Mutiara Ramadan Nasaruddin Umar: Pentingnya Toleransi dalam Beragama

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Minggu, 01 Mei 2022 19:45 WIB
Jakarta -

Toleransi menurut pandangan Prof Nasaruddin Umar adalah kesediaan seseorang untuk menerima dan menghargai sebuah perbedaan. Hal ini, utamanya, merupakan sikap yang perlu ditanamkan bagi tiap orang kala menghadapi suatu perbedaan.

"Jangan (dengan adanya) perbedaan membuat kita berkonflik atau berjarak, justru perbedaan itu adalah konfigurasi yang sangat indah," kata dia melalui Mutiara Ramadan detikcom yang tayang Minggu (1/5/2022).

Di Indonesia bahkan, kata Prof Nasaruddin, setiap perbedaan diramu menjadi satu kesatuan yang kemudian disebut dengan Bhinneka Tunggal Ika. Untuk itu, ia mengingatkan pentingnya toleransi beragama bagi masyarakat Indonesia.

"Toleransi umat beragama sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Sebab Indonesia yang sangat plural, kalau tidak diikat dengan satu kebersamaan maka (akan) membahayakan," jelas dia.

Selanjutnya, imam besar Masjid Istiqlal ini menguraikan hikmah di balik tiap perbedaan. Terbukti dari surah Al Maidah ayat 48 yang menjelaskan bahwa segala perbedaan di dunia ini secara sengaja diciptakan sedemikian rupa oleh Allah SWT,

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Artinya: "...Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikanNya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikanNya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukanNya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan,"

Sebab itulah, Allah SWT menciptakan beraneka ragam wujud umat manusia di bumi hingga mengatur perbedaan antara dua jenis kelamin. "Jangan meratapi perbedaan, tapi syukuri tiap perbedaan itu," tutur Prof Nasaruddin.

Prof Nasaruddin kemudian menjelaskan dampak negatif dari sikap intoleran atau sikap yang tidak menghargai perbedaan. Hal tersebut akan melahirkan kehancuran dan sikap keras kepala dari seseorang yang merasa dirinya benar dan lebih tinggi.

"Yang berhak untuk menyesatkan siapa, yang paling tahu siapa (mereka) yang beraliran sesat atau bukan, hanya Allah SWT," terangnya.

Hal ini juga berlaku bagi mereka yang bersumber dari pedoman kitab suci yang sama. Perbedaan satu sama lain tidak dapat dielakkan karena ada beberapa faktor. Selengkapnya tonton Mutiara Ramadan Prof Nasaruddin Umar dengan tema Toleransi Beragama DI SINI.

(rah/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia