Daftar Pemboikotan Rusia di Penelitian Dunia, Begini Kata Ilmuwan Rusia

Daftar Pemboikotan Rusia di Penelitian Dunia, Begini Kata Ilmuwan Rusia

twu - detikEdu
Jumat, 04 Mar 2022 11:00 WIB
Ukrainian refugees arrive at the border crossing in Medyka, southeastern Poland, Wednesday, March 2, 2022. Seven days into the war, roughly 874,000 people have fled Ukraine and the U.N. refugee agency warned the number could cross the 1 million mark soon. (AP Photo/Markus Schreiber)
Sejumlah institusi melakukan pemboikotan Rusia di bidang penelitian setelah invasi Rusia ke Ukraina. Foto: AP/Markus Schreiber
Jakarta -

Sejumlah akademi sains nasional dan kelompok peneliti dari berbagai negara mengeluarkan pernyataan kritik dan kecaman atas invasi Rusia ke Ukraina. Beberapa di antaranya juga melakukan boikot pada lembaga penelitian Rusia beserta ilmuwannya.

Sebelumnya, para ilmuwan Ukraina menuntut berbagai negara untuk untuk membekukan Rusia dari program sains masing-masing. Para peneliti tersebut juga meminta lembaga-lembaga Rusia dan para pemimpin ilmiah untuk mengutuk invasi tersebut, dilansir dari Nature.

"Harus ada boikot total terhadap komunitas akademik Rusia. Tidak ada kerja sama," kata Maksym Strikha, fisikawan di Taras Shevchenko National University of Kyiv," dikutip Kamis (3/2/2022).

"Komunitas akademik Rusia juga harus membayar harganya sendiri untuk mendukung (Presiden Rusia Vladimir) Putin," imbuhnya.

Pemboikotan tersebut, kata Strikha, termasuk melarang artikel yang ditulis Rusia masuk ke jurnal Barat dan melarang peneliti dengan afiliasi Rusia masuk ke tim peneliti internasional.

Ilmuwan di Rusia juga turut mengecam invasi Rusia di Ukraina lewat surat pernyataan yang ditandatangani lebih dari 5.000 orang. Surat tersebut menyatakan para ilmuwan Rusia mengutuk keras permusuhan tersebut dan mengatakan bahwa kepemimpinan di negaranya telah meluncurkan perang yang tidak dapat dibenarkan demi hal yang dianggap sebagai ambisi geopolitik.

Surat kecaman dari peneliti Rusia tersebut juga mencakup sekitar 85 ilmuwan yang merupakan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia. Institusi Rusia tersebut merupakan badan pemerintah yang mengawasi sebagian besar penelitian negara.

4 Pemboikotan Rusia di Bidang Penelitian Dunia


1. Pembekuan funding Jerman dan kerja sama ilmiah

Pemboikotan Rusia terkuat di bidang penelitian dan akademik per 1 Maret 2022 yaitu keputusan sekelompok penyandang dana penelitian terbesar Jerman untuk membekukan semua kerjasama ilmiah dengan Rusia.

Alliance of Science Organisations, salah satu lembaga pemboikot Rusia mengatakan bahwa tidak ada lagi dana penelitian negara dari Jerman untuk Rusia, tidak ada acara ilmiah bersama yang akan diadakan, dan tidak ada kolaborasi baru yang akan dimulai.

"Kami menyadari konsekuensi dari tindakan ini dan pada saat yang sama sangat menyayangkan untuk sains," bunyi pernyataan tertanggal 25 Februari 2022 tersebut.

Peneliti dan dosen Biologi di Skoltech Center of Life Sciences, Moskow Mikhail Gelfand mengatakan, ia masih berkolaborasi dengan mantan siswanya yang kini tinggal di Jerman. Ia bercerita, mantan siswa tersebut diberi tahu atasannya di Jerman bahwa mereka tidak dianjurkan untuk melakukan kontak dengan ilmuwan Rusia.

"Dari yang saya tahu, ini terjadi di banyak tempat," kata Gelgand.

Ia mengatakan, dirinya tidak mengira invasi Rusia ke Ukraina, termasuk ibu kota di Kyiv, akan terjadi. Ia mengatakan, dirinya berharap ada cara agar sanksi umum tidak merugikan ilmuwan individu yang banyak di antaranya secara terbuka menentang perang.

2. Pemutusan hubungan oleh kampus MIT AS

Di Amerika Serikat, Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Cambridge telah mengakhiri hubungannya dengan Skolkovo Foundation, sebuah organisasi nirlaba berbasis di Moskow yang berfokus pada inovasi. Pada tahun 2011, para mitra meluncurkan Institut Sains dan Teknologi Skolkovo, atau Skoltech, di Moskow.

"Kami melakukan ini dengan penyesalan yang mendalam karena rasa hormat kami yang besar kepada orang-orang Rusia dan penghargaan kami yang mendalam atas kontribusi dari banyak rekan Rusia yang luar biasa yang telah bekerja sama dengan kami," bunyi pernyataan dari MIT tertanggal 25 Februari 2022.

3. Pembatalan konferensi internasional di Rusia

Konferensi empat tahunan dari International Mathematical Union salah satunya menjadi ajang pemberian penghargaan prestisius Field Medal. Acara ini sedianya akan digelar di St. Petersburg, Rusia pada Juli 2022.

Setelah sejumlah desakan dari masyarakat matematika nasional dan lebih dari 100 pembicaranya, institusi tersebut menyatakan bahwa programnya, International Congress of Mathematicians akan ganti format menjadi kongres online karena adanya konflik Rusia-Ukraina.

4. Tidak menerima manuskrip ilmuwan dari institusi Rusia

Dewan redaksi Journal of Molecular Structure memutuskan untuk tidak lagi mempertimbangkan manuskrip yang ditulis para ilmuwan yang bekerja di institusi di Rusia.

Ahli kimia Rusia-AS Alexander Kabanov di University of North Carolina di Chapel Hill mengatakan, dukungan untuk peneliti Ukraina adalah langkah penting berikutnya. Ia menjelaskan, komunitas akademik Barat harus mengembangkan program untuk Ukraina yang membutuhkan pendidikan dan pelatihan ilmiah.

"Saat ini, banyak orang Ukraina berjuang untuk negara mereka dan beberapa menjadi pengungsi," katanya. "Saya percaya laboratorium harus terbuka untuk mereka."

Dewan Ilmuwan Muda Ukraina memprakarsai surat pernyataan untuk meyakinkan organisasi internasional agar mengambil tindakan lebih keras terhadap Rusia. Lebih dari 130 orang menandatangani surat terbuka kepada Komisi Eropa dan negara-negara anggota Uni Eropa yang menyerukan penangguhan segera semua pendanaan untuk, dan kerjasama internasional dengan, lembaga-lembaga Rusia.

"Uni Eropa tidak dapat lagi memberikan dana kepada lembaga-lembaga yang berada di bawah rezim Putin jika ia ingin bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang dideklarasikan," bunyi surat tersebut.

Tuntutan tindakan pada Rusia tersebut juga termasuk Rusia tidak boleh terlibat dalam program Uni Eropa seperti program penelitian unggulan Horizon Eropa, skema pertukaran Erasmus+e, kerjasama internasional seperti laboratorium penelitian partikel-fisika CERN dekat Jenewa, Swiss, dan proyek fusi nuklir internasional ITER di selatan Prancis.

Academy of Sciences of the Higher School of Ukraine menyatakan, pembatasan pada ilmuwan Rusia harus mencakup semua aspek.

"Kami mendesak agar para peneliti yang berafiliasi dengan lembaga semacam itu tidak diterima di tim hibah internasional, tidak diundang ke konferensi internasional, dan tidak dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional terkemuka," bunyi pernyataan tersebut.



Simak Video "Peneliti Mesir Ciptakan Kursi Roda yang Bisa Dikendalikan 'Otak'"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia