Rangkuman Materi Matematika Kelas 9, Cek di Sini!

Nikita Rosa Damayati Waluyo - detikEdu
Selasa, 22 Feb 2022 11:00 WIB
Ilustrasi matematika atau kalkulus
Ilustrasi matematika yang dipelajari di kelas 9, berikut rangkuman materinya. Foto: Getty Images/iStockphoto/jittawit.21
Jakarta -

Matematika adalah salah satu materi pelajaran mulai SD hingga SMA. matematika selalu dianggap susah karena tipe soalnya yang sulit dan butuh pemahaman tinggi. Padahal, matematika mudah dipahami lho, detikers! Asal kamu belajar pasti bisa mengerjakan.

Dikutip dari Modul Pembelajaran Jarak Jauh Matematika kelas 9 Ganjil dan Gasal oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, materi matematika kelas 9 memiliki 4 pokok materi. Materi matematika kelas 9 terdiri atas perpangkatan dan bentuk akar, persamaan dan fungsi kuadrat, transformasi geometri, dan bidang lengkung.

Rangkuman matematika kelas 9

1. Perpangkatan dan Bentuk Akar

Buku Modul Matematika Pembelajaran Perpangkatan dan Penarikan Bilang karya Kemendikbud menjelaskan, perpangkatan adalah pengulangan dari bilangan itu sendiri.

Perpangkatan dapat dilambangkan dengan:

a pangkat n = a x a x a x a ............ seterusnya sebanyak dengan jumlah n

Contoh:

  • 1² = 1 (1x1) → dibaca 1 pangkat dua atau 1 kuadrat sama dengan 1
  • 2² = 4 (2x2) → dibaca 2 pangkat dua atau 2 kuadrat sama dengan 4
  • 3² = 9 (3x3) → dibaca 3 pangkat dua atau 3 kuadrat sama dengan 9

dan bilangan serta pangkat-pangkat seterusnya.

Artinya, bilangan berpangkat dua (kuadrat) adalah nilai perkalian sebuah bilangan dengan bilangan dirinya sendiri. Perpangkatan dibagi menjadi perpangkatan penjumlahan, perpangkatan pengurangan, perpangkatan perkalian, dan perpangkatan pembagian.

a. Perpangkatan penjumlahan

5² + 6² =...

= (5 x 5) + (6 x 6)

= 25 + 36

= 61

b. Perpangkatan pengurangan

6² - 5² =...

= (6 x 6) - (5 x 5)

= 36 - 25

= 11

c. Perpangkatan perkalian

5² x 6² =...

=(5 x 5) x (6 x 6)

= 25 x 36

= 900

d. Pembagian berpangkat

9² : 3² =...

=(9 x 9) : (3 x 3)

= 81 : 9

= 9

e. Bentuk akar

Bentuk akar merupakan bentuk sederhana dari akar kuadrat. Bentuk akar dilambangkan dengan √ sekaligus untuk menyimbolkan akar pangkat dua. Akar juga dikenal dengan operasi kebalikan dari pangkat dua.

Contoh:

6²= 6 × 6 = 36, maka √36 sama dengan 6 dengan √36 dibaca akar pangkat dua dari 36.

7²= 7 × 7 = 49, maka √49 sama dengan 7 dengan √49 dibaca akar pangkat dua dari 49.

2. Persamaan dan Fungsi Kuadrat

Persamaan kuadrat merupakan persamaan dengan variabel yang pangkat tertingginya sama dengan 2 (dua). Bentuk umum dari suatu persamaan kuadrat dapat dilambangkan sebagai:

ax2 + bx + c = 0, dengan keterangan:

  • a,b = koefisien, di mana a ≠ 0
  • x = variabel
  • c = konstanta

Persamaan kuadrat memiliki empat jenis, yaitu:

a. Persamaan kuadrat biasa

Formula ini adalah persamaan kuadrat dengan a = 1.

Contohnya x2 + 4x + 6 = 0

b. Persamaan kuadrat murni

Rumus ini adalah persamaan kuadrat dengan b = 0.

Contohnya x2 + 6 = 0

c. Persamaan kuadrat tak lengkap

Dalam rumus persamaan kuadrat ini nilai c = 0.

Contohnya x2 + 4x = 0

d. Persamaan kuadrat rasional

Satu persamaan kuadrat yang memiliki nilai koefisien serta nilai konstanta berupa bilangan rasional.

Contohnya 2x2 + 4x + 6 = 0

3. Transformasi Geometri

Transformasi geometri adalah suatu proses perubahan bentuk dan letak suatu bangun geometri dari posisi awal ke posisi lainnya. Hal tersebut dinotasikan dengan posisi awal (x , y) menuju ke posisi lain (x' , y').

Translasi dalam geometri terjadi jika setiap titik pada bidang datar, berpindah melalui jarak dan arah tertentu. Sehingga, menyebabkan setiap bangun yang terletak pada bidang tersebut, juga akan digeser dengan jarak dan arah tertentu.

Dalam proses translasi, yang berubah hanya posisi saja. Sedangkan bentuk dan ukuran bidangnya masih tetap sama.

Titik 𝐴 (x, y) ditranslasikan oleh 𝑇 ( a b ), menghasilkan bayangan 𝐴′ (x ′ , y ′) yang ditulis dengan (x′ y′) = ( x y ) + ( a b ).

Rumus translasi: (x′ y′ ) = ( x y ) + ( a b).

Keterangan:

  • (x, y) = titik asal
  • (x′ y′ ) = titik bayangan
  • (a b) = vektor translasi

4. Bangun Ruang Sisi Lengkung

Banguan ruang sisi lengkung adalah kerucut dan bola. Kedua bangun ruang ini memiliki ciri yang sama yaitu tidak memiliki sudut dan memiliki satu sisi lengkung.

a. Kerucut

Kerucut adalah salah satu bangun ruang yang mempunyai sisi lengkung. Kerucut memiliki alas berbentuk lingkaran dan selimut yang bersisi tegak. Berikut rumus volume dan luas permukaan kerucut

- Volume kerucut : ¹/₃ x π x r² x t

- Rumus luas permukaan kerucut: L = (π x r²) + (π x r x s )

Keterangan:

  • L = Luas permukaan kerucut
  • π = phi, bisa bernilai 22/7 atau 3,14
  • r = jari-jari alas lingkaran
  • s = garis pelukis
  • t = tinggi kerucut.

b. Bola

Selain kerucut, bola merupakan salah satu jenis bangun ruang bidang lengkung. Bola tidak memiliki titik sudut dan rusuk, ia hanya memiliki satu sisi lengkung. Unsur-unsur bola terdiri dari jari-jari, diameter, titik pusat, volume, dan luas permukaan. Berikut rumus volume dan luas permukaan bola

- Rumus volume bola, dapat dihitung dengan rumus: V = 4⁄3 πr³

  • V = Volume
  • π = 22/7 atau 3,14
  • r = jari-jari.

- Rumus luas permukaan bola dapat dihitung dengan rumus: L = 4 × π × r²

  • L = Luas
  • π = 22/7 atau 3,14
  • r = jari-jari.

Nah, itulah rangkuman materi matematika kelas 9. Persiapkan materi dengan baik agar kamu siap menjawab soal ujian, ya!



Simak Video "Maudy Ayunda Ungkap Pemerintah Akan Gelar Digital Transformation Expo"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia