Ramadan di New York dan Kuwait: Banyak Pilihan Takjil Indonesia

Anatasia Anjani - detikEdu
Senin, 25 Apr 2022 18:00 WIB
Ramadan di New York City dan Kuwait.
Ramadan di New Yor City dan Kuwait. Foto: Dok Wahyu Ichwandardi/Pinot.
Jakarta -

Wahyu Ichwandardi yang akrab disapa Pinot sudah 14 tahun melaksanakan ibadah puasa Ramadan di tanah rantau. Tepatnya ia menjalani puasa Ramadan selama 7 tahun di Kuwait dan 7 tahun di New York City.

Pinot sendiri dikenal publik secara luas berkat cuitan-cuitannya di Twitter yang berkaitan dengan graphic design dan kerajinan tangan menggunakan perkakas bekas. Pengikutnya di Twitter saat ini mencapai 181 ribu.

Diaspora asal Surabaya itu bercerita puasa lebih khidmat dilaksanakan saat dirinya dan keluarganya berada di Kuwait.

"Kalau di Kuwait, berpuasa terasa lebih khidmat dibantu dengan jam kerja yang pendek dari jam 10 pagi hingga 3 sore. Kegiatan di luar kantor juga terbatas karena aktivitas baru mulai saat jam buka puasa terutama di tempat keramaian," ujar Pinot saat dihubungi detikEdu beberapa waktu lalu.

Pinot juga bercerita jika di pertokoan mall baru buka saat jam buka puasa hingga masuk sahur. Mayoritas warga lokal juga lebih sering berbuka di rumah masing-masing dengan keluarga. Hal itu menyebabkan mall menjadi lebih sepi.

"Di Kuwait ada tradisi gerge'an di tengah bulan Ramadan. Anak-anak keluar rumah keliling di lingkungan perumahan meminta permen atau coklat dan makanan manis lainnya, mirip dengan Halloween," papar Pinot.

Ramadan di NYC, Banyak Takjil Indonesia

Sementara itu ketika berada di Newyork City (NYC), Pinot bercerita tidak ada suasana yang spesial karena berjalan normal seperti hari-hari biasa.

"Yang pasti, selalu absen kalau diajak teman-teman kantor untuk makan siang bersama," papar Pinot.

Saat ini kesibukan Pinot sendiri yaitu membantu membuat konten media sosial di perusahaan VeeFriends milik Gary Vaynerchuk. Di dekat rumah Pinot banyak restoran yang menyediakan menu berbuka puasa. Namun menu-menunya terbatas dari Timur Tengah.

Ramadan di New York City dan Kuwait.Ramadan di New York City dan Kuwait. Foto: Dok Wahyu Ichwandardi/Pinot.

"Kalo ngarep candil, kolak, biji salak mesti ke tengah Queens," tulis Pinot melalui akun Twitternya.

Ia juga bercerita ada beberapa warga di sana yang membaca Al-Qur'an di kereta saat bulan puasa Ramadan. Hal yang dipelajari Pinot selama merantau utamanya saat bulan Ramadan adalah belajar terbuka dengan kebiasaan dan kultur orang lain.

"Yang biasa buka puasa pakai pacar cina, timun suri, kolak dan semua khas kampung halaman, begitu merantau mesti siap menikmati kulinter khas bangsa lain," tulis Pinot.

Ia mengatakan di NYC semua hidangan khas puasa Ramadan lengkap. Mulai dari Indonesia, Timur Tengah hingga global.



Simak Video "Dramatis! Polisi Selamatkan Wanita yang Pingsan di Rel Kereta di AS"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia