Melihat Fasilitas Jemaah Haji 2022 di Mekah dan Madinah

Rahma Harbani - detikEdu
Kamis, 26 Mei 2022 14:45 WIB
Kemenag Tinjau Fasilitas Jemaah Haji di Arab Saudi
Menag Yaqut (baju koko hijau) meninjau lokasi penginapan jemaah haji Indonesia di Mekah, Sabtu (21/5/2022). (Dok. Kemenag)
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) mengaku siap untuk memberi fasilitas bagi jemaah haji 2022 di Mekah dan Madinah. Untuk memastikan kondisi fasilitas yang disediakan, Menag Yaqut Cholil Qoumas pun bertolak ke Arab Saudi selama 5 hari.

"Saya sudah cek semua layanan di Saudi, baik akomodasi, transportasi, katering, serta layanan kesehatan, dan alhamdulillah semua siap," ujar Yaqut, dikutip dari laman Kemenag, Kamis (26/5/2022).

Selama kunjungannya di Arab Saudi, Yaqut mengunjungi fasilitas penginapan, katering, hingga layanan kesehatan di Mekah dan Madinah. Lantas, seperti apa kesiapan fasilitas yang disediakan untuk jemaah haji Indonesia?

Penginapan Terpantau Bersih

Hotel Jiwar al Tsaqifah menjadi salah satu fasilitas penginapan di Madinah yang disediakan Kemenag untuk para jemaah haji Indonesia 2022. Hotel ini terletak di wilayah Markaziyah Gharbiyyah, Madinah, dan hanya berjarak 180 meter dari Masjid Nabawi.

Selain itu, ada Hotel Riyadh Azzahra yang terletak di wilayah Markaziah Syimaliah, Madinah. Lokasi hotel ini juga berada dekat di sekitar Masjid Nabawi berjarak 240 meter.

Pria yang juga kerap disapa Gus Men ini mengaku puas dengan kondisi kedua hotel tersebut. "Sebagian besar jaraknya dekat dengan Masjid Nabawi. Kondisinya juga siap menerima jemaah," tuturnya.

"Saya coba lift hotel juga masih terawat dan terlihat catatan servisnya rutin. Tempat makannya luas dan bersih," lanjut dia.

Kemenag Tinjau Fasilitas Jemaah Haji di Arab SaudiKondisi kamar penginapan untuk jemaah haji Indonesia di Madinah. (Foto: Dok. Kemenag)

Sementara untuk penginapan di Mekah, Yaqut telah meninjau ke lokasi 2 hotel yang akan ditempati oleh jemaah. Keduanya adalah Hotel Al Khulafaa-3 di daerah Syisyah dan Hotel Tharawat Al-Rawda di daerah Raudhah 1.

Yaqut memastikan seluruh kapasitas dan fasilitas hotel sudah sesuai dengan standar kontrak. Termasuk kesiapan kamar mandi, mesin cuci, ketersediaan air minum di setiap lantai, tempat salat, dan tempat makan.

"Saya coba lift hotel, memastikan berfungsi dengan baik, meski dalam dua tahun jarang dipakai," katanya.

Katering dengan Juru Masak Asal Indonesia

Yaqut melakukan peninjauan lokasi di salah satu dari 13 penyedia katering untuk konsumsi jemaah haji Indonesia, yakni Nooha Catering Service. Berdasarkan hasil kunjungannya, tiap dapur katering sudah siap dengan juru masak asal Indonesia.

"Ada juga bahan baku yang diimpor langsung dari Indonesia," katanya.

Menurut Yaqut, sanitasi dapur katering juga terpantau dalam kondisi terjaga. Proses memasak telah menggunakan peralatan yang sesuai dengan standar kesehatan dengan ruang penyimpanan bersih dan bahan baku yang aman.

"Saya juga memastikan kemampuan dapur dalam menyiapkan makanan sebanyak paket dalam kontrak. Serta memastikan skema distribusi dan alat angkut yang akan dipakai," jelas Yaqut.

Fasilitas katering tersebut pun diklaim siap untuk menyajikan layanan konsumsi paling banyak 27 kali dalam rentang sembilan hari di Madinah. Dengan total, jemaah haji mendapat makanan sebanyak 119 kali selama di Tanah Suci.

Kemenag Tinjau Fasilitas Jemaah Haji di Arab SaudiMenag Yaqut (baju batik) tinjau lokasi penyedia katering untuk jemaah haji Indonesia. (Foto: Dok. Kemenag)

Layanan Kesehatan Siap dengan Dokter Spesialis

Meski terakhir digunakan pada 2019, layanan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah disebut Yaqut sudah siap kembali aktif setelah memperbaiki sejumlah fasilitas yang ada. Mulai dari tenaga kesehatan hingga peralatan kesehatan di sana.

"Alhamdulillah, layanan kesehatan di KKHI juga sudah siap, baik dari sisi tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya, maupun fasilitas layanan kesehatan, peralatan, dan obat-obatan," terang dia.

Menurut Yaqut, tenaga medis yang siap melayani jemaah di KKHI terdiri dari dokter umum, dokter gigi, spesialis penyakit dalam, spesialis paru, spesialis jantung, spesialis saraf, spesialis anestesi, spesialis THT, hingga pesialis kesehatan jiwa.

"KKHI juga didukung dengan tenaga kesehatan lainnya seperti tenaga gizi, analis kesehatan, rekam medik, petugas radiologi, surveilans, sanitarian, elektromedik, apoteker, tenaga kefarmasian, dan tenaga administrasi," kata Yaqut.

Adapun fasilitas kesehatan di KKHI, sudah dilengkapi dengan Unit Gawat Darurat (UGD), High Care Unit (HCU), Intensive Care Unit (ICU), rawat inap, dan sarana penunjang lain, misalnya laboratorium, radioaktif, dan USG. KKHI juga diklaim Yaqut menyiapkan 6 mobil ambulans.

KKHI ini juga tersedia di Mekah dan Jeddah berikut dengan sejumlah pos layanan kesehatan lainnya. Sarana tersebut disiapkan untuk memberikan layanan kesehatan secara optimal kepada jemaah.

Akomodasi Berupa Pesawat dan Bus

Jemaah akan mulai masuk asrama haji pada 3 Juni dan pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama dilakukan pada 4 Juni 2022. Untuk keberangkatan dan kepulangan jemaah, Kemenag telah bekerja sama dengan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.

Sementara untuk keperluan ibadah di lokasi, Kemenag menyediakan bus antar kota dan bus shalawat di Terminal Ajyad. "Untuk keperluan ibadah, kami sudah siapkan Bus Shalawat yang akan mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram pergi pulang," tuturnya.

Yaqut juga meminta penyedia layanan transportasi untuk menjaga kondisi AC kendaraan tetap terjaga saat pelaksanaan haji dimulai. Hal ini sesuai dengan perkiraan musim haji yang akan bertepatan dengan musim panas.



Simak Video "Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri Pada 2 Mei 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia