Arti Allah Maha Esa dalam Al-Qur'an dan Asmaul Husna

Anisa Rizki - detikEdu
Selasa, 24 Mei 2022 06:00 WIB
Young Woman Praying. Young Muslim woman praying, indoors. Young Muslim woman in beige hijab and traditional clothes praying for Allah, copy space. Arab Muslim woman praying
Arti dan makna dari Allah maha esa. Foto: Getty Images/iStockphoto/dragana991
Jakarta -

Sebagai seorang muslim, tentu dari kecil kita ditanamkan untuk selalu yakin dan percaya bahwa Allah Maha Esa. Ditinjau dari pengertiannya secara bahasa, menurut KBBI kata "Esa" berarti tunggal atau satu.

Kata "Allah" memiliki arti Tuhan sedangkan "Maha" berarti sangat. Jadi, Allah Maha Esa artinya Allah merupakan Tuhan satu satunya dan tidak ada sekutu baginya.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam rukun iman pertama yaitu, iman kepada Allah. Iman kepada Allah berarti mempercayai bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa dan tiada Tuhan selain dirinya.

Bahkan dalam Al-Qur'an sendiri ditegaskan soal sifat keesaan Allah SWT. Hal tersebut tertuang dalam surat Al-Ikhlas ayat 1 sampai 4.

1. قُلۡ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ
Artinya: Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa.

2. اَللّٰهُ الصَّمَدُ
Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu.

3. لَمۡ يَلِدۡ ۙ وَلَمۡ يُوۡلَدۡ
Artinya: (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

4. وَلَمۡ يَكُنۡ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
Artinya: Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.

Selain surat Al-Ikhlas, soal keesaan Allah SWT juga disebutkan dalam Asmaul Husna yaitu Al-Ahad. Dikutip dari buku Rahasia Keajaiban Asmaul Husna, Al-Ahad disebutkan satu kali dalam Al-Qur'an dan hanya ditujukan kepada Allah SWT.

Makna Al-Ahad berarti Allah Esa Dzat-Nya, Esa sifat-Nya serta Esa juga perbuatan-Nya dan tiada satu pun yang dapat menyamainya. Maksud dari Esa Dzat-Nya berarti Dzat Allah SWT tidak tersusun dari bagian bagian, hal ini dikarenakan sifat tersusun atau yang disebut dengan tarkib merupakan sifat makhluk ciptaan Allah.

Lalu, keesaan Allah dalam sifat-Nya kembali merujuk kepada surat Al-Ikhlas ayat 1 sampai 4. Esa atau tunggal sudah menjadi sifatnya, hanya dia satu satunya Tuhan yang memiliki sifat suci seperti Maha Kuasa (Qudroh), dan sifat sifat lainnya.

Sedangkan keesaan Allah SWT dalam perbuatan-Nya berarti hanya Allah yang dapat memberikan pahala, hukuman serta anugerah kepada hambanya. Keadilan Allah SWT dinilai mutlak, hal ini tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 255.

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.

Demikian penjelasan terkait arti dari Allah Maha Esa. Semoga penjelasan ini dapat menambah keimanan kita dan bermanfaat.



Simak Video "Ilmuwan Ungkap Temuan Menarik Tentang Bintang di Galaksi Bima Sakti"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia