Apa Itu Big Data? Yang Ramai Dikaitkan dengan Menko Luhut

Apa Itu Big Data? Yang Ramai Dikaitkan dengan Menko Luhut

Anatasia Anjani - detikEdu
Kamis, 21 Apr 2022 10:30 WIB
High quality 3D rendered image, perfectly usable for topics related to big data, global networks, international flight routes or the spread of a pandemic / computer virus.
Textures courtesy of NASA:
https://visibleearth.nasa.gov/images/55167/earths-city-lights,
https://visibleearth.nasa.gov/images/73934/topography
ilustrasi big data.Foto: Getty Images/iStockphoto/DKosig
Jakarta -


Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menemui mahasiswa saat berdemonstrasi saat dirinya bertemu dengan Rektor UI. Di dalam pertemuan itu terjadi perdebatan yang membahas big data.

Sebenarnya apa itu big data?

Melansir dari buku Big Data: Classification Behavior Menggunakan Python karya Syafrial Fachri Pane dan Yogi Aditya Saputra, sebelum memahami big data lebih dahulu memahami apa itu data. Data adalah jumlah, karakter, atau simbol tempat operasi yang dilakukan oleh komputer yang dapat disimpan dan dikirim dalam bentuk sinyal listrik dan direkam pada media perekaman magnetik, optik, atau mekanis.

Big data juga merupakan data tetapi memiliki ukuran yang sangat besar. Big data adalah istilah yang sering digunakan untuk mendiskripsikan kumpulan data yang berukuran sangat besar namun tumbuh secara berkembang seiring berjalannya waktu.

Data tersebut sangat besar dan komplek sehingga dibutuhkan alat manajemen data tradisional yang dapat menyimpan atau memproses data secara efisien.

Big data merupakan tantangan yang semakin besar yang dihadapi organisasi ketika mereka berhadapan dengan sumber data atau informasi yang besar dan berkembang pesat serta menghadirkan2` berbagai analisis kompleks.

Ciri-Ciri Big Data

Big data memiliki tiga karakteristik yang disebut three V atau tiga V. Tiga V terdiri dari Volume, Velocity, dan Variety. Volume adalah jumlah data yang sangat besar dari berbagai sumber, untuk saat ini mungkin sudah mencapai puluhan terabyte hingga ratusan petabyte ukurannya.

Kemudian, Velocity untuk menjelaskan frekuensi munculnya data dan perubahan data sangat cepat dalam hitungan detik. Lalu terakhir, Variety bermakna data yang sangat beragam mempunyai format yang berbeda-beda baik terstruktur maupun tidak terstruktur.

Dari Mana Asal-Usul Big Data

Menurut laporan dari perusahaan software manajemen database Oracle, asal-asal big data sendiri sudah ada sejak tahun 1960an-1970an. Tepatnya saat dunia data baru dimulai dengan pusat data pertama dan pengembangan database relasional.

Hingga pada tahun 2005, orang-orang mulai menyadari betapa banyaknya data yang dihasilkan pengguna internet saat itu. Hadoop, sebuah piranti lunak yang dibuat khusus untuk menyimpan dan menganalisis kumpulan big data, dan NoSQL pun mulai turut dikembangkan.

Contoh Big Data

Contoh dari big data misalnya pada New York Stock Exchange yang menghasilkan sekitar satu terabyte data perdagangan baru per hari. Media sosial seperti Facebook, statistic menunjukkan bahwa setiap harinya lebih dari 500 terabyte data baru dapat dicerna ke dalam basis data situs.

Data ini berasal dari unggahan foto, video, pertukaran pesan, komentar, dalan sebagainya. Big data juga dapat datang dari berbagai sumber seperti sistem transaksi bisnis, database pelanggan, catatan medis, log clickstream internet, aplikasi mobile, jejaring sosial, repositori penelitian ilmiah, data yang dihasilkan mesin, dan sensor data real time yang digunakan dalam internet benda (IOT) lingkungan.



Simak Video "AHY Kritik Big Data Luhut soal Penundaan Pemilu: Pemufakatan Jahat!"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia