Mengenal Astronomi, Salah Satu Ilmu Pengetahuan Tertua di Dunia

Kristina - detikEdu
Sabtu, 26 Feb 2022 16:28 WIB
Astronomy Photographer of the Year 2020
Astronomi menjadi ilmu pengetahuan tertua di dunia. Foto: Astronomy Photographer of the Year
Jakarta -

Astronomi merupakan ilmu pengetahuan tertua di dunia. Ilmu ini diketahui sudah ada sejak zaman manusia belum mengenal tulisan.

Istilah astronomi mengacu pada hukum bintang-bintang. Ini menjadi hal wajar jika astronomi disebut sebagai ilmu tertua karena keberadaan manusia disebabkan oleh keberadaan alam semesta.

Seorang profesor emeritus di University of Corolado sekaligus ahli archaeoastronomy, J. McKim Malville mengatakan, sekitar 7.000 tahun yang lalu sekelompok orang nomaden yang tinggal di sabana Afrika diketahui menjadi manusia pertama yang merekam gerakan bintang-bintang. Kejadian ini berlangsung di sebuah situs bernama Nabta Playa.

Mereka membangun lingkaran batu tertua di dunia untuk melacak kedatangan titik balik matahari musim panas, serta monsun musiman yang mereka andalkan untuk mencari air dan makanan.

"Ini adalah awal astronomi observasional," ucap Malville, seperti dikutip dari Discover Magazine, Sabtu (26/2/2022).

Peneliti di Pusat Penelitian Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Andi Pangerang Hasanuddin mengatakan, manusia purba yang ada di sabana Afrika tersebut memberikan manda-manda benda langit sebagai entitas religius yang diyakini akan membawa mereka ke alam baka.

Selain itu, pengamatan yang dilakukan oleh manusia purba tersebut juga masih berkaitan dengan kondisi alam sekitarnya. Mereka bisa memprediksi kejadian-kejadian penting di masa depan, seperti musim hujan dan masa panen, jelas Andi seperti dilansir dari laman LAPAN.

Asal Usul Astronomi

Ribuan tahun setelah pembangunan Nabta Playa, momen serupa terjadi di seluruh dunia. Astronomi akhirnya muncul wilayah peradaban awal, seperti China, Mesir, India, Eropa, Meso-Amerika, dan Timur Tengah.

Manusia yang hidup pada zaman tersebut mengembangkan pengetahuan yang mendalam tentang bintang. Dalam perkembangannya, bintang terbukti penting dalam membantu sistem pertanian.

Seiring berjalannya waktu, peradaban di seluruh dunia semakin mengandalkan keberadaan bintang dan gerakan langit malam lainnya.

Dilansir dari FIITJEE Global School, mereka mendirikan observatorium dan mulai mempelajari serta merekam berbagai fenomena dan objek. Pengamatan ini pada awalnya digunakan untuk memetakan posisi planet dan bintang hingga akhirnya muncul ilmu yang saat ini disebut astronomi.

Sementara itu, munculnya astronomi di Barat sendiri lahir di Mesopotamia. Astronomi muncul bersamaan dengan munculnya bintang pertanian yang disebut dengan Bulan Sabit Subur. Sementara itu, orang Eropa modern diprediksi mengadopsi rasi bintang yang digunakan oleh orang Yunani.

Menurut catatan Ensiklopedia Britannica, orang Mesopotamia juga mengajarkan ilmu astrologi di pendidikan yang lebih tinggi. Astrologi merupakan ilmu yang mendasari pergerakan benda-benda langit. Ilmu ini mempelajari hubungan antara kejadian di bumi dengan pergerakan benda langit.



Simak Video "Astronom Temukan Bintang Terjauh, Terbentuk Hampir 13 Miliar Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia