Uni Soviet dan NATO, Kenapa Blok Timur Kalah Hingga Akhirnya Runtuh?

Anatasia Anjani - detikEdu
Senin, 07 Mar 2022 10:31 WIB
Uni Soviet
Peta Uni Soviet yang akhirnya runtuh bersama Blok Timur. Foto: Getty Images/iStockphoto/pablofdezr
Jakarta -

Uni Soviet yang mengalami kemunduran menandai keruntuhan Blok Timur. Uni Soviet merupakan negara adikuasa yang menjadi pemenang Perang Dunia II dan menjadi salah sati pelaku sejarah dunia paling besar.

Pada tahun 1947-1991, Uni Soviet adalah pusat aliansi negara komunis Blok Timur selama Perang Dingin. Kekuasaan Uni Soviet bertahan hingga awal tahun 1991, namun masa kejayaan ini tidak bertahan lama.

Setelah 69 tahun berdiri, Uni Soviet runtuh pada bulan Desember 1991. Keruntuhan ini diawali dari kemerosotan ekonomi yang terjadi pada tahun 1980. Berikut sejarah konflik pakta pertahanan tersebut

A. Ekonomi Uni Soviet

Kemerosotan ekonomi Uni Soviet berdampak pada seluruh aspek negara Blok Timur. Ini adalah faktor penyebab runtuhnya Uni Soviet yang dikutip dari laman BBC:

1. Adanya ketidakpuasan kelas menengah dan kelompok elite terhadap penerapan sistem komunisme.

2. Sistem ekonomi yang sentralistik sehingga sulitnya pemerataan kesejahteraan dan perkembangan ekonomi daerah.

3. Adanya korupsi di kalangan partai komunis dan pemerintahan.

4. Adanya gerakan-gerakan separatism di negara-negara bawahan Uni Soviet.

5. Presiden Michael Gorbachev dan Boris Yeltsin gagal melakukan perbaikan sistem pemerintahan komunis di Uni Soviet.

B. Sejarah runtuhnya Uni Soviet

Mengutip dari laman History, Uni Soviet terlalu berfokus pada pertahanan. Mereka menyia-nyiakan kesempatan tren minyak selama 20 tahun. Ini mengakibatkan pertumbuhan standar hidup rakyat mengalami penurunan.

Ketika Mikhail Gorbachev menjadi presiden Uni Soviet pada tahun 1985, rupanya perekonomian dan sistem politik Uni Soviet di ambang keruntuhan. Warisan masalah negara dari aspek politik dan keuangan ini menyulitkan Gorbachev untuk membangkitkan kondisi Uni Soviet.

Uni Soviet juga mengalami kekurangan barang konsumsi berkepanjangan meskipun tercatat sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia pada 1990. Kekurangan barang konsumsi ini membuat ekonomi pasar gelap Uni Soviet berkembang pesat sampai setara lebih dari 10 persen PDB resmi negara, merugikan perekonomiannya.

Atas dasar itu, kemudian Gorbachev mengusung kebijakan kebijakan glasnost (keterbukaan) dan perestroika (keterbukaan). Kebijakan ini justru mempercepat keruntuhan Uni Soviet karena memicu sistem kapitalisme dan komunisme yang buruk.

Setahun Gorbachev menjabat, terjadi ledakan di reaktor Unit 4 pembangkit listrik Chernobyl, Pryp'yat (kini Ukraina). Ledakan dan kebakaran pada 26 April 1986 ini juga menimbulkan bencana radioaktif setara 400 kali bom Hiroshima dan Nagasaki pada 1945 pada masyarakat Chernobyl.

Kendati berbahaya dan melanggar doktrin keterbukaan (glasnost), Mikhail Gorbachev memerintahkan staf pemerintahan untuk tidak menyebarkan informasi bencana nuklir tersebut ke masyarakat dan ke mancanegara. Pemerintah Uni Soviet juga menampik laporan berita dari blok Amerika Serikat sebagai gosip.

Karena kebohongan tersebut, Uni Soviet kehilangan kepercayaan dari masyarakat mancanegara. Selanjutnya penyebab runtuhnya Uni Soviet juga disebabkan dengan konflik yang berkepanjangan.

Konflik itu terjadi di Afghanistan dan memicu demonstrasi di Ukraina dan separatism negara-negara Baltik di bawah Uni Soviet. Pada konflik ini juga ribuan tentara Uni Soviet tewas dalam kurun waktu sepuluh tahun.

Uni Soviet juga menganut paham keterbukaan atau glasnost. Sehingga masyarakat Uni Soviet menjelajahi paham Barat, mulai dari konsep, gagasan, ide, hingga produknya. Pada 1990, warga Uni Soviet kerap mengantri untuk membeli koran-koran liberal dan mengonsumsi bacaan tentang demokratisasi. Uni Soviet sendiri resmi dibubarkan pada 25 Desember 1991.

C. NATO dan Rusia

NATO adalah North Atlantic Treaty Organisation yang merupakan aliansi militer dibentuk pada 1949 oleh 12 negara yaitu Belgia, Kanada, Denmark, Prancis, Islandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Portugal, Inggris, dan Amerika Serikat.

Tujuan dibuatnya NATO adalah untuk melawan ancaman ekspansi Rusia (yang saat itu masih berbentuk Uni Soviet) pasca perang di Eropa. Pada tahun 1955 Rusia merespon NATO dengan membuat aliansi militer sendiri.

Aliansi yang anggotanya adalah negara-negara Eropa Timur ini disebut Pakta Warsawa. Organisasi ini dikenal sebagai perjanjian persahabatan, kerja sama, dan bantuan bersama yang dibentuk oleh aliansi militer negara-negara Blok Timur di Eropa Timur.

Namun pada tahun 1989, para pemimpin komunis dari Pakta Warsawa kehilangan kekuasaannya karena aliansi Uni Soviet karena akan hancur. Rezim Komunis di Bulgaria dan Rumania juga turut runtuh akibat adanya pemberontakan.

Kemudian disusul dengan runtuhnya Tembok Berlin pada November 1989. Nah itulah alasan Blok Timur runtuh dan kaitannya dengan NATO serta Rusia. Apa detikers sudah memahaminya?



Simak Video "AS-NATO Kecam Rusia Usai Serang Ukraina, China Pihak Mana?"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia