Rusia Serang PLTN Zaporizhzhia Ukraina, Ini Dampak Mengerikannya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 08 Mar 2022 14:00 WIB
Infografis PLTN Zaporizhzhia
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir. Foto: Infografis detikcom/M Fakhry Arrizal
Jakarta -

Serangan Rusia pada Ukraina terus berlanjut dengan invasi di sejumlah fasilitas penting. Salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN Zaporizhzhya yang menyebabkan kebakaran pada Jumat (4/3/2022).

Penyerangan ini menjadi perbincangan dunia, karena bisa menyebabkan sejumlah dampak mengerikan. Apalagi PLTN yang dibangun tahun 1979 ini merupakan PLTN terbesar di seluruh Eropa dan terbesar ke-9 di dunia.

Menurut laporan CNN Indonesia, Zaporizhzhia memiliki enam reaktor nuklir yang bisa menghasilkan listrik hingga 6.000 megawatt. Kekuatan ini jauh lebih besar dibanding Chernobyl yang hanya mencapai 1.000 megawatt.

Dikutip dari Greenpeace, Zaporizhzhia juga memiliki enam kolam pendingin dengan ratusan ton bahan bakar nuklir radioaktif tinggi. Jika kolam tersebut terbakar, bekasnya dapat meluap ke atmosfer dan menciptakan bencana.

Bahkan bencana ini bisa jauh lebih buruk daripada PLTN Fukushima Daiichi pada 2011. PLTN di Jepang itu terdampak gempa dan tsunami yang terjadi di wilayah tersebut. Dampak Zaporizhzhia juga tak sebanding dengan Chernobyl.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, mengatakan kepada BBC, jika PLTN Zaporizhzhia meledak maka efeknya mencapai 10 kali lipat lebih parah dibanding Chernobyl. Bencana Chernobyl hingga saat ini belum bisa dilupakan dunia.

Mengutip laman Nuclear Energy Institute, efek ledakan reaktor Chernobyl pada tahun 1986 menyebabkan 31 orang meninggal dalam beberapa minggu setelah kecelakaan. Para korban tewas akibat ledakan uap awal, paparan radiasi dan luka bakar termal, dan satu karena serangan jantung.

Hal ini membuktikan bahaya efek radiasi nuklir bagi manusia. Jika terkena paparan radiasi tingkat yang sangat tinggi, seperti dekat dengan ledakan atom, maka dapat menyebabkan efek kesehatan yang akut seperti luka bakar pada kulit dan sindrom radiasi akut.

Usai kebakaran terjadi, pemerintah Ukraina mengambil alih kawasan PLTN Zaporizhzhya. Pemerintah memastikan bahwa personel Ukraina akan tetap memantau operasional di PLTN itu.

"Personel operasional memantau kondisi unit-unit daya," bunyi pernyataan pemerintah lokal Ukraina kepada Reuters, dikutip dari CNBC Indonesia.

Ukraina juga memastikan personel lokal bakal menjalankan operasional di PLTN Zaporizhzhia sesuai dengan standar keamanan. Hal ini karena peran penting PLTN bagi kehidupan Ukraina karena menaungi enam dari total 15 reaktor nuklir untuk pembangkit listrik di Ukraina.



Simak Video "Ancaman 10 Kali Tragedi Chernobyl saat Rusia Serang PLTN Terbesar Eropa"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia