Perbedaan Takbir Idulfitri dan Iduladha, Dibaca Sampai Kapan?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 05 Mei 2022 12:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan pada acara Festival Tabuh Bedug Malam Takbiran di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Minggu (1/5/2022). Festival tersebut untuk memeriahkan malam takbiran. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/Perbedaan Takbir Idufitri dan Iduladha, Dibaca Sampai Kapan?
Jakarta -

Gema takbir menjadi amalan yang selalu ditunggu-tunggu ketika memasuki Idulfitri dan Iduladha. Namun, tahukah apa perbedaan takbir Idulfitri dan Iduladha?

Dalam kedua hari raya ini, di antara amalan yang disunnahkan bagi umat Islam adalah menghidupkan malam hari raya dengan ibadah. Dalam sebuah hadits disebutkan:

من أحْيَا لَيلَةَ الْعِيد، أَحْيَا اللهُ قَلْبَهُ يَوْمَ تَمُوْت القُلُوبُ

Artinya: Barangsiapa yang menghidupkan malam hari raya, Allah akan menghidupkan hatinya di saat hati-hati orang sedang mengalami kematian. (Lihat: Ibrahim al-Bajuri, Hasyiyah al-Bajuri, [Thaha Putra], halaman: 227)

Minimal, dalam menghidupkan malam hari raya, seseorang bisa menjalankan salat isya berjamaah serta niat kuat ingin menjalankan salat subuh berjamaah. Lebih baik lagi menjalankan ibadah-ibadah lain seperti membaca Al-Qur'an, dzikir dan lain sebagainya.

Takbir sebagai Bentuk Syukur

Allah SWT memerintahkan umat Islam melafadzkan takbir sebagai bentuk syukur kepada-Nya. Hal ini tertulis dalam Al-Qur'an surat Al Hajj ayat 28 di mana Allah SWT meminta agar mereka berdzikir menyebut namaNya.

Arab: لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْرَ ۖ

Latin: liyasy-hadụ manāfi'a lahum wa yażkurusmallāhi fī ayyāmim ma'lụmātin 'alā mā razaqahum mim bahīmatil-an'ām, fa kulụ min-hā wa aṭ'imul-bā`isal-faqīr

Artinya: Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah (berdzikir) pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

Perbedaan Takbir Idulfitri dan Iduladha

Mengutip laman resmi NU Online, Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi'I dalam Fathul Qarib al-Mujib menjelaskan, takbir dalam 'id terbagi menjadi dua macam, yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad.

Takbir mursal merupakan takbir yang waktunya tidak mengacu pada waktu salat. Takbir ini tidak harus dibaca oleh seseorang setiap usai menjalankan ibadah salat, baik fardhu maupun sunnah.

Sedangkan takbir mursal ini sunnah dilakukan setiap waktu, di mana pun dan dalam keadaan apa pun. Baik lelaki maupun perempuan sama-sama dianjurkan melantunkan takbir, baik saat di rumah, bepergian, di jalan, masjid, pasar, dan seterusnya.

Waktu melakukan takbir mursal dimulai dari terbenamnya matahari malam Id hingga imam melakukan takbiratul ihram salat Id, meliputi Idufitri maupun Iduladha.

Sementara itu, untuk takbir muqayyad merupakan takbir yang pelaksanaannya memiliki waktu khusus, yaitu mengiringi salat, dibaca setelah melaksanakan salat, baik fardhu maupun sunnah.

Waktu pembacaannya adalah setelah salat shubuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga ashar akhir hari tasyriq (13 Dzulhijjah). Takbir ini juga dikenal takbir dalam Iduladha.

Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi'i dalam Fathul Qarib al-Mujib dan kitab Hasyiyah al-Bajuri [Thaha Putera]) halaman: 227-228) juga menjelaskab bahwa:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ.

Bisa disimpulkan bahwa takbir pada malam Idulfitri dinamakan takbir mursal. Sedangkan takbir yang dilantunkan pada hari raya Iduladha disebut takbir muqayyad.

Adapun takbir pada malam hari raya Iduladha itu dinamakan takbir muqayyad, jika mengacu bahwa takbir itu dilaksanakan usai salat dalam rentang waktu lima hari tersebut.

Sedangkan jika dilihat bahwa takbir itu dilaksanakan pada malam hari raya Id, takbir malam Iduladha ini juga termasuk takbir mursal. Artinya, takbir pada Iduladha menyandang dua istilah, mursal dan muqayyad sebagaimana yang diungkapkan oleh Syaikh Ibrahim al-Bajuri.



Simak Video "Malam Takbiran, Lautan Manusia Padati Pengkolan Garut"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/faz)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia