Awal Ramadan 2022, UIN Walisongo Amati Hilal di 4 Lokasi

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 01 Apr 2022 15:30 WIB
Planetarium UIN Walisongo, Semarang, Rabu (30/3/2022).
Awal Ramadan 2022, UIN Walisongo amati di 4 lokasi. Foto: dok. Pemprov Jateng
Jakarta -

Awal Ramadan 2022 diamati tim pengamatan bulan (rukyatul hilal) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang di 4 titik lokasi di Provinsi Jawa Tengah. 4 Titik lokasi tersebut yakni Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang, Menara Al Husna Masjid Agung Jawa Tengah, Pelabuhan Kendal, dan Pantai Kartini Jepara.

"Ini untuk memastikan apakah Ramadan akan dimulai Sabtu atau Minggu, bergantung pada hasil rukyah. Untuk penentuan awal ramadan 1443 H, UIN Walisongo tetap menunggu keputusan sidang Isbat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI petang ini," kata Dr Ahmad Adib Rofiuddin, MSI, Sekretaris Program Studi S2 Ilmu Falak UIN Walisongo, dalam keterangan tertulis, Jum'at (1/4/2022).

Dosen Ilmu Falak (Astronomi Islam) ini mengatakan, tim yang diterjunkan yaitu pihak dosen dibantu para mahasiswa S1 dan S2 Jurusan Ilmu Falak. Mereka bertugas mengamati visibilitas hilal atau bulan sabit muda saat matahari terbenam, sebagai tanda pergantian bulan pada kalender Hijriah.

Sejauh ini, kata Adib, posisi hilal pada akhir bulan Sya'ban 1443 H di seluruh wilayah Indonesia tidak ada yang mencapai 3 derajat. Artinya, besar kemungkinan hilal tidak akan terlihat.

"Ini berarti bahwa kriteria baru Menteri-Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) yang digunakan oleh Kemenag RI mulai tahun 2022 ini belum terpenuhi, sehingga kecil kemungkinan hilal akan terlihat," timpalnya.

Kegiatan rukyatul hilal ini menjadi penting sebagai uji verifikasi kriteria MABIMS baru yang akan digunakan sebagai acuan dalam penentuan awal bulan hijriah di tahun-tahun berikutnya.

Penentuan Awal Ramadan 2022 dari Jawa Tengah

Gunakan Teropong Hilal Planetarium

Planetarium UIN Walisongo Semarang akan menjadi salah satu lokasi melihat hilal atau rukyatul hilal di wilayah Jawa Tengah. Pengamatan ini berfungsi untuk menentukan awal Ramadan 1443 H.

Rukyatul hilal dipusatkan di Lantai 3 Planetarium Kampus 3 UIN Walisongo, pada Jumat 1 April 2022 sore.

Kepala Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Ahmad Syifaul Anam menjelaskan, pihaknya akan menggunakan alat teropong yang terbaru dengan pembesaran yang cukup maksimal.

"Alat yang kita datangkan cukup besar dan sangat bagus. Kita gunakan ini untuk melihat hilal dari sini, di mana hilal berada, di atas ufuk setinggi berapa, di sinilah akan menggunakan teropong hilal," kata Syifa.

Dia menjelaskan, ada tiga teropong di lantai 3 planetarium, yaitu teropong besar untuk melihat objek kedalaman langit (deep sky object), teropong hilal, dan teropong matahari.

"Yang kita pakai nanti khusus yang teropong hilal. Karena dia mempunyai karakter sendiri," kata Syifa.

Teropong hilal, kata Syifa, akan melihat benda yang cukup dekat dan bisa tertangkap teropong dengan pembesaran objek yang mumpuni.

"Untuk alat ini sudah cukup besar karena bisa memenuhi semua lingkaran di teropong ini. Sehingga hilal akan kelihatan betul, " jelasnya.

Sementara itu, teropong portabel ditempatkan di titik lain dalam lingkungan gedung. Ia menjelaskan, alat-alat itu juga bisa tergabung secara simultan dan terintegratif.

"Jadi apa yang dilihat perukyah bisa ditransformasikan, bisa dilihat oleh orang lain bersama-sama untuk menentukan awal Ramadan," terangnya.

Risiko Terhalang Cahaya Senja dan Awan

Ia menjelaskan, di Planetarium UIN Walisongo, para perukyat atau pengamat hilal akan ke ruang planetarium dulu untuk memberi gambaran perkiraan bentuk hilal yang akan dipantau nanti dalam kegiatan simulatif. Setelah itu, pengamat akan menuju lantai 3 planetarium untuk melakukan rukyatul hilal.

Syifa menambahkan, pengamat berpotensi bisa mengamati hilal kendati ada sedikit risiko terhalang gangguan cahaya senja dan awan. Gangguan fisis tersebut, katanya, kemungkinan akan terlalu redup sehingga hilal masih dapat terlihat.

"Sebetulnya saat rukyat dimungkinkan ada gangguan fisis, terutama gangguan dari cahaya senja. Jadi ketika matahari tenggelam maka tidak langsung gelap gulita, tapi gradual sinar matahari yang mulai hilang ketika betul-betul jauh itu baru hilang," ucapnya.

Hasil pengamatan hilal kemudian akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan sidang isbat awal Ramadan 1443 H. Untuk pengamatan awal Ramadan 2022, UIN Walisongo Semarang berkerjasama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Jawa Tengah, Kemenag Kendal, Lajnah Falakiyyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara dan Tim Hisab Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Sebelumnya, UIN Walisongo menggelar Lokakarya Imsakiyah Ramadan yang menghasilkan jadwal waktu shalat, waktu imsak dan waktu buka puasa sebagai pegangan umat Islam menghadapi Ramadan. Jadwal imsakiyah Ramadan 1443 H/2022 H produk para pakar Falak UIN Walisongo dapat diunduh di https://uinws.link/jadwalimsakiyah.

Selamat menyambut awal Ramadan 2022, detikers!



Simak Video "Hasil Pengamatan Kanwil Kemenag DKI, Posisi Hilal Capai 4 Derajat"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia