Jadi Pemimpin Dunia Pendidikan Zaman Now? Wajib Menguasai AI

Rosmha Widiyani - detikEdu
Minggu, 15 Mei 2022 15:00 WIB
Gelar Webinar 
Kepemimpinan Era Society 5.0 yang dipandu Kepala Sekolah SMA 8 Jakarta.
Gelar Webinar Kepemimpinan Era Society 5.0 yang dipandu Kepala Sekolah SMA 8 Jakarta Rita Hastuti. Foto: Webinar Kepemimpinan Era Society 5.0
Jakarta -

Menjadi pemimpin di dunia pendidikan atau aspek lain sejatinya perlu satu kriteria umum. Kriteria ini adalah adaptif dan mampu menjawab perubahan, tantangan, serta membantu memberikan solusi di tiap zaman.

Di zaman saat ini atau era Society 5.0, tantangan tersebut adalah mampu mengembangkan potensi dan menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung kepemimpinan.

"Peran dan fungsi AI saat ini sangat diperlukan. Hal ini akan tepat jika kalangan menengah yang menjadi pionir," kata Rektor Universitas Pertahanan, Laksamana Madya TNI Prof Amarulla Octavian dalam rilis Webinar Kepemimpinan Era Society 5.0 yang diterima detikEdu.

Webinar ini dipandu Kepala SMAN 8 Jakarta Rita Hastuti bersama Andika, serta dukungan tim IT SMAN 8 dan SMAN 34. Acara dihadiri lebih dari 600 peserta dari unsur guru, kepala sekolah, pengawas, dosen dan pejabat struktural di provinsi.

Kalangan menengah merujuk pada gabungan kelompok kalangan elit dan orang-orang berpendidikan. Tentunya, pengambangan potensi dan penggunaan AI perlu dilakukan melalui pendidikan serta pelatihan yang berkelanjutan meski tidak mudah.

Penerapan AI dalam kepemimpinan dunia pendidikan, serta aspek lain, juga harus didukung berbagai kecakapan. Misal dalam daya pikir (IQ), emosi (EQ), spiritual (SQ, dan ketahanan (AQ) sehingga tujuan mencerdaskan bangsa bisa tercapai.

"Model kepemimpinan pada Society 5.0. di bidang pendidikan harus mampu menyiapkan generasi milenial Indonesia menjadi pemimpin dunia," ujar Prof Amarulla dalam acara yang diselenggarakan mahasiswa S3 Prodi Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tersebut.

Adapun Guru Besar UPI, Prof.Dr. Aan Komariah, M.Pd, mengatakan model kepemimpinan abad ke-21 diharapkan bisa membantu siswa menjalani pendidikan yang bersifat antisipatif.

Tentunya pendidikan yang bisa menjawab tantangan ini wajib dikawal kalangan unggul dan profesional sesuai kebutuhan siswa serta zaman. SDM profesional dan unggul ditandai kemampuan critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreatif), communication (komunikasi), dan collaboration (kerja sama).

Aan juga mengungkapkan dalam menghadapi era Masyarakat 5.0 harus dibiasakan cara berpikir untuk beradaptasi di masa depan misalnya dengan metode HOTS: Higher Order Thinking Skills.

"Berpikir ala HOTS bukanlah berpikir biasa-biasa saja, tapi berpikir secara kompleks, berjenjang, dan sistematis," ujar guru besar bidang Ilmu Kepemimpinan dan Kebijakan Pendidikan itu.

Sementara Guru Besar Universitas Negeri Malang, Prof.Imron Arifin, M.Pd menyajikan pemaparan dalam kaitannya dengan kepemimpinan di era metaverse. Ia menawarkan model kepemimpinan religius-humanistik dalam kepemimpinan era 5.0 dengan role model Nabi Muhammad SAW sebagai rujukan kepemimpinan.

"Tantangan pendidikan hari ini membutuhkan kepemimpinan yang adaptif," kata Imron.

Gimana detikers, siap jadi pemimpin dunia pendidikan era Masyarakat 5.0?



Simak Video "Diskusi dengan Pemred Media, Jokowi: Kita Serius Urus Lingkungan"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia