Bahasa Indonesia Lebih Layak Menjadi Bahasa Kedua ASEAN, Ini Alasannya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 06 Apr 2022 13:00 WIB
Ilustrasi Orang Berbincang
Foto: Istockphoto/ferlistockphoto/Bahasa Indonesia Lebih Layak Menjadi Bahasa Kedua ASEAN, Ini Alasannya
Jakarta -

Usulan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob tentang bahasa Melayu sebagai bahasa kedua ASEAN menuai berbagai tanggapan di Indonesia. Salah satunya adalah Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbduristek) RI.

Mendikbud Nadiem Makarim bahkan menolak usulan Perdana Menteri Malaysia tersebut. Menurut Nadiem, Kemendikbduristek sebagai lembaga pemerintah diberi amanat untuk mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa dan sastra Indonesia, serta meningkatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

"Saya sebagai Mendikbudristek, tentu menolak usulan tersebut," ujar Nadiem seperti dikutip dari artikel detikEdu sebelumnya.

Selama ini, bahasa Inggris telah menjadi bahasa resmi atau bahasa utama Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Alasan Malaysia mengusulkan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi karena bahasa ini dituturkan dari Indonesia hingga Kamboja.

Menanggapi hal ini, Kemdikbud melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyampaikan bahwa bahasa Indonesia lebih layak menjadi bahasa kedua di ASEAN dibanding bahasa Melayu.

Apa alasannya? Berikut ini rangkumannya dikutip dari akun instagram @badanbahasakemdikbud.

10 Alasan bahasa Indonesia lebih layak jadi bahasa kedua ASEAN:

1. Bahasa nasional dan bahasa negara adalah bahasa Indonesia, bahasa Melayu adalah bahasa daerah

2. Bahasa Indonesia sudah dikembangkan menjadi bahasa ilmu dan teknologi, bahasa Melayu tidak

3. Jumlah kosakata bahasa Indonesia lebih banyak daripada kosakata bahasa Melayu

4. Bahasa Indonesia telah disiapkan menjadi bahasa internasional, sesuai dengan amanat UU No. 24 Tahun 2009

5. Penutur bahasa Indonesia sejumlah 269.000.000 jauh lebih banyak dibandingkan penutur bahasa Melayu, baik di dalam maupun di luar negeri

6. Bahasa Indonesia telah dipelajari di 47 negara

7. Terdapat 428 lembaga penyelenggara program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)

8. Pemelajar BIPA berjumlah 142.484 orang yang tersebar di kawasan Amerop, Asia Tenggara, dan Aspasaf

9. Bahasa Indonesia diperkaya oleh ratusan bahasa daerah yang tersebar di seluruh tanah air.

10. Tingkat kesalingpahaman (mutual intelligibility) bahasa Indonesia lebih tinggi daripada bahasa Melayu.

Bagaimana detikers? Apakah detikers juga setuju kalau bahasa Indonesia dijadikan bahasa kedua ASEAN?



Simak Video "Malaysia-Indonesia Sepakat Perkuat Bahasa Melayu"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia