Selain Sirkuit Formula E, Ini Konstruksi Jalan yang Gunakan Bambu

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 02 Mar 2022 09:15 WIB
Kementerian PUPR menggenjot pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak. Begini progres jalan tol yang terintegrasi dengan Tanggul Laut Kota Semarang tersebut.
Pembangunan Tol Demak Semarang.Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Sirkuit Formula E menggunakan bambu sebagai bahan lapisan bawah untuk area tanah berlumpur. Dalam dunia konstruksi, bambu bukan bahan baru dan kerap digunakan dalam pembangunan. Termasuk dalam konstruksi jalan tol di Indonesia.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memilih bambu sebagai bahan konstruksi Tol Semarang-Demak. Bambu dipilih karena dianggap dapat mempercepat waktu konsolidasi pada tanah di lokasi pembangunan konstruksi.

Dikutip dari CNN Indonesia, ada dua jenis metode yang digunakan untuk mengukur kelayakan bahan bambu sebagai sistem matras. Keduanya adalah tarik sistem matras bambu dan uji lentur sistem matras bambu.

Pengujian ini ingin mengetahui perilaku bambu yang dirangkai menjadi kesatuan sebagai matras. Terutama, jika mengalami gaya tarik dalam arah horizontal sehingga gaya tekan pada arah menjadi tegak lurus.

Pembangunan jalan Tol Semarang-Demak ini akan terintegrasi dengan tanggul laut. Struktur timbunan di atas laut nantinya akan diperkuat matras bambu setebal 17 lapis.

Penguatan kondisi tanah nantinya menggunakan pengalir vertikal pra-fabrikasi atau PVD. Sementara pembebanan menggunakan material pasir laut yang diambil dengan alat Trailing Suction Hopping Dredger atau TSHD.

Digunakan dalam pembangunan jalan dan sirkuit formula E, bagaimana kekuatan bambu?

Jurnal Evaluasi Penggunaan Bambu Sebagai Tulangan pada Struktur Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Jalan Raya karya Eko Darma, dkk, menjelaskan, kekuatan bambu dapat mencapai dua kali kekuatan baja jika digunakan sebagai tulangan. Bambu memiliki peluang untuk digunakan sebagai tulangan khususnya pada struktur beton sederhana.

Selain itu, bambu memiliki kekuatan daya tarik yang lebih tinggi daripada jati, meranti, dan jenis kayu lain. Agar kekuatan tulangan bambu lebih optimal, dapat dilakukan modifikasi dengan penambahan laminasi. Yaitu menggabungkan dua bilah bambu pada bagian dalamnya.

Tulangan bambu juga dapat didesain setara dengan tulangan baja pada plat beton. Di dalam jurnal itu disebutkan ada uji coba untuk mengukur kekuatan bambu. Sebelum diuji, bambu diperlakukan sedemikian rupa untuk memaksimalkan kekuatannya.

Uji coba bambu meliputi daya kuat tekan beton dan loading test, yaitu besarnya respon pada perkerasan jalan. Hasil uji inilah yang memastikan kemampuan bambu untuk menggantikan baja, sebagai tulangan pada perkerasan jalan hingga kaku.

Keunggulan dan Kelemahan Bambu

Dikutip dari jurnal jurnal Pemanfaatan Bambu Pada Konstruksi Bangunan Berdampak Positif Bagi Lingkungan karya Ni Komang Ayu Artiningsih, berikut keunggulan dan kelemahan bambu:

Keunggulan Bambu

1. Bambu mudah ditanam dan tidak perlu pemeliharaan khusus.

2. Bambu mudah tumbuh, bambu dapat tumbuh sepanjang 5 cm per jam atau 120 cm per hari.

3. Bambu memiliki ketahanan yang luar biasa. Rumpun bambu yang telah dibakar masih dapat tumbuh kembali.

4. Bambu mempunyai kekuatan cukup tinggi, kuat tariknya dapat disejajarkan dengan baja.

5. Bambu memiliki kelembapan yang tinggi. Oleh karena itu bambu baik untuk kelenturan.

6. Bambu teksturnya elastis, struktur bambu mempunyai ketahan yang tinggi baik terhadap angin maupun gempa.

Kelemahan Bambu

1. Bambu rentan terhadap serangan jamur dan serangga.

2. Bambu berumur pendek, jika dijadikan sebagai struktur bangunan hanya bertahan 5 tahun.

3. Bambu harus menggunakan sambungan tradisional yang sesuai.

4. Struktur bambu mudah terbakar.



Simak Video "Panjang Sirkuit Formula E Hanya Setengah dari F1, Kok Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia