ADVERTISEMENT

Oksidasi dalam Reaksi Redoks, Begini Penjelasannya

Rika Pangesti - detikEdu
Selasa, 22 Feb 2022 09:00 WIB
Pot bunga berbahan dari besi yang berada di atas jembatan layang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, tidak terawat. Begini penampakannya.
Ilustrasi besi berkarat, yang merupakan contoh akibat reaksi oksidasi dalam kehidupan sehari-hari. (Rengga Sancaya)
Jakarta -

Oksidasi adalah bagian dari fenomena kimia yang disebut dengan reaksi redoks. Ternyata, reaksi oksidasi dapat ditemukan di sekitar kita lho.

Tepatnya pada proses perkaratan besi yang menyebabkan kemunculan bintik merah atau karat pada besi. Bintik-bintik merah atau karat pada besi tersebut disebabkan oleh besi yang mengikat oksigen dari udara dan air.

Merujuk pada buku Reaksi Redoks karya Abdul Malik, hal itulah yang disebut dengan reaksi oksidasi. Pada reaksi oksidasi, oksigen bereaksi dengan banyak unsur yang membentuk senyawa. Untuk itulah, pengertian oksidasi dikaitkan dengan reaksi unsur atau senyawa dengan oksigen.

Oksidasi juga dapat diartikan sebagai penguraian mineral yang mengandung logam oleh oksigen dan menimbulkan karat yang merupakan satu bentuk pelapukan kimia, seperti yang dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Adapun contoh lengkap dari reaksi oksidasi ini, dapat disimak pada penjelasan berikut.

Contoh reaksi oksidasi dalam kehidupan sehari-hari

1. Perkaratan logam besi, perkaratan besi terjadi reaksi oksidasi antara logam besi dengan oksigen dari udara.

2. Pembakaran bahan bakar (misalnya gas metana, minyak tanah, solar). Pada reaksi pembakaran gas metana akan menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air.

3. Oksidasi glukosa dalam tubuh, glukosa dioksidasi melalui peristiwa respirasi akan dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti karbon dioksida dan air dalam tubuh manusia.

4. Buah apel atau pisang setelah dikupas akan berubah warna menjadi kecoklatan.

Oksidasi juga termasuk reaksi kimia yang tidak dapat dipisahkan dari reaksi reduksi. Reaksi reduksi dan oksidasi berlangsung bersamaan dan tidak dapat dipisahkan sehingga sering disebut reaksi redoks, seperti dikutip dari buku Redoks & Elektrokimia karya Wati Sukmawati

Reaksi redoks adalah singkatan dari reaksi reduksi dan oksidasi yang terjadi pada proses elektrokimia. Dalam artian, ada zat yang melepas elektron atau mengalami oksidasi dan ada zat yang menerima elektron tersebut atau mengalami reduksi.

Reduksi sendiri bermakna peristiwa pelepasan oksigen dari suatu zat. Jadi, reaksi oksidasi adalah bentuk reaksi kebalikan dari reduksi.

Bila reaksi oksidasi lebih dikenal dengan reaksi pengikatan oksigen dan pelepasan elektron. Bahkan pada reaksi oksidasi terjadi kenaikan bilangan oksidasi.

Maka sebaliknya, reduksi dikenal dengan pelepasan oksigen, pengikatan elektron dan terjadi penurunan bilangan oksidasi. Nah itulah pengertian dari reaksi reduksi oksidasi yang terjadi selalu bersama-sama, sehingga disebut dengan reaksi redoks. Selamat belajar, detikers!



Simak Video "Fakta-fakta dari Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia