Kisah Nabi Yunus, Mengapa Dia Ditelan Paus?

Rosmha Widiyani - detikEdu
Jumat, 18 Feb 2022 15:00 WIB
A Sperm Whale dives off the coast of New ZealandKaikoura
Ilustrasi ikan paus yang menelan Nabi Yunus, kenapa? Foto: Getty Images/oversnap
Jakarta -

Kisah Nabi Yunus memberi banyak pelajaran bagi umat. Hikmah bisa diambil pada kejadian sang nabi ditelan ikan paus. Beberapa sumber menyatakan dia menghabiskan waktu 40 hari dalam perut hewan super besar tersebut.

Mengapa Nabi Yunus ditelan paus?

Sejatinya, tidak ada seorang hamba yang tidak diuji Allah SWT termasuk nabi dan rasul. Berbagai kisah para utusan Allah membuktikan Sang Penguasa Alam Semesta memiliki banyak cara untuk menguji tiap manusia.

Dalam kisah Nabi Yunus, ujian datang dalam bentuk ketika dia ditelan paus. Sebelumnya sang nabi berdakwah di lingkungan bangsa Ninuwi yang tinggal di Mosul. Dakwah nabi mengalami penolakan hingga membuatnya kehilangan harapan.

Kisah Nabi Yunus terekam dalam Al Quran surat Ash Shaffat ayat 139-148

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ

wa inna yụnusa laminal-mursalīn

139. Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,

إِذْ أَبَقَ إِلَى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ

iż abaqa ilal-fulkil-masy-ḥụn

140. (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan,

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُدْحَضِينَ

fa sāhama fa kāna minal-mud-ḥaḍīn

141. kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.

فَٱلْتَقَمَهُ ٱلْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

faltaqamahul-ḥụtu wa huwa mulīm

142. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.

فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ

falau lā annahụ kāna minal-musabbiḥīn

143. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,

لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

lalabiṡa fī baṭnihī ilā yaumi yub'aṡụn

144. niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.

۞ فَنَبَذْنَٰهُ بِٱلْعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٌ

fa nabażnāhu bil-'arā`i wa huwa saqīm

145. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.

وَأَنۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّن يَقْطِينٍ

wa ambatnā 'alaihi syajaratam miy yaqṭīn

146. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.

وَأَرْسَلْنَٰهُ إِلَىٰ مِا۟ئَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ

wa arsalnāhu ilā mi`ati alfin au yazīdụn

147. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.

فَـَٔامَنُوا۟ فَمَتَّعْنَٰهُمْ إِلَىٰ حِينٍ

fa āmanụ fa matta'nāhum ilā ḥīn

148. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.

Dikutip dari Tafsir Qashashi Jilid III karya Syofyan Hadi, Nabi Yunus memutuskan pergi meninggalkan kaumnya yang pembangkang dan keras kepala. Keputusan tersebut artinya nabi tidak menjalankan kewajibannya berdakwah.

Saat itu, Nabi Yunus yang marah tak mau lagi mengajak kaum Ninuwi bertauhid dan mengesakan Allah SWT. Kejadian ini tertulis dalam QS Al Anbiya ayat 87

وَ ذَا النُّوۡنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنۡ لَّنۡ نَّـقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنۡ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ۖ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ

Arab latin: Wa Zan Nuuni iz zahaba mughaadiban fazaanna al lan naqdira 'alaihi fanaanna al lan naqdira 'alaihi fanaadaa fiz zulumaati al laaa ilaaha illaaa Anta Subhaanaka innii kuntu minaz zaalimiin

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim."

Saat dalam pelarian, Nabi Yunus sampai ke tepi dermaga dengan sebuah kapal yang siap berlayar. Dia memutuskan ikut dalam pelayaran, meski kapal sudah penuh sesak dengan penumpang dan muatan.

Di tengah laut, kapal tersebut dihadang paus yang sangat besar hingga nyaris karam. Nahkoda dan para penumpang memutuskan membuang seorang penumpang supaya kapal bisa kembali berlayar dengan selamat.

Mereka lantas mengundi siapa yang akan menjadi tumbal santapan paus. Nama Nabi Yunus keluar dari undian tersebut sehingga harus dicampakkan dalam lautan. Sesuai perkiraan, Nabi Yunus ditelan paus hingga beberapa hari.

Dalam perut paus yang gelap, sesak, dan penuh kesedihan itulah Nabi Yunus menyadari kesalahannya. Dia sangat berduka hingga memohon pada Allah untuk secepatnya keluar dari perut ikan.

Doa Nabi Yunus agar segera dikeluarkan dari perut ikan paus

لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ۖ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡ

Arab latin: laaa ilaaha illaaa Anta Subhaanaka innii kuntu minaz zaalimiin

Artinya: "Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim."

Dzikir dan doa Nabi Yunus dikabulkan Allah SWT sehingga dia dikeluarkan dari perut salah satu hewan terbesar di dunia tersebut. Allah SWT juga membantu Nabi Yunus dalam proses pemulihan hingga siap kembali berdakwah.

Lewat kisah Nabi Yunus, Allah mengingatkan manusia suatu saat pasti mengalami rasa duka dan marah. Rasa tersebut bisa membuat hamba putus asa hingga berisiko melupakan kuasa Allah SWT.

Ketika itu terjadi, seorang manusia hendaknya justru makin dekat dengan Allah SWT. Doa, dzikir, dan kesabaran manusia akan membuka pintu ridho Allah SWT sehingga lebih mudah menghadapi kesulitan.



Simak Video "Ikhtiar dan Tawakal, Paket Lengkap untuk Dapat Pertolongan Allah"
[Gambas:Video 20detik]
(row/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia