Mengapa Nabi Ibrahim AS Tidak Menyukai Pekerjaan Ayahnya?

Rahma Harbani - detikEdu
Sabtu, 21 Mei 2022 07:00 WIB
Nabi Ibrahim
Ilustrasi. Mengapa Nabi Ibrahim AS tidak menyukai pekerjaan ayahnya? (llustrasi: Mindra Purnomo)
Jakarta -

Nabi Ibrahim AS diutus oleh Allah SWT untuk menanamkan ajaran tauhid hingga menghapuskan kesesatan di kalangan umatnya dari menyembah berhala. Hal ini pula diketahui menjadi alasan mengapa Nabi Ibrahim tidak menyukai pekerjaan ayahnya.

Nama ayah Nabi Ibrahim sendiri masih diperdebatkan di kalangan para ahli. Ada yang berpendapat ayahnya bernama Azar sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al An'am ayat 74,

۞ وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً ۖ إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar, "Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai Tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."

Ada pula yang mengatakan, nama Azar tersebut diambil dari nama sebuah berhala yang disembah oleh ayah Nabi Ibrahim. Sementara, para ilmuwan nasab lainnya seperti Ibnu Abbas RA mengatakan, ayah Nabi Ibrahim bernama Terah.

Namun yang dapat dipastikan, seperti diceritakan dalam buku Kisah Para Nabi oleh Ibnu Katsir, ayah Nabi Ibrahim bekerja sebagai pembuat berhala dan Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai sosok yang sangat menentang peribadatan dengan berhala. Untuk itulah Nabi Ibrahim tidak menyukai pekerjaan ayahnya.

Pada masa itu, pembuat berhala memang menjadi pekerjaan yang banyak ditekuni oleh penduduk Babilonia, seperti ayah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman dalam surah Al Anbiya ayat 52-53,

(52) إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَٰذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ
(53) قَالُوا وَجَدْنَا آبَاءَنَا لَهَا عَابِدِينَ

Artinya: (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?" Mereka menjawab: "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya."

Alasan lain beliau tidak menyukai pekerjaan yang ditekuni oleh sang ayah karena rasa sayangnya Nabi Ibrahim pada sang ayah. Beliau khawatir ayahnya akan tertimpa azab dari Allah SWT karena telah mempersekutukanNya.

Untuk itu, Nabi Ibrahim senantiasa membujuk ayahnya pada jalan kebenaran dengan kata-kata yang lembut. Bahkan, ayah Nabi Ibrahim menjadi orang pertama yang diajak oleh Nabi Ibrahim untuk beriman.

Perdebatan Nabi Ibrahim dengan ayahnya diabadikan dalam surah Maryam ayat 42-45. Allah SWT berfirman,

(42) إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا
(43) يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا
(44) يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّا
(45) يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَٰنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيًّا

Artinya: 42. (Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, "Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?

43. Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.

44. Wahai ayahku! Janganlah engkau menyembah setan. Sungguh, setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

45. Wahai ayahku! Aku sungguh khawatir engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga engkau menjadi teman bagi setan."

Sayangnya, nasihat demi nasihat yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim tidak diterima dengan baik oleh sang ayah. Sebaliknya, ayah Nabi Ibrahim justru mengancam untuk merajam Nabi Ibrahim bila putranya tersebut tidak berhenti mengajaknya pada jalan Allah SWT.

Menurut Ibnu Katsir, rajam yang dimaksud tersebut memiliki dua makna. Rajam dalam artian kata-kata yang sangat pedas atau rajam dalam makna sebenarnya yakni dilempari dengan batu dan mengusirnya.

Hingga sampai akhir pun, Nabi Ibrahim tetap mendoakan sang ayah agar tetap diberi keselamatan dan memohonkan ampunan kepada Allah SWT untuk ayahnya.

Kisah ini menjadi gambaran mengapa Nabi Ibrahim AS tidak menyukai pekerjaan ayahnya. Semoga kita semua dapat memetik pelajaran dari sepotong kisah Nabi Ibrahim di atas ya, detikers.



Simak Video "Ikhtiar dan Tawakal, Paket Lengkap untuk Dapat Pertolongan Allah"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia