Surah An Nisa Ayat 1: Perintah untuk Bertakwa dan Memelihara Kekeluargaan

Kristina - detikEdu
Sabtu, 21 Mei 2022 17:00 WIB
berdoa
Ilustrasi takwa kepada Allah. Foto: Shutterstock
Jakarta -

An Nisa adalah surah ke-3 dalam urutan mushaf Al-Qur'an yang terdiri dari 176 ayat. Dalam surah An Nisa ayat 1 Allah SWT memerintahkan manusia untuk bertakwa kepada-Nya.

Imam As-Suyuthi dalam bukunya Asbabun Nuzul: Sebab-sebab Turunnya Ayat Al-Qur'an menjelaskan, surah An Nisa tergolong surah Madaniyah. Al-Qurtubi mengatakan bahwa ada satu ayat dalam surah ini yang turun di kota Makkah (ayat 58). Namun, menurut riwayat yang berasal dari Aisyah RA, ayat yang dimaksud Al Qurtubi tersebut tergolong Madaniyah.

Surah An-Nisa mengandung sejumlah perintah untuk bertakwa kepada Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat pertama.

Bacaan Surah An Nisa Ayat 1

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا - ١

Artinya: "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu."

Tafsir Surah An Nisa Ayat 1

Dalam Tafsir Al Azhar, Buya Hamka menjelaskan, seruan Tuhan pada surah An Nisa ayat 1 pangkal ayat pertama, "Hai sekalian manusia! Bertakwalah kamu kepada Tuhanmu, yang telah menjadikan kamu dari satu diri" ini, tertuju pada seluruh manusia, tidak pandang negeri atau benua, bangsa atau warna kulit.

Ayat tersebut berisi dua peringatan, yakni supaya bertakwa kepada Allah dan supaya mengerti bahwa manusia di bumi adalah diri yang satu.

"Diperingatkan di sini dua hal, pertama supaya takwa kepada Allah, kedua supaya mengerti, bahwa sekalian manusia ini, di bagian bumi yang manapun mereka berdiam, namun mereka adalah satu belaka," tulis Buya Hamka.

Maksud dari diri yang satu dalam tafsir tersebut adalah Adam, di mana isterinya, Hawa, berasal dari tulang rusuknya. Ibnu Abi Syaibah dan Abd bin Humaid, Ibnu Jarir, Ibnul Mundzir dan Ibnu Abi Hatim menjelaskan, Mujahid memang menafsirkan demikian, bahwa diri yang satu adalah Adam.

Menurut Mujahid, tulang rusuk Adam yang digunakan untuk menciptakan Hawa adalah tulang rusuk kiri yang paling bawah.

Perihal penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam, Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, penciptaan itu terjadi ketika Adam sedang tidur. Saat Adam terbangun, ia kaget setelah melihatnya, lalu keduanya saling jatuh cinta.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Muqatil, telah menceritakan kepada kami Waki', dari Abu Hilal. dari Qatadah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan:

"Wanita diciptakan dari laki-laki, maka keinginan wanita dijadikan terhadap laki-laki; dan laki-laki itu dijadikan dari tanah, maka keinginannya dijadikan terhadap tanah, maka pingitlah wanita-wanita kalian."

Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan:

«إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ»

Artinya: "Sesungguhnya wanita itu dijadikan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Maka jika kamu bertindak untuk meluruskannya. niscaya kamu akan membuatnya patah. Tetapi jika kamu bersenang-senang dengannya, berarti kamu bersenang-senang dengannya, sedangkan padanya terdapat kebengkokan."

Selanjutnya, Allah melanjutkan firman-Nya agar umat manusia bertakwa kepada Allah dan memelihara kekeluargaan. "Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan."

Buya Hamka menjelaskan, lanjutan firman Allah dalam surah An Nisa ayat 1 tersebut memberikan kesadaran kepada manusia, setelah akal manusia itu tumbuh dan mereka hidup bermasyarakat, mereka selalu menyebut Allah atau nama Maha Pencipta yang telah menganugerahi mereka hidup dalam dunia ini.



Simak Video "KuTips: Tips Betah Baca Al-Qur'an Biar Khatam Pas Ramadan!"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia