Siswa, Begini Cara Mengatasi Rasa Malas dengan Teknik Kaizen ala Jepang

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 13 Mei 2022 08:30 WIB
Lazy bored young girl studying and doing her homework at home, she is reading a book, her mother is sitting on the sofa on the background
Foto: iStock/Siswa, Begini Cara Mengatasi Rasa Malas dengan Teknik Kaizen ala Jepang
Jakarta -

Rasa malas selalu menjadi musuh bagi para siswa yang hendak belajar atau bersekolah. Padahal kebiasaan malas yang dibiarkan bisa menjadi hal buruk di masa depan karena rendahnya etos kerja dan rasa tanggung jawab.

Untuk mengatasi malas sejak dini, ada baiknya siswa meniru Negara Jepang yang dikenal dengan etos kerja yang baik dan orangnya yang disiplin.

Sedari kecil, orang orang di Jepang sudah dilatih untuk mempunyai prinsip tertentu yaitu mengulang rutinitas kecil yang positif setiap harinya. Sehingga rutinitas tersebut pada akhirnya akan membudaya dan dipakai berkelanjutan sampai dewasa.

Oleh karena itu saat dewasa, orang-orang Jepang menjadi pribadi yang disiplin dan tidak bermalas-malasan. Konsep tentang rutinitas ini dikenal juga dengan istilah Teknik Kaizen. Berikut ini penjelasan Teknik Kaizen dikutip dari laman resmi SMA Negeri 19 Surabaya.


Apa itu Teknik Kaizen?

Menurut bahasa, Kaizen diambil dari dua suku kata yaitu "Kai" yang artinya "berubah" dan "Zen" yang artinya kebijaksanaan.

Jika digabungkan, Kaizen adalah cara menghasilkan suatu makna yakni perubahan dalam hidup yang bisa dicapai secara perlahan dan dengan penuh kebijaksanaan.

Teknik Kaizen juga dikenal dengan prinsip satu menit. Hal ini karena prinsip Kaizen melatih seseorang untuk melakukan sesuatu hanya dalam satu menit setiap harinya di waktu yang sama.

Contoh Teknik Kaizen untuk Mengatasi Rasa Malas

Prinsip satu menit ini bisa dilihat dari contoh rutinitas yang akan kamu bangun. Misal ketika mau membaca, makan kamu akan mencobanya selama satu menit dalam sehari dan kamu melakukan itu setiap hari di waktu yang sama.

Contoh lainnya misalkan kamu ingin berlatih bermain gitar. Dengan prinsip ini, maka kamu cukup mencoba belajar gitar satu menit setiap hari.

Dalam prinsip Kaizen, kuncinya adalah konsistensi membangun kebiasaan yang rutin. Hal ini sangat berguna bagi siswa dalam menyelesaikan banyak hal yang dihadapi. Terlebih, satu menit adalah waktu yang mudah untuk diluangkan setiap harinya.

Namun, ada catatan bahwa siswa harus melakukannya tanpa distraksi/pengganggu apapun agar cara ini bisa efektif.


Teknik Kaizen Membantu Terciptanya Perasaan Positif

Selain mengatasi rasa malas, prinsip satu menit ini akan melatih diri siswa untuk lebih bertanggung jawab.

Karena ketika berhasil menjalani sesuatu dalam satu menit tersebut, maka akan membuat perasaan kamu lebih baik sebab sudah melakukan satu hal dengan tuntas.

Jika perasaan positif masuk, maka sense of progress atau rasa berproses tersebut akan membuat siswa ketagihan. Hal ini akan memicu untuk menambah waktu tak hanya satu menit dalam berlatih.

Bisa jadi di hari selanjutnya, mungkin satu menit itu dapat bertambah menjadi lima menit, dan di hari-hari selanjutnya bertambah lagi sampai 20 menit atau mungkin kamu bisa berjam-jam melakukan hal tersebut.


Meningkatkan Kemampuan Mengingat

Manfaat lain ketika rutin mempelajari dan mengulang suatu kebiasaan setiap harinya, maka kamu akan lebih menguasai hal yang kamu pelajari dan tidak mudah lupa.

Hal ini ditegaskan juga dalam penelitian salah satu Psikolog asal Jerman, bernama Hermann Ebbinghaus. Di dalam penelitiannya, dia mempelajari tentang kemampuan mengingat.

Herman mengatakan bahwa kemampuan seseorang akan menurun drastis jika mendapat informasinya sekali dan sangat banyak secara bersamaan.

Namun, berbeda ketika kamu melakukan repetisi atau pengulangan terhadap sesuatu. Bukan hanya membuat kamu menjadi lebih mengerti tetapi informasi yang ada di otak kamu akan memiliki retensi yang lama dan tidak mudah lupa.

Nah, mulai sekarang detikers bisa mulai coba terapkan prinsip Kaizen dengan meluangkan satu menit setiap harinya. Yuk lawan rasa malas!



Simak Video "Tiga Ruang Kelas SD di Grobogan Rusak Parah, Siswa Ujian di Teras"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia