Mengenal Siklus Air: Gambar serta Tahapannya

Afifah Rahmah - detikEdu
Senin, 09 Mei 2022 14:15 WIB
Ilustrasi Hujan
Hujan merupakan salah satu fase dari siklus air (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Siklus air atau yang juga kita kenal dengan siklus hidrologi merupakan proses sirkulasi yang dialami air secara berkelanjutan dalam sistem atmosfer bumi. Rangkaian sirkulasi air ini terjadi di alam yang meliputi sejumlah proses mulai dari evaporasi, transpirasi, kondensasi, presipitasi hingga infiltrasi.

Dikutip dari buku Mengenal Alam Sekitar yang disusun oleh Edi Tarwoko (2009), siklus air adalah rangkaian pendauran atau perputaran air dari bumi, ke atmosfer, lalu kembali lagi ke bumi.

Tahukah kamu pada siklus ini, kuantitas air pada dasarnya selalu sama? Menurut Britannica Encyclopedia, jumlah air dalam sirkulasi akan tetap konstan namun dalam penyebaran atau distribusi di berbagai prosesnya terus berubah.

Untuk mengenal lebih jauh tentang siklus air, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Tahapan Siklus Air

Mengutip dari laman Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air, berikut ini beberapa tahapan siklus air yang perlu kamu ketahui. Supaya lebih paham, perhatikan gambar siklus air berikut ini.

Tahapan siklus airTahapan siklus air Foto: Dok. Dinas PU Sumber Daya Air

Secara singkat, siklus air berawal dari terjadinya evaporasi atau penguapan pada air laut, sungai, maupun danau. Pada gambar di atas, nomor 1 menunjukkan adanya proses konduksi dari panas matahari ke air laut.

Lalu, di nomor 2 terjadilah proses evaporasi dimana air laut mengalami penguapan akibat udara panas. Evaporasi mengubah wujud air yang tadinya cair menjadi gas yang akhirnya membentuk partikel-partikel sehingga muncul awan.

Proses kemunculan awan disebut dengan kondensasi yang ditunjukkan nomor 3. Kemudian, awan akan berpindah tempat karena tiupan angin dan berkumpul di atmosfer, proses ini disebut dengan adveksi.

Proses siklus air selanjutnya pada nomor 4, partikel awan mengalami pencairan karena suhu udara yang tinggi dan menyebabkan hujan turun ke permukaan bumi yang disebut juga dengan presipitasi.

Air hujan yang turun ke bumi akan meresap ke dalam tanah atau infiltrasi yang ditunjukkan pada nomor 5. Proses ini membawa air tanah akan menuju kembali ke laut. Nah, proses siklus air tersebut akan terus berulang dan berlanjut secara teratur jika tidak terjadi hambatan.

Aktivitas yang Merusak Proses Siklus Air

Rangkaian sirkulasi air di atas akan terus berlanjut, namun ada beberapa kegiatan yang dapat merusak proses siklus air. Hal ini tentunya perlu kita hindari agar dampaknya tidak merugikan ekosistem di bumi.

1. Pemborosan Air

Meski air bukan sumber daya alam terbatas, namun penggunaan air secara berlebihan dan sembrono dapat berakibat fatal di masa depan. Pemborosan air merupakan hal yang terlihat sepele namun dapat merusak keseimbangan alam. Maka kita perlu menghemat dan menggunakan air secukupnya.

2. Kerusakan Alam

Jika kamu perhatikan, banyak manusia yang dengan semena-mena mengeksploitasi alam. Contohnya penebangan hutan yang mengakibatkan berkurangnya daerah resapan air.

3. Buang Sampah Sembarangan

Selain itu, pencemaran air dengan limbah cairan maupun sampah rumah tangga lain ke sungai atau laut dapat mengganggu siklus air. Tindakan tersebut membuat air sungai dan laut kotor dan mengganggu kehidupan ekosistem di dalamnya.

4. Pembangunan secara Berlebihan

Pembangunan jalan maupun gedung bertingkat tentunya membutuhkan area yang luas. Hal ini juga berdampak pada wilayah resapan air yang berkurang dan mengganggu daur air.

Untuk itu perlu adanya beberapa upaya untuk mengurangi dampak yang mengganggu keseimbangan proses siklus air tersebut misalnya dengan membuat bak resapan, waduk, bendungan, saluran air atau wilayah resapan air lain yang dipenuhi pohon-pohon.



Simak Video "Ngeri! Detik-detik Mobil Damkar Terseret Banjir di China"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia