Sejarah Singkat Perkembangan Islam di Eropa, Rusia hingga Inggris

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Jumat, 04 Mar 2022 06:00 WIB
Rusia, negara adidaya ini diramal akan menjadi pusat konsentrasi muslim terbesar di Eropa.
Ilustrasi muslim di Eropa. Bagaimana sejarah singkat perkembangan Islam di sana? (Pool/Yoga Endryanto)
Jakarta -

Sejarah singkat perkembangan Islam di Eropa bermula dari penaklukan Semenanjung Andalusia (sekarang Spanyol) di bawah pimpinan Tariq bin Ziyad pada tahun 93 H atau 711 M. Penaklukan ini terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Walid bin Abdul Malik pada masa Dinasti Umayyah.

Untuk itulah, pemerintahan Islam di Eropa mulai berpusat di Semenanjung Iberia, Andalusia mulai tahun 711 M hingga tahun 1492 M. Pada beberapa abad berikutnya, Andalusia kemudian berubah menjadi provinsi yang dibagi-bagi ke dalam sejumlah bagian minor.

Salah satunya yang paling dikenal adalah Emirat Granada. Sayangnya, Emirat Granada ini menjadi satu-satunya wilayah pemerintahan muslim di sana. Hingga harus runtuh akibat jajahan Kerajaan Castile, seperti diungkap dari situs Saylor Academy.

Runtuhnya Granada ini membuat seluruh umat Islam yang tersisa harus terusir dari daratan Eropa selama abad ke-16 dan awal abad ke-17. Meski demikian, jejak kehadiran muslim di sana masih gagal untuk dihapuskan. Pengusiran justru menyebabkan gelombang migrasi dan penyebaran Islam.

A. Perkembangan Islam di Benua Eropa

Perkembangan Islam di Eropa terbatas pada tiap-tiap negara. Sebagai gambaran umum, buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengulas perkembangan Islam di Spanyol, Rusia, hingga Inggris.

1. Andalusia atau Spanyol

Penaklukan Andalusia seperti yang dijelaskan sebelumnya, berawal dari penakkukan pasukan di bawah pimpinan Tariq bin Ziyad. Ditambah lagi, usai peristiwa keruntuhan Keluarga Kerajaan Umayyah di Damaskus, Suriah.

Salah satu keturunan mereka, Abdur Rahman, berhasil melarikan diri dan menyusup ke Spanyol. Di sana, ia mendirikan Kerajaan Bani Umayyah yang mampu berdiri dari 193-458 H atau 756-1065 M.

Keberadaan Islam di Spanyol seakan menjadi pemicu perkembangan kebudayaan dan peradaban di sana. Di masa itu, Spanyol kemudian menjadi pusat kebudayaan karena berbagai mahasiswa dari belahan dunia menuntut ilmu di sana.

Tepatnya di Kota Granada, Cordova, Seville, dan Toledo. Di kota-kota ini pula melahirkan para ilmuwan terkemuka seperti, Ibnu Bajjah yang merupakan ahli filsafat abad ke-12 dan penafsir karya-karya Aristoteles. Kemudian Ibnu Rusyid, seorang ahli bintang sekaligus dokter dan ahli filsafat.

Setelah kekuasaan Bani Umayyah di Spanyol berakhir, kekuasaan Islam kemudian digantikan oleh dinasti-dinasti kecil. Seperti, Al Murabithin, Al Muhades, dan kerajaan Bani Amar.

Di tahun 1975, kelompok pemuda muslim di Spanyol atau Andalusia kemudian membentuk komunitas masyarakat muslim di Cordova.

2. Rusia

Tidak berbeda jauh dengan Spanyol, Islam masuk Rusia ketika berada di bawah pemerintahan Khalifah Walid bin Abdul Malik pada masa Dinasti Umayyah. Saat itu, panglima Qutaibah bin Muslim berhasil menaklukkan Rusia.

Qutaibah juga menyebarkan dakwahnya ke penduduk di sana untuk memeluk agama Islam. Keberhasilan Qutaibah ini dimulai pada tahun 86 H hingga 91 H, ditambah lagi usai berhasil menguasai seluruh wilayah bahkan hingga mendekati perbatasan China.

Tidak hanya menyebarkan agama Islam melalui dakwah, Qutaibah juga mendirikan masjid besar di Bukhara dengan nama Jami Qutaibah. Bahkan mengirim para ahli fiqih ke rumah-rumah warga, sekaligus mengizinkan mereka menerjemahkan Al Quran dengan bahasa yang mudah dipahami.

Umat Islam di Rusia sempat mengalami tekanan selama hampir tiga perempat abad setelah dikuasai rezim Bolshevik. Meski demikian, Islam kemudian perlahan berhasil bangkit yang terbukti dari mulai tingginya animo haji dan umrah serta minat mempelajari Al Quran di sana.

3. Inggris

Masuknya Islam di Inggris juga terlahir dari dampak perkembangan Islam di Spanyol. Khususnya, sejak pemindahan Universitas Islam Toledo di Spanyol ke Inggris.

Di Inggris ada tokoh yang disebut sangat berjasa dalam menyebarkan ilmu pengetahuan agama Islam. Ia adalah Mozarabes yang kemudian mengganti namanya menjadi Petrus Al Ponsi.

Pada masa itu, perkembangan Islam di Inggris dilakukan setiap hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Bahkan, mulai banyak berkembang organisasi-organisasi Islam di sana yakni,

1. The Islamic Council of Europe (Majlis Islam Eropa) berfungsi sebagai pengawas kebudayaan Eropa

2. The Union of Moslem Organization (Persatuan Organisasi Islam Inggris)

3. The Asociation of British Moslems (Perhimpunan Muslim Inggris)

4. Islamic Fondation dan Moslem Institute. Keduanya bergerak di bidang penelitian, beranggotakan orang-orang Inggris dan imigran.

Diketahui, pemeluk agama Islam di Inggris tidak hanya didominasi penduduk asli. Tapi juga pendatang yang berasal dari Turki, Mesir, Cyprus, Yaman, Malaysia, imigran Arab, dan lain-lain.

Menurut catatan The Union of Moslem Organization, jumlah pemeluk Islam kurang lebih sebanyak 1,5 juta orang. Islam disebut sebagai agama nomor dua dengan penganut terbanyak setelah Kristen.



Simak Video "Balas Dendam, Rusia Larang 13 Politikus Inggris Masuk Negaranya"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia