Doa Aqiqah Anak Laki-laki Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Rahma Harbani - detikEdu
Senin, 23 Mei 2022 08:00 WIB
A Muslim woman is laying in a hospital bed. She is holding her newborn baby over her shoulder while he sleeps.
Ilustrasi. Ini bacaan doa aqiqah anak laki-laki sesuai sunnah dari Rasulullah SAW. (Getty Images/FatCamera)
Jakarta -

Doa aqiqah anak laki-laki sesuai sunnah bisa diterapkan melalui bacaan niat aqiqah sebelum menyembelih hewan. Amalan ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan keluarganya saat melaksanakan aqiqah untuk cucu beliau, Hasan dan Husein.

Niat dibaca tepat saat hendak menyembelih hewan aqiqah. Bahkan tetap dianjurkan untuk membaca niat lagi jika niat melakukan aqiqah sudah ada bahkan sejak sebelum adanya hewan yang untuk disembelih sebagaimana disampaikan Imam an Nawawi dalam kitab Al Majmu' Syarh al-Muhadzdzab.

"Disyaratkan harus niat saat menyembelih hewan aqiqah sebagaimana masalah qurban. Jika sudah niat sebelum menyembelih apakah harus niat lagi saat penyembelihan? Pendapat yang ashah adalah harus niat lagi," tulis Imam an Nawawi yang diterjemahkan Muhammad Ajib, Lc., MA.

Doa Aqiqah Anak Laki-laki Sesuai Sunnah

Mengutip buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh Dr. KH. M. Hamdan Rasyid, MA dan Saiful Hadi El-Sutha, bacaan niat aqiqah dapat dibacakan bagi orang tua maupun wali dari sang bayi. Bacaan niat yang dilafalkan Rasulullah SAW untuk cucunya saat hendak menyembelih hewan aqiqah di antaranya sebagai berikut:

.... بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] هَذِهِ عَقِيْقَةُ

Bacaan latin: Bismillâhi wallâhu akbar allahumma minka wa laka hadzihi 'aqiqatu (sebutkan nama bayi yang hendak dilakukan aqiqah)

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, milikmulah hewan aqiqah ini. Inilah aqiqahnya (sebutkan nama bayi yang hendak dilakukan aqiqah),"

Di samping itu, bacaan doa aqiqah anak laki-laki sesuai sunnah lain melalui niatnya yang dapat dilafalkan yakni di antaranya:

... اللهم لك وإليك عقيقة

Bacaan latin: Allahumma laka wailaika 'aqiqatu

Artinya: "Ya Allah, milikMu dan untukMulah aqiqah (nama bayi yang hendak dilakukan aqiqah),"

Aqiqah sendiri didefinisikan sebagai penyembelihan hewan qurban karena kelahiran seorang bayi dalam sebuah keluarga sebagai rasa syukur atas karunia keturunan dari Allah SWT. Anjuran pengerjaannya disebutkan dalam salah satu riwayat dari Samuroh bin Jundub RA, Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Artinya: "Setiap anak yang baru lahir mempunyai tanggungan dengan memenuhi aqiqahnya, yaitu disembelihkan atasnya binatang pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama," (HR Nasa'i, Ibnu Majah, dan Tirmidzi).

Sebab itulah, menurut Syekh Abdullah Nashih Ulwan dalam Tarbiyatul Aulad Fil Islam, mengamalkan doa aqiqah untuk laki-laki dan pelaksanaannya menjadi bagian dari menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS. Ditambah lagi menjadi tebusan utang anak untuk memberi syafaat bagi kedua orang tuanya kelak.

"Imam Ahmad mengatakan: 'Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya)," tulis Syekh Abdullah yang telah diterjemahkan M. Syukron Maksum.

Hikmah melakukan juga disebut sebagai unsur pelindung dari setan pengganggu anak yang baru lahir. Selain itu, aqiqah dengan bacaan doa aqiqah anak laki-laki maupun perempuan yang tepat menjadi wujud pendekatan diri dan syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak.



Simak Video " Hendra 'Ayah Sejuta Anak', Tampung 55 Bayi yang Terbuang"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/kri)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia