Pengertian Drama, Ciri Umum dan Karakteristiknya

Pengertian Drama, Ciri Umum dan Karakteristiknya

Anisa Rizki - detikEdu
Jumat, 13 Mei 2022 16:00 WIB
Teater Koma menghadirkan lakon bertajuk Sampek Engtay. Lakon ini mengisahkan tentang Engtay, gadis dari Serang, yang ingin bersekolah ke Betawi.
Pengertian drama dan karakteristiknya. Foto: dok. Teater Koma
Jakarta -

Menonton pertunjukan drama tentunya menjadi salah satu sarana hiburan bagi beberapa orang. Terlebih, drama juga kerap mengangkat cerita dalam kehidupan sehari hari.

Pengertian drama sendiri merujuk kepada jenis kesusastraan yang biasanya ditulis untuk ditampilkan. Secara singkat, drama adalah karya seni berupa dialog yang dipentaskan.

Drama memiliki ciri ciri umum. Tidak semua pementasan dapat disebut sebagai drama.

Mengutip dari buku Master Bahasa Indonesia yang disusun oleh Ainia Prihantini, terdapat beberapa ciri umum yang dimiliki oleh drama, antara lain:

1. Ada pemeran tokoh cerita (aktor)

Pemeran tokoh cerita merupakan mereka yang melakoni drama tersebut. Aktor inilah yang nantinya akan menghidupkan cerita dan menjalankan dialog serta adegan.

2. Didominasi oleh dialog dalam bentuk lisan

Semua yang ditulis di naskah drama nantinya akan ditampilkan oleh aktor atau tokoh dalam bentuk lisan. Dialog dalam bentuk lisan ini membuat drama lebih mudah untuk dipahami.

3. Gerak, mimik, dan suara dipentaskan secara bersamaan

Melakoni suatu tokoh dalam drama tentunya tidak bisa sembarangan. Dalam pelaksanaannya, sang aktor harus mampu berakting seekspresif mungkin sesuai dengan apa yang ditulis di naskah.

4. Terdapat adegan

Babak dan adegan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari ciri umum drama. Terlebih adegan dalam satu drama ditampilkan, hanya bisa dilakukan sekali tanpa pengulangan.

5. Terdapat panggung pementasan

Panggung pementasan merupakan sarana wajib yang harus dimiliki dalam drama. Pada panggung inilah nantinya para aktor berlakon sesuai dengan apa yang telah ditulis di naskah.

6. Terdapat properti pendukung

Drama ditampilkan dipentaskan secara langsung di atas panggung. Pementasan tersebut tentunya membutuhkan berbagai properti untuk menunjang suasana serta alur cerita yang dipentaskan.

Selain ciri ciri umum, drama juga memiliki karakteristik. Dalam kaitannya, sebuah drama menyangkut dua aspek.

Mengutip buku Teori Sastra karya Juwati, M. Pd., kedua aspek tersebut yakni aspek pementasan cerita sebagai bagian dari sastra dan aspek pementasan yang berhubungan erat dengan seni teater. Kedua aspek ini memiliki keterikatan tersendiri.

Dalam pementasan, terdapat banyak unsur yang mendukung berjalannya drama. Unsur tersebut menjadi ciri khas atau karakter tersendiri pada bentuk karya sastra drama.

Untuk itu, penting untuk memahami unsur atau karakteristik pada drama. Berikut merupakan karakteristik karya sastra drama:

1. Babak

Nama lain dari babak yaitu episode, namun pada drama penyebutannya lebih kepada babak. Setiap babak akan membentuk kebutuhan kisah.

Agar memudahkan pekerjaan para awak pentas, pengarang memberikan petunjuk kepada mereka dengan cara menyatukan semua peristiwa yang terjadi di suatu tempat pada satu urutan waktu dalam satu babak. Singkatnya, suatu babak dalam naskah drama adalah bagian dari naskah drama itu yang merangkum peristiwa di satu tempat pada urutan waktu tertentu.

2. Adegan

Suatu babak dibagi lagi ke dalam adegan adegan. Adegan ini bagian dari babak yang batas waktunya ditentukan oleh perubahan peristiwa datangnya atau perginya tokoh cerita ke atas pentas.

3. Prolog

Prolog memiliki pengertian bagian naskah yang ditulis pengarang pada bagian awal. Prolog biasa disebut sebagai pengantar naskah.

4. Monolog

Percakapan seorang tokoh dengan dirinya sendiri disebut sebagai monolog. Biasanya monolog ini bertujuan agar kita mengetahui persoalan yang dialami oleh sang tokoh.

5. Dialog

Dialog adalah bagian dari naskah drama yang berupa percakapan antara satu tokoh dengan yang lainnya. Kedudukan dialog ini sangat penting, jika tidak ada dialog maka suatu karya sastra tidak dapat digolongkan ke dalam karya sastra drama.

6. Epilog

Epilog merupakan kata penutup yang mengakhiri pementasan drama. Biasanya epilog digunakan untuk merumuskan isi pokok sebuah drama.

7. Mimik

Mimik adalah ekspresi atau gerak gerik air muka untuk menggambarkan emosi yang sedang dirasakan oleh sang tokoh.

8. Pantomim

Pantomim merupakan gerak gerik anggota badan dalam menggambarkan suatu emosi yang sedang dialami tokoh.

9. Pantomimik

Gerak gerik anggota tubuh yang dipadukan dengan ekspresi air muka saat menggambarkan satu situasi yang diperankan oleh tokoh disebut sebagai pantomimik.

Itulah pengertian drama, ciri umum beserta karakteristiknya. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan.



Simak Video "Momen Jackson Wang Minta Belajar Bahasa Indonesia di Panggung HITC 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia