Benarkah Micin Dapat Memperlambat Kerja Otak? Ini Pencerahannya

Anatasia Anjani - detikEdu
Kamis, 17 Mar 2022 14:45 WIB
mono sodium glutamate (MSG) or seasoning ,gourmet powder on wooden table
ilustrasi micin. Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur
Jakarta -

detikers tentu sudah tidak asing dengan micin bukan? Micin atau vetsin alias Monosodium Glutamat (MSG) merupakan penyedap rasa yang biasa ditambahkan dalam makanan.

MSG sendiri terbuat dari molekul garam natrium yang terbuat dari campuran air dan asam amino L-glutamat. Percampuran dari ketiga molekul tersebut menghasilkan rasa gurih.

Lantas apa sebenarnya micin dapat memperlambat kinerja otak? Bagaimana faktanya? Berikut adalah penjelasan dari Dinas Pendidikan Jawa Barat yang dikutip dari akun Instagram resminya:

Apakah Micin Aman Dikonsumsi?

Menurut beberapa studi dan evaluasi ilmiah, micin merupakan bahan penyedap rasa yang aman digunakan. Namun penggunaannya tidak boleh berlebihan. Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat Makanan di Amerika Serikat menyatakan jika MSG aman digunakan dengan label resmi Generally Recognized as Safe (GRAS).

Keputusan yang telah dibuat FDA juga disepakati oleh WHO bagian Food and Agriculture Organization dan juga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Benarkah Micin Memperlambat Kinerja Otak?

Banyak yang menyebut jika micin dapat membuat otak lemot. Maksudnya adalah menurunkan kemampuan otak untuk berpikir logis, mengambil keputusan, mengingat, menyelesaikan masalah, dan menjaga konsentrasi.

Lantas apakah micin berhubungan dengan masalah fungsi otak manusia? Otak manusia sendiri memiliki banyak saraf reseptor yang bertugas untuk menerima rangsangan. Bagian yang bertugas menerima rangsangan itu disebut dengan hipotalamus.

Dalam hipotalamus terdapat banyak reseptor yang secara khusus responsif terhadap glutamat. Semakin banyak mengonsumsi micin, reseptor otak akan terangsang dan terus bekerja dengan aktif.

Jika otak terus aktif maka reseptor otak yang berlebihan mengakibatkan kematian neuron. Neuron sendiri adalah kumpulan sel syaraf yang berfungsi untuk menjalankan fungsi kognitif otak.

Kematian neuron akan mengakibatkan fungsi kognitif otak menurun dan menyebabkan otak menjadi lemot atau lambat berpikir. Namun, micin bukan satu-satunya penyebab utama otak menjadi lemot. Ada beberapa hal lain seperti kekenyangan, terlepas makanan tersebut mengandung micin atau tidak.

Nah itulah faktanya detikers, walaupun begitu jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung micin. Hal itu karena tidak baik untuk kesehatan.



Simak Video "Fakta Varian BA.2 'Son of Omicron' yang Diwaspadai WHO "
[Gambas:Video 20detik]
(atj/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia