Astronom Temukan Galaksi Terbesar Mengalahkan Ukuran Bima Sakti, Apa Itu?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 22 Feb 2022 11:47 WIB
Galaxy panoramic, star cluster and nebula shining in a milky way - High definition background
Foto: Getty Images/iStockphoto/titoOnz/Astronom Temukan Galaksi Terbesar Mengalahkan Ukuran Bima Sakti
Jakarta -

Penemuan terbaru di tata surya kembali ditemukan para astronom. Kali ini astronom berhasil mengungkap galaksi dengan ukuran paling besar sejauh yang pernah ditemukan.

Galaksi tersebut bernama galaksi Alcyoneus. Memiliki lebar 16,3 juta tahun cahaya dan berdiameter 160 kali lebih lebar dari Bima Sakti.

Bahkan galaksi ini berukuran empat kali lipat dari galaksi terbesar sebelumnya yakni IC 1101, yang membentang 3,9 juta tahun cahaya.

Fakta Galaksi Alcyoneus yang ukurannya mengalahkan Bima Sakti

1. Berasal dari Bahasa Yunani

Mengutip Livescience, nama galaksi Alcyoneus berasal dari salah satu raksasa mitos yang melawan Hercules. Raksasa tersebut memiliki nama yang berarti "keledai perkasa" dalam bahasa Yunani, Alcyoneus, kira-kira 3 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Galaksi ini adalah contoh galaksi radio yang sangat besar, atau galaksi dengan lubang hitam supermasif di mana pusatnya melahap sejumlah besar materi sebelum memuntahkannya.

Setelah menempuh perjalanan jutaan tahun cahaya, pancaran plasma melambat, menyebar menjadi gumpalan yang memancarkan cahaya dalam bentuk gelombang radio. Dalam kasus Alcyoneus, lobusnya adalah yang terbesar yang pernah ditemukan.

2. Menyimpan misteri

Galaksi yang memiliki lobus radio raksasa yang dipenuhi plasma bukanlah hal baru (bahkan Bima Sakti memiliki dua gumpalan kecil). Tetapi pada Alcyoneus, yang tergolong galaksi dengan pusat yang relatif biasa justru mampu menumbuhkan gumpalan yang sangat besar. Hal ini menjadi misteri bagi para ilmuwan.

Martijn Oei, seorang astronom di Observatorium Leiden di Belanda, mengatakan setelah memproses data untuk mendeteksi hanya lobus radio yang besar dan menyebar, dia melihat struktur yang sangat besar secara tidak sengaja.

"Selain gumpalan raksasa, Alcyoneus adalah galaksi elips normal, dengan total massa sekitar 240 miliar kali massa matahari (setengah dari Bima Sakti) dan lubang hitam supermasif pusat 400 juta kali massa matahari (100 kali massa matahari) kurang masif dari lubang hitam terbesar," ungkapnya.

Untuk saat ini, para astronom bingung, tetapi mereka sedang menyelidiki beberapa penjelasan potensial. Salah satu kemungkinannya adalah bahwa lingkungan sekitar galaksi memiliki kepadatan yang lebih rendah dari biasanya. Hal itu memungkinkan jetnya berkembang melintasi skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Selain itu, para peneliti juga mengatakan akan mencari tahu apa yang menyebabkan Alcyoneus membesar dalam ukuran untuk mengetahui bagaimana galaksi lain juga tumbuh.

"Jika ada karakteristik galaksi induk yang merupakan penyebab penting bagi pertumbuhan galaksi radio raksasa, maka induk galaksi radio raksasa terbesar kemungkinan besar akan memilikinya," tutur astronom itu.



Simak Video "Ilmuwan Dapatkan Visual Lubang Hitam di Pusat Galaksi Bima Sakti"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia