللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

Artinya: "Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, niscaya hancurlah keduanya. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan."

2. Iman Kepada Malaikat

Beriman kepada malaikat maknanya mengimani wujud dan penciptaanya, mengimani 10 malaikat dan tugasnya yang diketahui, sekaligus mengimani sifat-sifatnya. Utamanya, sifat malaikat sebagai makhluk Allah SWT yang senantiasa tunduk dan patuh padaNya.

Allah SWT mengisyaratkan keberadaan malaikat dalam surah Al Anbiya ayat 19,

(19) وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ
(20) يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

Artinya: "Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang,"

3. Iman Kepada Kitab

Rukun iman ada 6. Selanjutnya yang ketiga adalah iman kepada kitab-kitabNya. Hal ini dimaknai dengan meyakini dan mempercayai keberadaan kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah SWT.

Meski Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat muslim, Allah SWT memerintahkan umatnya untuk mengimani keberadaan kitab lain sebelumnya seperti, Taurat, Zabur, dan Injil. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 3,

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ

Artinya: "Dia (Allah) menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,"

4. Iman Kepada Rasul

Keberadaan rasul sebagai utusan Allah SWT di muka bumi ini bertujuan untuk memberikan perinatan dan kabar kepada manusia. Untuk itulah, iman kepada rasul berarti mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah benar-benar mengutus rasulNya.

Keberadaan para rasul Allah SWT dibuktikan dalam surah Ar Ra'd ayat 38 yang berbunyi,

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ اَزْوَاجًا وَّذُرِّيَّةً ۗوَمَا كَانَ لِرَسُوْلٍ اَنْ يَّأْتِيَ بِاٰيَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗلِكُلِّ اَجَلٍ كِتَابٌ

Artinya: "Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu bukti (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Untuk setiap masa ada Kitab (tertentu),"

5. Iman Kepada Hari Akhir

Iman kepada hari akhir atau hari kiamat artinya meyakini dan mempercayai bahwa hari itu pasti akan datang. Pada hari itu alam semesta beserta seluruh isinya akan hancur dan manusia akan dibangkitkan dari kuburnya untuk dimintai pertanggungjawaban.

Meski demikian, kedatangan hari akhir hanya diketahui oleh Allah SWT. Sebagaimana termaktub dalam surah Al A'raf ayat 187,

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya: "Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

6. Iman Kepada Qada dan Qadar

Qadha adalah ketetapan Allah SWT sejak sebelum penciptaan alam semesta (zaman azali). Sedangkan qadar adalah perwujudan ketetapan Allah SWT (qadha) yang sering disebut takdir.

Qadha adalah rencana dan qadar adalah perwujudan atau kenyataan, yang hubungan keduanya tak mungkin dipisahkan. Adanya qada dan qadar dijelaskan dalam Al Quran surat Al Ahzab ayat 38,

مَّا كَانَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ مِنْ حَرَجٍ فِيمَا فَرَضَ ٱللَّهُ لَهُۥ ۖ سُنَّةَ ٱللَّهِ فِى ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلُ ۚ وَكَانَ أَمْرُ ٱللَّهِ قَدَرًا مَّقْدُورًا

Artinya: "Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnahNya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku."

Rukun iman ada 6. Wujud keimanan yang terakhir ini adalah percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi pada makhlukNya. Meskipun begitu, menurut Sumber Belajar Kemendikbud, manusia tetap harus berusaha dan berikhtiar dalam mencapai sesuatu.



Simak Video "Cuplikan Aksi Ms. Marvel, Superhero Muslim Perdana MCU"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia