Bukan Keturunan Raja, Lobster Termasuk Hewan Berdarah Biru!

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Minggu, 17 Apr 2022 18:30 WIB
Benih Lobster dan Harga Lobster Mahal, Ini 5 Penyebabnya
Lobster, hewan vertebrata yang memiliki darah biru. (Getty Images/iStockphoto/onepony)
Jakarta -

Lobster merupakan salah satu hewan laut yang unik. Pasalnya, warna darah dalam diri lobster dapat dikatakan tidak umum seperti hewan laut lainnya yang berwarna merah.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Sulistiono menyebutkan, pada umumnya, warna darah lobster bahkan tidak berwarna atau colorless. Namun, adakalanya warna darahnya berubah menjadi kebiruan setelah darahnya berinteraksi dengan oksigen.

"Darah lobster umumnya tidak berwarna. Hanya saja ketika darah lobster terdapat oksigen, darah lobster akan menjadi kebiruan," kata Sulistiono, dikutip dari laman IPB pada Minggu (17/4/2022).

Perbedaan hal ini dapat terlihat pada lobster di laut dengan lobster yang berada di dekat permukaan. Laut yang dalam memiliki kandungan oksigen yang rendah, sehingga lobster di laut memiliki darah yang berwarna lebih jernih.

Sebaliknya, lobster di dekat permukaan cenderung memiliki darah berwarna biru. "Lobster di dekat permukaan yang lebih kaya oksigen," terang dosen asal Fakultas Perairan tersebut.

Kenapa darah lobster bukan berwarna merah?

Ada alasan ilmiah mengapa warna darah lobster bukan berwarna merah. Salah satunya, kata pakar IPB ini, kandungan darah yang dimiliki lobster berbeda dengan hewan vertebrata lainnya.

Darah lobster mengandung hemosianin yang di dalamnya terdapat unsur tembaga. Berbeda dengan darah vertebrata seperti katak, reptil, atau pun mamalia lain yang berdarah merah karena adanya kandungan hemoglobin dengan zat besi tinggi.

"Hemosianin merupakan protein pembawa oksigen dalam darah pada hewan Crustaceae," terang dosen Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan IPB University tersebut.

Dalam artian, lobster berdarah jernih atau tidak berwarna adalah lobster dengan darah yang belum terikat dengan oksigen dalam hemosianinnya. Hemosianin sendiri tidak hanya ada dalam darah lobster, melainkan juga dapat tersuspensi langsung dalam organ hemolimfa atau cairan mirip darah dalam vertebrata.

Meski demikian, manfaat darah tersebut tidak jauh berbeda dengan hewan lainnya. Darah dalam lobster berfungsi untuk mengangkut oksigen dan nutrisi.

"Secara nutrisi, darah lobster yang jernih tidak berpengaruh terhadap kandungan nutrisi. Setiap hewan memiliki kandungan nutrisi yang beda-beda," ujar Sulistiono.



Simak Video "Melihat Fenomena 'Darah Salju' di Pegunungan Alpen"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia