Isra Miraj dan Kisah Peristiwanya, Tanggal Berapa Mulai Diperingati?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Sabtu, 26 Feb 2022 06:00 WIB
Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi Isra Miraj. Ini kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Miraj dan waktu diperingatinya. (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Peringatan Isra Miraj 2022 sudah di depan mata. Sebagai salah satu momen yang mungkin ditunggu sebagian muslim, tentu bertanya-tanya kapan Isra Miraj 2022 mulai digelar dan seperti apa peristiwa Isra Miraj sebenarnya.

Peristiwa Isra Miraj sendiri, jumhur ulama sepakat diperingati setiap tanggal 27 Rajab menurut sistem penanggalan kalender Hijirah. Untuk itulah, dibutuhkan pengonversian sistem penanggalan dari kalender Hijriah ke kalender Masehi.

A. Tanggal berapa Isra Miraj 2022 mulai diperingati?

Pemerintah telah menetapkan peringatan Isra Miraj sebagai hari libur nasional. Hal ini diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 963 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021 dan Nomor 4 Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022.

Sesuai kesepakatan tersebut, Isra Miraj 2022 akan jatuh pada Senin, 28 Februari 2022. Artinya, bertepatan dengan akhir pekan panjang atau long weekend.

Di sisi lain, Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan 27 Rajab jatuh pada Selasa, 1 Maret 2022. Keputusan ini didasarkan dari hasil ikhbar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengenai penentuan awal Rajab 1443 H pada Kamis, (3/2/2022) kemarin.

Hasil ikhbar juga, sebagaima diungkap NU melalui laman resminya, berlandaskan hasil laporan tim rukyat di seluruh Indonesia. Laporan tersebut menyebutkan, tidak terlihat hilal di 22 titik lokasi rukyatul hilal bil fi'li pada Selasa 29 Jumadil Akhir 1443 H atau 1 Februari 2022.

"Dari 22 titik lokasi rukyatul hilal bil fi'li yang tersebar di delapan provinsi, tidak satu pun yang berhasil melihat hilal. Rata-rata terhalang mendung dan hujan. Dengan demikian, maka umur bulan Jumadal Akhirah digenapkan (istikmal) 30 hari," kata Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Keagamaan dan Hubungan Lembaga KH Zulfa Mustofa.

B. Kisah perjalanan Nabi Muhammad dalam peristiwa Isra Miraj

Peristiwa Isra Miraj adalah peristiwa perjalanan malam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Perjalanan malam ini berlangsung pada 27 Rajab taun 621 M atau tahun ke-10 dari kenabian beliau.

"Isra Miraj terjadi pada tahun 621 M, atau tahun 10/11 dari kenabian (Bi'tsah). Jumhur ulama menyebutkan tanggalnya adalah malam Jumat tanggal 27 Rajab," tulis Muhammad Sholikhin dalam buku di Balik 7 Hari Besar Islam.

Peristiwa ini merupakan mukjizat besar yang hanya dapat diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Sebab, perjalanan malam ini sangat mustahil untuk dilakukan oleh manusia pada masa sekarang.

Pakar astronomis Prof Thomas Djamaluddin menyebut dalam Pengajian Cangkrukan ITB 81, perjalanan Isra Miraj menjelaskan dua bentuk perjalanan yang dilakukan Rasulullah SAW.

Kata Isra menjelaskan perjalanan yang menembus ruang. Dalam artian, Rasulullah bisa menempuh jarak Masjidil Haram di Makkah dan Masjidil Aqsa di Palestina dalam waktu singkat.

Di sisi lain, perjalanan Miraj adalah perjalanan dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha, tempat diterimanya perintah salat. Saat perjalanan Miraj ini, Rasulullah SAW didampingi oleh Malaikat Jibril untuk menghadap Allah SWT.

Bukti Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra Miraj diabadikan dalam sejumlah ayat Al Quran maupun hadits. Sebagaimana disinggung dalam surat Al Isra' ayat 1,

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: "Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."

Mengutip Buku Teks Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum karya Furqon Syarief Hidayatullah, dalam perjalanan Miraj inilah Rasulullah SAW pertama kalinya menerima wahyu salat dari Allah SWT.

Perjalanan tersebut harus dilalui Rasulullah dengan melewati langit yang terdiri dari tujuh lapis. Di tiap lapisan langit inilah, Malaikat Jibril memperkenalkan Rasulullah SAW pada para nabi yang mendiami tiap lapisannya.

Mulanya, Rasulullah SAW menghadap Allah SWT dan menerima perintah salat 50 waktu. Rasulullah SAW kemudian turun kembali hingga singgah di langit keenam bertemu dengan Nabi Musa AS.

Pada momen tersebut, Nabi Musa menyarankan keringanan jumlah salat kepada Nabi Muhammad SAW karena dirasa memberatkan umat. Mendengar hal itu, Rasulullah SAW pun kembali memohon kepada Allah SWT untuk diberikan keringanan jumlah waktu salat dalam sehari semalam.

"Sungguh umatmu tak akan sanggup melaksanakan lima puluh kali salat dalam sehari. Dan aku -demi Allah-, telah mencoba menerapkannya kepada manusia sebelummu, aku telah berusaha keras membenahi Bani Israil dengan sungguh-sungguh. Kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan untuk umatmu," (HR Bukhari Muslim).

Setelah mendapat keringanan 10 rakaat, Rasulullah SAW turun kembali dan bertemu dengan Nabi Musa. Nabi Musa pun lagi-lagi menyarankan hal yang sama untuk diberi keringanan lagi untuk jumlah waktu salat tersebut.

Nabi Muhammad SAW pun kembali memohon keringanan kepada Allah SWT. Hingga sampai saat ini, pensyariatan salat yang berlaku bagi umat muslim adalah salat 5 waktu dalam sehari. Cerita ini pun dikisahkan dalam hadits berikut,

هِيَ خَمْسٌ، وَهِيَ خَمْسُونَ، لاَ يُبَدَّلُ القَوْلُ لَدَيَّ". قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى، فَقَالَ: رَاجِعْ رَبَّكَ. فَقُلْتُ: اسْتَحْيَيْتُ مِنْ رَبِّي

Artinya: "Lima waktu itu setara dengan lima puluh waktu. Tak akan lagi berubah keputusanKu." Rasulullah SAW bersabda, "Aku kembali bertemu dengan Musa. Ia menyarankan, 'Kembalilah menemui Rabbmu'. Kujawab, 'Aku malu pada Rabbku'." (HR Bukhari)

Meskipun pada akhirnya Nabi Musa masih menyarankan hal yang sama pada Nabi Muhammad SAW, namun Rasulullah SAW merasa sudah cukup banyak meminta keringananNya. Kisah ini menjadi bukti bahwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW merupakan momen penting dalam tegaknya Islam.



Simak Video "Polisi India Tembak Mati 2 Pedemo soal Pelecehan Nabi Muhammad"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia