Gema takbir menjadi amalan yang selalu ditunggu-tunggu ketika memasuki Idulfitri dan Iduladha. Namun, tahukah apa perbedaan takbir Idulfitri dan Iduladha?
Dalam kedua hari raya ini, di antara amalan yang disunnahkan bagi umat Islam adalah menghidupkan malam hari raya dengan ibadah. Dalam sebuah hadits disebutkan:
Ω Ω Ψ£ΨΩΩΩΨ§ ΩΩΩΩΩΨ©Ω Ψ§ΩΩΨΉΩΩΨ―Ψ Ψ£ΩΨΩΩΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΩ ΩΩΩΩΨ¨ΩΩΩ ΩΩΩΩΩ Ω ΨͺΩΩ ΩΩΩΨͺ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΨ¨Ω
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: Barangsiapa yang menghidupkan malam hari raya, Allah akan menghidupkan hatinya di saat hati-hati orang sedang mengalami kematian. (Lihat: Ibrahim al-Bajuri, Hasyiyah al-Bajuri, [Thaha Putra], halaman: 227)
Minimal, dalam menghidupkan malam hari raya, seseorang bisa menjalankan salat isya berjamaah serta niat kuat ingin menjalankan salat subuh berjamaah. Lebih baik lagi menjalankan ibadah-ibadah lain seperti membaca Al-Qur'an, dzikir dan lain sebagainya.
Takbir sebagai Bentuk Syukur
Allah SWT memerintahkan umat Islam melafadzkan takbir sebagai bentuk syukur kepada-Nya. Hal ini tertulis dalam Al-Qur'an surat Al Hajj ayat 28 di mana Allah SWT meminta agar mereka berdzikir menyebut namaNya.
Arab: ΩΩΩΩΩΨ΄ΩΩΩΨ―ΩΩΩΨ§ Ω ΩΩΩΨ§ΩΩΨΉΩ ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΩΩΨ°ΩΩΩΨ±ΩΩΨ§ Ψ§Ψ³ΩΩ Ω Ψ§ΩΩΩΩ°ΩΩ ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΨ§Ω Ω Ω ΩΩΨΉΩΩΩΩΩΩ Ω°ΨͺΩ ΨΉΩΩΩ°Ω Ω ΩΨ§ Ψ±ΩΨ²ΩΩΩΩΩΩ Ω Ω ΩΩΩΩΫ’ Ψ¨ΩΩΩΩΩΩ ΩΨ©Ω Ψ§ΩΩΨ§ΩΩΩΨΉΩΨ§Ω ΩΫ ΩΩΩΩΩΩΩΩΨ§ Ω ΩΩΩΩΩΨ§ ΩΩΨ§ΩΨ·ΩΨΉΩΩ ΩΩΨ§ Ψ§ΩΩΨ¨ΩΨ§Ϋ€ΩΩΩΨ³Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩΩΨ±Ω Ϋ
Latin: liyasy-hadα»₯ manΔfi'a lahum wa yaΕΌkurusmallΔhi fΔ« ayyΔmim ma'lα»₯mΔtin 'alΔ mΔ razaqahum mim bahΔ«matil-an'Δm, fa kulα»₯ min-hΔ wa aαΉ'imul-bΔ`isal-faqΔ«r
Artinya: Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah (berdzikir) pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.
Perbedaan Takbir Idulfitri dan Iduladha
Mengutip laman resmi NU Online, Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi'I dalam Fathul Qarib al-Mujib menjelaskan, takbir dalam 'id terbagi menjadi dua macam, yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad.
Takbir mursal merupakan takbir yang waktunya tidak mengacu pada waktu salat. Takbir ini tidak harus dibaca oleh seseorang setiap usai menjalankan ibadah salat, baik fardhu maupun sunnah.
Sedangkan takbir mursal ini sunnah dilakukan setiap waktu, di mana pun dan dalam keadaan apa pun. Baik lelaki maupun perempuan sama-sama dianjurkan melantunkan takbir, baik saat di rumah, bepergian, di jalan, masjid, pasar, dan seterusnya.
Waktu melakukan takbir mursal dimulai dari terbenamnya matahari malam Id hingga imam melakukan takbiratul ihram salat Id, meliputi Idufitri maupun Iduladha.
Sementara itu, untuk takbir muqayyad merupakan takbir yang pelaksanaannya memiliki waktu khusus, yaitu mengiringi salat, dibaca setelah melaksanakan salat, baik fardhu maupun sunnah.
Waktu pembacaannya adalah setelah salat shubuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga ashar akhir hari tasyriq (13 Dzulhijjah). Takbir ini juga dikenal takbir dalam Iduladha.
Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi'i dalam Fathul Qarib al-Mujib dan kitab Hasyiyah al-Bajuri [Thaha Putera]) halaman: 227-228) juga menjelaskab bahwa:
Ψ§ΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΨ¨ΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΨ¨ΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΨ¨ΩΨ±Ω ΩΩΨ§ Ψ₯ΩΩΩΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΩ ΩΩΨ§ΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΨ¨ΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΨ¨ΩΨ±Ω ΩΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΨΩΩ ΩΨ―ΩΨ Ψ§ΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΨ¨ΩΨ±Ω ΩΩΨ¨ΩΩΩΨ±Ψ§Ω ΩΩΨ§ΩΩΨΩΩ ΩΨ―Ω ΩΩΩΩ ΩΩΨ«ΩΩΩΨ±Ψ§Ω ΩΩΨ³ΩΨ¨ΩΨΩΨ§ΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ Ψ¨ΩΩΩΨ±ΩΨ©Ω ΩΩΨ£ΩΨ΅ΩΩΩΩΨ§ΩΨ ΩΩΨ§ Ψ₯ΩΩΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΩ ΩΩΨΩΨ―ΩΩΩ Ψ΅ΩΨ―ΩΩΩ ΩΩΨΉΩΨ―ΩΩΩ ΩΩΩΩΨ΅ΩΨ±Ω ΨΉΩΨ¨ΩΨ―ΩΩΩ ΩΩΨ£ΩΨΉΩΨ²ΩΩ Ψ¬ΩΩΩΨ―ΩΩΩ ΩΩΩΩΨ²ΩΩ Ω Ψ§ΩΨ£ΩΨΩΨ²ΩΨ§Ψ¨Ω ΩΩΨΩΨ―ΩΩΩ.
Bisa disimpulkan bahwa takbir pada malam Idulfitri dinamakan takbir mursal. Sedangkan takbir yang dilantunkan pada hari raya Iduladha disebut takbir muqayyad.
Adapun takbir pada malam hari raya Iduladha itu dinamakan takbir muqayyad, jika mengacu bahwa takbir itu dilaksanakan usai salat dalam rentang waktu lima hari tersebut.
Sedangkan jika dilihat bahwa takbir itu dilaksanakan pada malam hari raya Id, takbir malam Iduladha ini juga termasuk takbir mursal. Artinya, takbir pada Iduladha menyandang dua istilah, mursal dan muqayyad sebagaimana yang diungkapkan oleh Syaikh Ibrahim al-Bajuri.
(faz/faz)
