Apa Itu Seni Teater Tradisional? Berikut Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya

Afifah Rahmah - detikEdu
Kamis, 24 Mar 2022 14:30 WIB
Wayang Orang Bharata kini harus terus menggigit jari, akibat pandemi. Pagelaran seni itu kini harus kehilangan taji, karena tak bisa unjuk gigi. 

Semua seni pertunjukan dihentikan karena gedung-gedung pertunjukkan harus tutup. Gemerlap panggung dan riuh tepuk tangan penonton, kini tak lagi bisa dilihat dan didengar langsung oleh para pecinta seni dan budaya.
Pentas wayang orang Bharata yang dapat digolongkan sebagai seni teater tradisional (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Indonesia dikenal dengan keragaman budaya yang melimpah dari berbagai pelosok daerah. Salah satu kesenian yang ditonjolkan dengan gaya khas tanah air yaitu pentas seni teater tradisional, apa itu?

Seni teater di Indonesia sendiri berkembang sejak dulu, mulai dari teater tradisional, teater modern, hingga teater kontemporer. Sedikit berbeda dengan yang lain, teater tradisional hadir berdasarkan keseharian masyarakat yang hidup dengan kesenian.

Artinya kesenian itu sendiri sudah jadi alur hidup mereka, khususnya dalam memperingati momen-momen penting. Misalnya gelaran seni teater di tengah perayaan yang berkaitan dengan kelahiran, perkawinan, atau kematian. Namun, pentas seni teater dulu tidak dilakukan di atas panggung.


Definisi dan Ciri-Ciri Teater Tradisional

Istilah teater berasal dari bahasa Yunani yaitu "Theatron" artinya persembahan. Di zaman Yunani, teater adalah persembahan untuk dewa Dyonesos dan upacara penghormatan kepada dewa Apollo.

Pengertian seni teater dalam arti luas dikenal sebagai tontonan atau pertunjukkan di depan banyak orang. Misalnya ludruk adalah teater tradisional yang berasal dari daerah Jawa Timur, atau wayang manusia, ketoprak dan lainnya.

Sedangkan dalam arti sempit, teater adalah kisah hidup atau drama kehidupan seseorang yang ditampilkan pada pentas berupa percakapan, gerak, dengan atau tanpa dekor atau musik, nyanyian, tarian.

Dari definisi di atas, diketahui teater tradisional adalah pentas seni kehidupan manusia yang hadir dan berkembang di suatu daerah dengan menyesuaikan kebudayaan daerah tersebut.

Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ciri-ciri teater tradisional yaitu:

  • Seni teater tradisional tidak memerlukan naskah tulis
  • Pentasnya lebih fokus pada isi dan tujuan dari kesenian
  • Pemeran dalam teater tradisional melakukan interaksi dengan penonton
  • Cerita diambil dari kisah turun temurun, dongeng, sejarah, atau kehidupan sehari-hari
  • Pentas teater tradisional biasanya dilakukan di luar ruangan misalnya lapangan, pekarangan rumah, dan lainnya
  • Musik menggunakan alat musik tradisional dan peralatan seadanya.

Teater tradisional memiliki fungsi sebagai upacara penghormatan pada roh nenek moyang atau dewa, hiburan, atau presentasi estetis yang menyatu dalam satu pementasan.

Selain itu, fungsi teater tradisional adalah sebagai media ekspresi, media pendidikan, dan media pemberi informasi untuk masyarakat.


Jenis dan Contoh Teater Tradisional Indonesia

Pentas seni teater tradisional terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu:

1. Teater Rakyat

Teater rakyat lebih banyak dilakukan dengan spontanitas, improvisasi, sederhana dan berkaitan dengan kehidupan rakyat. Biasanya dilakukan untuk upacara adat, keagamaan.

Contoh Teater Rakyat misalnya Makyong dari Riau, Mandu di daerah Riau dan Kalimantan Barat, Cepung dari Lombok Barat, Randai dan Bakaba di Sumatera Barat, Jemblung dari Jawa Tengah dan lainnya.


2. Teater Klasik

Teater klasik mirip dengan teater tradisional hanya saja dari segi cerita, pelaku, hingga tempat pertunjukkan sudah diatur dan dilatih dengan baik. Pertunjukannya pun tidak menyatu dengan penonton.

Contoh teater klasik adalah wayang orang, wayang kulit, wayang golek, dan teater Jingju.


3. Teater Transisi

Teater transisi bersumber dari teater tradisional namun gaya penyajian sudah terpengaruh dengan teater barat. Misalnya dari segi musik, dekor, hingga properti menggunakan teknik teater barat.

Contoh teater transisi yaitu komedi Istambul, sandiwara Dardanella, Srimulat yang pola ceritanya serupa dengan ludruk atau ketoprak namun versi modern.

Kesenian teater tradisional di Indonesia merupakan budaya dan warisan yang mesti kita ingat walaupun saat ini tradisi nya sudah berkembang dengan gaya teater modern.



Simak Video "Pengalaman Pertama Julie Estelle Main Teater Live"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia