Fakta Gajah: Habitat, Ciri, dan Perannya bagi Manusia

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 18 Mar 2022 21:00 WIB
African Elephants on the Masai Mara, Kenya, Africa
Habitat, ciri, dan peran gajah. Foto: Getty Images/Andrew Linscott
Jakarta -

Gajah adalah hewan darat terbesar yang tergolong sebagai mamalia. Hewan ini hidup dengan kelompok kecil yang dipimpin oleh betina yang berumur senior. Sementara, kebanyakan jantan muda hidup dalam kawanan yang terpisah dari para betina senior.

Mengutip dari ensiklopedia Britannica, mamalia berukuran besar itu bisa hidup sampai umur 80 tahun atau lebih di penangkaran, tetapi hanya bisa hidup sampai usia 60 tahun di alam liar.

Habitat Gajah

Gajah kerap ditemukan di savana, padang rumput, dan hutan. Akan tetapi, mereka mampu menguasai berbagai jenis habitat lain seperti gurun, rawa, bahkan dataran tinggi daerah tropis dan subtropis di Afrika dan Asia.

Hewan ini bermigrasi secara musiman bergantung pada ketersediaan makanan dan air. Ingatan atau memori merupakan hal yang penting dalam hal ini. Mereka mampu mengingat lokasi pasokan air di sepanjang rute yang dilewati.

Ciri Gajah

Gajah memiliki ciri belalai panjang, kaki kolumnar, kepala besar, dan telinga lebar yang datar. Belalai gajah adalah perpanjangan dari bibir atas dan hidungnya yang berfungsi untuk bernapas, minum, dan makan.

Ujung belalai gajah memiliki tonjolan berbentuk seperti lipatan yang bisa melakukan berbagai fungsi halus, misalnya mengambil koin di permukaan yang rata atau memecah kacang tanah lalu meniup kulitnya dan memasukkan bijinya ke dalam mulut.

Gajah Afrika sendiri mempunyai tinggi sekitar 3-4 meter dan bobot sampai 9 ton. Sementara, Gajah Asia memiliki tinggi sampai 3,5 meter dan bobot sekitar 5.500 kilogram.

Peran Gajah bagi Manusia dan Makhluk Hidup Lainnya

Disebutkan dalam buku Legacy: Hidup Berguna Mati Mulia karya Felix Adamson, gajah secara ekologi bermanfaat untuk hewan lain. Saat mereka memakan ujung atau pucuk tumbuhan, maka ranting pepohonan akan patah.

Dengan itu, mereka mengubah hutan menjadi sabana, lalu mengubah sabana menjadi padang rumput. Sehingga, keberadaan mereka penting bagi keseimbangan hutan.

Saat musim kemarau, mereka menggunakan taringnya untuk menjangkau sumber air bawah tanah. Lubang ini kemudian menjadi sumber pasokan air bagi kawanannya maupun binatang lainnya.

Selain itu, gajah membuat jalur setapak yang bisa digunakan hewan lain atau bahkan manusia. Sebagian dari jalan yang mereka buka juga dapat menjadi jalan permanen.

Adapun kotoran gajah bermanfaat sebagai sumber makanan kumbang atau rayap, bahan pupuk. Belakangan, kotoran gajah bermanfaat untuk bahan baku pembuatan kertas.



Simak Video "Berinteraksi Langsung Dengan Gajah di Kawasan Wisata Bintan"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia