Kolom Edukasi

IISMA Edisi Vokasi, Siapkan SDM Berkarakter Global

Wikan Sakarinto - detikEdu
Kamis, 12 Mei 2022 06:59 WIB
Wikan Sakarinto Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek RI
Foto: Dokumen Pribadi Wikan Sakarinto
Jakarta -

Presiden Joko Widodo pernah menyampaikan arahan mengenai Peta Jalan Pendidikan Tahun 2020-2035 bahwa pendidikan karakter tidak boleh dilupakan karena ini merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan mental dan karakter bangsa. Perubahan besar dan disrupsi teknologi yang berdampak pada dunia usaha dan dunia industri menuntut pembentukan SDM unggul sesuai kebutuhan saat ini dan masa depan. Pendidikan vokasi hadir untuk mencetak SDM Indonesia yang tidak hanya sekadar menguasai pengetahuan teoretis dan memiliki keterampilan, tetapi juga memiliki softskill dan karakter kepemimpinan kuat. Dalam konteks ini pembelajaran haruslah gesit beradaptasi dengan dinamika industri global dan tren masa depan.

Kita tahu, peserta didik di Indonesia mempelajari bahasa Inggris SD ataupun PAUD tetapi fokus pada teori, bukan praktik. Akibatnya, mereka tidak cakap berkomunikasi. Dalam persaingan global, mereka hanya akan menjadi penonton bukan pemain. Alih-alih mampu bersaing dengan SDM yang bertaraf internasional, di dalam negeri sendiri pun mereka akan kalah jika kondisi yang demikian tidak kita ubah. Sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah menyiapkan pengalaman nyata dengan mengenalkan contoh-contoh baik yang dapat mengasah keterampilan mereka dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan di taraf internasional menggunakan bahasa Inggris.

IISMA

Indonesia perlu program yang mampu memberikan pengalaman langsung bagi para mahasiswa untuk bersentuhan dengan industri baik dalam skala nasional maupun internasional. Kamis (14/4/2022), Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) meluncurkan program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) edisi vokasi secara daring. Program ini dirancang agar mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar serta berinteraksi langsung dengan para ahli sekaligus praktisi industri global. Program yang didukung Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini akan membiayai 400 mahasiswa vokasi Indonesia untuk belajar di perguruan tinggi luar negeri sekaligus magang di industri yang menjadi mitra perguruan tinggi tersebut selama satu semester.

Melalui program ini mahasiswa diharapkan mampu mengasah dan menguasai keterampilan, baik teknis maupun analitis di bidang industry. Selain itu, mahasiswa juga akan memahami serta beradaptasi dengan budaya kerja industri, termasuk budaya interaksi antar negara di industri internasional.

Pengiriman mahasiswa dan pelajar ke luar negeri sebenarnya sudah banyak dilakukan sebelumnya, melalui program magang dan semisalnya. Meski demikian, Mendikbudristek Nadiem mengatakan bahwa IISMA edisi vokasi ini spesial karena merupakan program pertama bagi mahasiswa perguruan tinggi penyelenggaran pendidikan vokasi (PTPPV) untuk memberi kesempatan belajar pada kampus dan industri berkelas dunia sekaligus. Program ini merupakan salah satu implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi para mahasiswa vokasi Indonesia untuk belajar selama satu semester pada perguruan tinggi dan industri mitra di luar negeri. Negara tujuan pada IISMA edisi vokasi pada tahun 2022 ini antara lain: Jerman, Inggris, Australia, Amerika Serikat, Prancis, Turki, Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, dan Irlandia.

Istimewanya, peserta IISMA edisi vokasi juga akan mendapatkan pengakuan SKS (sistem kredit semester) dan pengakuan beban studi atas apa yang sudah dipelajari dan didapatkan selama melaksanakan program selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Artinya, keikutsertaan mereka di IISMA edisi vokasi ini tidak akan memperpanjang masa studi karena sudah terintegrasi dengan sistem kredit perkuliahan. Dengan demikian, setelah mereka kembali ke kampus asal, mereka tidak akan tertinggal dengan mahasiswa lainnya.

Wawasan Global

Iklim internasional yang menantang sekaligus penuh kesempatan, perlu dirasakan oleh mahasiswa vokasi Indonesia. Ini tidak untuk membebani tetapi justru untuk menyiapkan mereka dalam menghadapi masa depan. Tantangan akan melahirkan pejuang. Seperti kata Mark Twain, what doesn't kill you, makes you stronger. Bahwa kita akan menjadi lebih kuat setelah ditempa berbagai permasalahan. Semakin sering mahasiswa diterjunkan untuk menghadapi kerasnya realita kehidupan pada proses pembelajaran, semakin tinggi kesiapan kompetensi dan karakter mereka dalam menyambut tantangan zaman.

Telah lama kita pahami hard skill, soft skill yang meliputi karakter kepemimpinan, berkomunikasi, team work, mentalitas yang kuat, dan semisalnya juga merupakan hal penting untuk dikuasai. Kemampuan tersebut lebih mudah dipelajari di luar kelas. Oleh karena itu, dalam IISMA edisi vokasi ini, mahasiswa tidak hanya belajar di kelas tetapi juga di industri. Sistem pembelajarannya menerapkan Project Based Learning (PBL). Model pembelajaran ini tidak hanya fokus pada hasil akhirnya, namun lebih menekankan pada proses bagaimana siswa bisa menemukan hingga memecahkan masalah dan akhirnya dapat menghasilkan sebuah produk. Dengan demikian, soft skill mahasiswa berupa passion, komitmen, kerja keras, karakter tangguh dan fokus dalam berkarya menjadi semakin tajam.

Arah dari program IISMA edisi vokasi ini salah satunya adalah internasionalisasi pendidikan vokasi Indonesia. IISMA edisi vokasi ini juga diharapkan menjadi jalan untuk lebih banyak menjaring kerjasama dengan organisasi dan institusi berskala internasional, utamanya dalam bidang kevokasian. Tidak hanya untuk mahasiswa, kerja sama ini juga untuk dosen dan perguruan tinggi dengan bermunculannya program lanjutan seperti exchange, double degree, dan semisalnya. Selain itu, pemangku kebijakan dan industri yang ada di Indonesia juga memiliki peluang untuk terlibat dan bekerjasama. Oleh karenanya, para peserta IISMA diharapkan menunjukkan performa dan meninggalkan kesan terbaiknya, karena pada dasarnya mereka akan menjadi duta kerjasama ke depannya.

Di masa depan, program seperti IISMA ini diharapkan dapat dilakukan secara mandiri oleh PTPPV di Indonesia. Kolaborasi lebih lanjut tidak hanya meliputi kegiatan belajar-mengajar, tetapi juga dalam hal penelitian, pengabdian masyarakat, dan inbound-outbound mobility. Dengan terjalinnya kerjasama dalam pelbagai bidang tersebut, maka visi untuk 'menginternasionalkan' pendidikan vokasi akan menemukan jalannya.

Pendaftar IISMA Edisi Vokasi

Program ini perlu didukung oleh pelbagai elemen, utamanya oleh PTPPV dan para mahasiswa vokasi itu sendiri. Antusias terhadap program ini sangat tinggi dimana lebih dari 140 perguruan tinggi penyelenggara pendidikan vokasi di Indonesia siap mendaftarkan mahasiswanya dan hanya dalam hitungan hari sejak dibuka hingga saat ini sudah lebih dari 2400 pendaftar untuk bergabung ke program IISMA edisi vokasi.

Kesuksesan pelaksanaan IISMA edisi vokasi pada tahun ini akan memicu kesuksesan program sejenis pada waktu yang akan datang. Dengan demikian, sedikit demi sedikit akan tampak perubahan yang signifikan pada wajah SDM Indonesia, yang terus menuju SDM yang unggul. Pengalaman belajar dan berinteraksi dengan masyarakat global bagi mahasiswa sangatlah diperlukan untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa pada isu-isu global, meningkatkan kompetensi, membangun jejaring, dan mampu merespon dengan langkah yang tepat. Program ini bukan hanya bertujuan untuk mengirim mahasiswa ke luar negeri, melainkan dalam jangka yang panjang akan mempersiapkan SDM vokasi Indonesia yang mampu mengambil bagian dan turut membantu menyelesaikan persoalan-persoalan global. Melalui IISMA edisi vokasi ini kesenjangan antara pendidikan vokasi dan dunia industri akan menyempit dan kemudian hilang.

Wikan Sakarinto

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek RI

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. (Terimakasih - Redaksi)



Simak Video "Respons Masyarakat Tentang Kebijakan Kemendikbudristek"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia