Senyawa Organik dan Anorganik dalam Kimia, Apa Perbedaannya?

Anisa Rizki - detikEdu
Minggu, 22 Mei 2022 09:00 WIB
Jadi Garam Andalan Salt Bae, Ini 5 Fakta Menarik Garam Maldon
Garam, salah satu contoh senyawa anorganik. Foto: Getty Images/iStockphoto/Quanthem
Jakarta -

Senyawa organik dan anorganik kerap muncul apabila ada pembahasan terkait zat kimia. Keduanya merupakan molekul yang saling berkaitan satu sama lain.

Senyawa organik dan anorganik dipelajari secara terpisah dalam bidang ilmu. Mengutip buku Kimia Organik I yang disusun oleh Wara Dyah Pita Rengga dan Rr. Dewi Artanti Putri, senyawa organik lebih banyak mempelajari senyawa karbon, sedangkan senyawa anorganik mempelajari senyawa yang tidak memiliki atom karbon.

Senyawa anorganik dapat dibentuk oleh unsur logam dan logam, non logam dan logam, dan lain sebagainya. Namun, karbon dalam senyawa organik memiliki keunikan dibanding unsur-unsur lainnya karena atom-atomnya.

Senyawa Organik

Masih dari sumber yang sama, senyawa organik merupakan senyawa yang penyusun utamanya adalah karbon dan hidrogen. Penerapan senyawa organik ini kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh, pada bentuk padatan ada arang, batu bara, gula dan lemak. Lalu, pada bentuk cairan ada asam cuka, benzena dan etanol.

Adapun, dalam bentuk gas ada yang namanya metana, etana, etena dan etuna. Selain itu, senyawa organik juga dapat dijumpai dalam tubuh manusia, yaitu glukosa dan asam amino.

Senyawa Anorganik

Setelah mengetahui pengertian dan contoh dari senyawa organik, maka kita juga harus mengetahui senyawa anorganik juga. Senyawa anorganik merupakan senyawa pada alam yang pada biasanya akan menyusun material atau benda yang tidak hidup.

Singkatnya, senyawa anorganik tersusun oleh molekul apapun, tidak selalu karbon dan hidrogen. Senyawa anorganik ini banyak ditemukan pada kehidupan sehari-hari juga.

Contohnya nyata dari senyawa anorganik dari bentuk padatan ada garam, kalsium karbonat dan hidroksida, sedangkan pada bentuk cair ada air dan asam sulfat.

Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik

1. Asal

Perbedaan dari senyawa organik dan anorganik yang pertama terletak pada asalnya. Senyawa organik berasal dari makhluk hidup dan hasil fotosintesis.

Lain halnya dengan senyawa anorganik, senyawa anorganik dihasilkan dari sumber daya alam mineral dan bukan dari makhluk hidup.

2. Unsur karbon

Perbedaan selanjutnya antara senyawa organik dan anorganik dapat dilihat pada unsur karbon. Dalam senyawa organik terdapat unsur karbon di dalamnya.

Berbeda dengan senyawa anorganik yang tidak seluruhnya memiliki unsur karbon. Hanya beberapa dan bahkan ada yang tidak memiliki unsur karbon di dalamnya.

3. Sifat terbakar

Perbedaan kali ini terletak pada sifat terbakarnya. Baik senyawa organik dan anorganik memiliki waktu bakar yang berbeda.

Bagi senyawa organik, sifat terbakarnya lebih mudah. Tapi bagi senyawa anorganik, justru sifat terbakarnya cenderung sulit.

4. Titik didih dan titik lebur

Titik didih dan titik lebur pada senyawa organik dan anorganik tentunya berbeda. Keduanya memiliki perbedaan yang sangat berseberangan satu sama lain.

Pada senyawa organik, titik didih dan titik leburnya cenderung sangat rendah. Sebaliknya, pada senyawa anorganik, titik didih dan titik leburnya sangat tinggi.

Itulah definisi senyawa organik dan anorganik beserta perbedaannya. Semoga dapat dipahami dengan mudah ya, detikers!



Simak Video "Fakta-fakta dari Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/kri)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia