Keutamaan Bulan Syaban, Waktu yang Baik untuk Puasa Sunnah

Keutamaan Bulan Syaban, Waktu yang Baik untuk Puasa Sunnah

Kristina - detikEdu
Jumat, 04 Mar 2022 08:00 WIB
Infografis doa syaban
Syaban adalah waktu yang mulia untuk berpuasa sunnah jelang Ramadhan. Foto: Zaki A/detikcom
Jakarta -

Bulan Syaban 1443 H jatuh pada hari ini, Jumat (4/3/2022). Sejumlah hadits menjelaskan bahwa Syaban adalah waktu yang mulia untuk berpuasa sunnah menjelang Ramadhan.

Sebagaimana dikatakan oleh Anas ibn Malik saat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang puasa yang paling utama. Beliau SAW menjawab: "Puasa Syaban sebagai penghormatan untuk menyambut puasa Ramadhan." (HR. Tirmidzi)

Imam Baihaqi menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Waktu-waktu Penuh Berkah: Khazanah Islam Klasik, Rasulullah SAW berpuasa hampir sebulan penuh di bulan Syaban.

Abu Salamah RA menceritakan: "Aku bertanya kepada Aisyah RA tentang puasa Rasulullah SAW. Ia menjawab, 'Rasulullah SAW berpuasa sampai-sampai kami berkata, beliau benar-benar berpuasa dan beliau juga tidak berbuka sampai-sampai kami berkata, beliau benar-benar telah berbuka. Dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa pada bulan Syaban. Yakni, beliau SAW berpuasa pada bulan tersebut hampir semuanya (sebulan penuh)." (HR. Muslim, Nasa'i, dan Ahmad).

Mengenai puasa tersebut, Imam Syafi'i menjelaskan bahwa Nabi SAW berpuasa (hampir) sebulan penuh pada bulan Syaban, yakni hanya beberapa hari saja beliau SAW tidak berpuasa.

Syaban juga termasuk bulan yang paling disukai oleh Rasulullah. Abdullah ibn Abu Qais mengatakan bahwa ia mendengar Aisyah RA berkata, "Bulan yang paling disukai oleh Nabi SAW untuk berpuasa adalah bulan Syaban, kemudian beliau SAW menyambungnya dengan puasa Ramadhan." (HR. Abu Daud, Nasa'i, dan Ahmad).

Imam al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin mengatakan, saking seringnya Rasulullah SAW berpuasa sunnah di bulan Syaban, beliau SAW menganggap bahwa bulan Syaban merupakan bagian dari bulan Ramadhan.

Dalam bulan Syaban terdapat suatu malam yang mulia. Dikatakan bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa kaum mukminin, menangguhkan hukuman bagi orang kafir, dan mengabaikan para pendengki. Namun, sejumlah hadits yang menerangkan tentang hal ini memiliki derajat lemah.

Salah satunya berasal dari Mu'adz bin Jabal RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda,

يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

"Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan."

Malam tersebut merupakan Nisfu Syaban atau pertengahan di bulan Syaban. Menurut hasil konversi sistem penanggalan dari Masehi ke Hijriah oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menyebutkan, puasa Nisfu Syaban jatuh pada hari Jumat, 18 Maret 2022 mendatang.



Simak Video "Astronaut Arab Klaim Tak Wajib Puasa Ramadhan Saat di Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia