Ramadan di negeri rantau

Lebaran Mahasiswa RI di Inggris, Video Call 1 Jam Karena Kangen Keluarga

Rosmha Widiyani - detikEdu
Minggu, 01 Mei 2022 07:00 WIB
Idul Fitri di negeri rantau.
Idul Fitri mahasiswa RI di Inggris. Foto: Dok Asep Andi Suryandi.
Jakarta -

Lebaran bagi masyarakat Indonesia identik dengan kumpul dan silaturahmi keluarga besar. Dalam momen tersebut, tiap keluarga saling memaafkan dan menikmati ketupat dan opor ayam.

Sayangnya suasana khas Idul Fitri tak bisa dinikmati mahasiswa RI yang sedang kuliah di luar negeri. Salah satunya Asep Andi Suryandi yang sedang menuntut ilmu di The University of Manchester, Inggris.

Tahun ini adalah kali ketiga dia merayakan Idul Fitri di luar negeri. Asep yang sedang menuntut ilmu sebagai graduate student, tentu kangen dengan keluarganya. Dia memilih video call untuk silaturahmi saat Idul Fitri.

"Untuk melepas kangen dengan keluarga di Indonesia kami melakukan group video call dengan aplikasi WhatsApp, durasinya kira-kira satu jam," kata Asep yang tergabung dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini.

Secara umum sebetulnya Idul Fitri di Inggris dan Indonesia tidak jauh beda. Umat muslim sama-sama menunaikan sholat Idul Fitri di masjid terdekat. Sholat dilakukan dalam ruangan bersama komunitas muslim Asia Selatan.

Setelah sholat, para jamaah pulang ke rumah masing-masing bersama keluarganya. Asep mengatakan, dia biasa menyantap hidangan khas Idul Fitri usai sholat. Agenda selanjutnya adalah silaturahmi dengan komunitas muslim di Manchester.

Idul Fitri di negeri rantau.Silaturahmi mahasiswa RI di Inggris selepas Idul Fitri. Foto: Dok Asep Andi Suryandi.

Menurut Asep, ada rasa senang dan sedih saat perayaan Lebaran 2022 dan tahun sebelumnya. Senang karena bisa menyelesaikan puasa Ramadan dan bersilaturahmi, namun muncul perasaan kangen dan belum maksimal melakukan ibadah selama Ramadan.

Terlepas dari rasa senang dan sedih yang muncul, Asep bersyukur bisa kembali merayakan Idul Fitri. Tahun 2020, Asep harus merayakan Idul Fitri di tengah lockdown. Idul Fitri dirayakan lagi pada 2021 dengan protokol kesehatan.

Terkait suasana takbiran, Asep mengatakan kerap ada kembang api dan pawai keliling. Namun pawai dengan mobil masing-masing tersebut tidak untuk takbiran. Suara takbir tak terdengar, kecuali saat berada di dalam masjid.

"Tidak terdengar suara lantunan takbir dari mesjid. Walau pun sudah tidak lockdown, suara takbir tetap tak terdengar karena masjid di UK tidak pakai pengeras suara luar. Tidak seperti di Indonesia," kata Asep.

Lebaran 2022 ini mungkin akan dirayakan tak jauh beda dengan 2021. Tentunya dengan tetap memperhatikan ketentuan dari pemerintah Inggris. Asep berharap ibadahnya pada Ramadan 2022 bisa diterima Allah SWT.

"Dapat diterima semua amal ibadah selama Ramadan ini, bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan, dan dapat segera menyelesaikan studi agar bisa pulang," kata Asep.

Setelah pulang ke tanah air, Asep ingin segera berkontribusi pada Indonesia dengan ilmu yang diperoleh di Inggris. Tentunya bisa segera bertemu kembali dengan keluarga.



Simak Video "TRANS7 Bagikan Santunan untuk 150 Dhuafa dan Anak Yatim"
[Gambas:Video 20detik]
(row/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia