6 Fakta Tari Gandrung yang Mirip Tarian di Film KKN Desa Penari

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 18 Mei 2022 17:00 WIB
Sendratari Gandrung Jajang
Tari gandrung Banyuwangi yang dibawakan Sendratari Gandrung Jajang, Banyuwangi. Foto: Ardian Fanani
Jakarta -

Tari gandrung adalah salah satu warisan budaya takbenda Indonesia yang berupa seni pertunjukan tari khas Banyuwangi hingga Lombok yang disajikan dengan iringan musik khas perpaduan budaya Jawa dan Bali. Dikutip dari Peta Budaya Kemdikbud, tarian ini adalah salah satu bentuk kebudayaan Suku Osing yang merupakan penduduk asli Banyuwangi.

Dalam film adaptasi utas populer Twitter oleh SimpleMan KKN di Desa Penari, pemeran Badarawuhi (Aulia Sarah) dan Ayu (Aghniny Haque) menarikan sebuah tari yang disebut penonton mirip dengan tari gandrung khas Banyuwangi. Sebelumnya, penggemar KKN di Desa Penari pun menerka Kota B yang menjadi latar tempat kisah ini berlokasi di Banyuwangi.

Kendati tidak sama persis, sejumlah aspek di tari gandrung turut menjadi trivia bagi penonton KKN di Desa Penari. Berikut di antaranya:

Fakta Tari Gandrung

1. Artinya 'Sangat Menyukai'

Tari gandrung berasal dari kata bahasa Jawa 'gandrung' yang berarti 'sangat menyukai', 'tergila-gila', atau 'cinta habis-habisan'. Dikutip dari laman Warisan Budaya Takbenda Indonesia, kesenian pertunjukan ini masih satu genre dengan ketuk tilu di Jawa Barat, tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, lengger di wilayah Banyumas, dan joged bumbung di Bali.

2. Wujud Rasa Syukur di Banyuwangi

Di Banyuwangi, tari gandrung ditarikan sebagai wujud rasa syukur masyarakat setelah panen. Tari ini berkembang menjadi pertunjukan di acara pesta perkawinan, petik laut, hingga khitanan.

3. Ornamen Antasena yang Berbadan Ular

Penari tari gandrung memakai busana baju beludru hitam berbentuk leher botol dengan ornamen kuning emas atau merah dengan corak emas, manik-manik mengkilat. Bagian leher dipasang hiasan ilat-ilatan yang menutup dada. Penari juga mengenakan kelat bahu di lengan, ikat pinggang dan sembong, serta kain warna warni di pinggang. Selendang dikenakan di bahu.

Kepala penari tari gandrung dipasangi hiasan seperti makhota bernama emprok yang terbuat dari kulit kerbau dengan ornamen emas-merah. Emprok juga dipasangi ornamen tokoh Antasena, putra pewayangan Bima yang berkepala raksasa dan berbadan ular. Hiasan ini menutupi semua rambut penari gandrung, seperti dikutip dari Pembelajaran Seni Tari di Indonesia dan Mancanegara yang disuntin Arina Restian.

4. Penari Perempuan atau Laki-laki?

Penari gandung umumnya yaitu perempuan penari profesional dan laki-laki dari kalangan tamu. diiringi musik khas Jawa dan Bali. Penari laki-laki yang disebut pemaju atau paju akan menari di bagian kedua tarian.

Sebelumnya, penari gandrung menari sendiri. Bagian ini disebut jejer. Empat penari pemaju akan menari di bagian kedua. Di bagian ketiga atau terakhir, penari gandrung kembal menari sendiri dalam bagian yang disebut seblang, seperti dikutip dari Ensikolpedi Tari Indonesia Seri P-T oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

5. Diiringi Musik

Tari gandrung dibawakan dengan iringan musik. Instrumennya berupa pemugah, saron, galung, jegogan, rincik, petuk, terompong, gender, redep (rebab), dan suling, seperti dikutip dari Ensiklopedia Seni dan Budaya 1: Seni Tari Nusantara oleh R. Tito Sugiarto, dkk.

6. Berkembang Tidak Hanya di Banyuwangi

Tari Gandrung juga berkembang di Lombok. Tari gandrung di Banyuwangi dan Lombok ini mirip, namun ada ciri khas masing-masing.

Bagi orang Sasak, Lombok, tari gandrung adalah pertunjukkan tari penari wanita yang diiringi seperangkat gamelan, puisi, dan lelakaq. Puisi dan lelakaq di tari gandrung Lombok disebut besandaran. Seperti di Banyuwangi, penari wanita muncul terlebih dahulu, lalu diikuti penari laki-laki atau pengibing di tengah pertunjukkan. Karena itu, tari gandrung juga dapat dikatakan sebagai jenis tari pergaulan berpasangan.


Nah, fakta apa lagi yang detikers ketahui tentang tari gandrung di Banyuwangi? Apakah menurutmu tari ini juga mirip tarian di KKN Desa Penari?



Simak Video "Dulunya Kumuh, Kini Kampung Kaempuan Dipenuhi Lukisan"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia