Frasa: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Kalimat

Frasa: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Kalimat

Rika Pangesti - detikEdu
Rabu, 16 Feb 2022 18:30 WIB
Siswa siswi belajar secara tatap muka dengan protokol kesehatan di Sekolah Dasar Pekayon Jaya 6, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/3/2021). Sebanyak 88 SD diberikan izin untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) berbasis adaptasi tatatan hidup baru satuan pendidikan (ATHBP-SP). Di Sekolah ini ada 3 kelas siswa SD kelas 6 yang mengikuti proses belajar tatap muka. Setiap kelas terdiri dari 15 siswa siswi.
Ilustrasi siswa sedang belajar bahasa Indonesia, yang mengandung topik seputar frasa. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ilmu yang mempelajari kalimat disebut dengan sintaksis. Salah satu hal yang menjadi objek sintaksis tersebut adalah frasa. Lantas, apa itu frasa?

Menurut buku Translation Skill karya Kadaruddin, frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan. Namun, kata-kata tersebut tidak membentuk subjek-predikat dan tidak membentuk makna baru.

Artinya dapat dikatakan, bentuk baru itu tidak menimbulkan makna yang berbeda dengan makna kata sebelumnya.

Frasa juga dapat dikatakan sebagai satuan sintaksis terendah. Meski demikian, frasa bukanlah satuan yang terkecil dalam kelompok tersebut. Sebab, kata masih merupakan satuan terkecil dari sintaksis.

Umumnya, frasa terdiri atas dua kata atau lebih yang salah satu unsurnya berupa unsur utama, sedangkan unsur yang lainnya berupa unsur keterangan. Unsur inti dari frasa adalah unsur yang diterangkan, sebaliknya unsur tambahan merupakan unsur yang menerangkan.

Untuk lebih memahami seperti apa bentuk frasa, berikut contoh frasa yang dikutip dari buku Top Score Psikotes karya Muhammad Amien dan Enha Punjabi. Misalnya, frasa buku saya mengandung makna yang tetap yaitu, buku milik saya.

Lain halnya dengan kata majemuk yang dapat menimbulkan makna baru. Seperti, kata majemuk rumah sakit mengandung makna gedung atau tempat merawat orang sakit, bukannya rumah yang sakit.

5 Jenis frasa dan contohnya

Setelah memahami pengertian frasa, siswa juga perlu mengetahui jenis-jenis frasa. Berikut penjelasan jenis-jenis frasa serta contohnya yang dilansir dari buku Linguistik Umum karya Kartika Tiara Syarifuddin.

1. Frasa eksosentrik

Frasa eksosentrik adalah frasa yang tidak memiliki konstruksi sama dengan unsur pembentuknya. Artinya, salah satu unsur dari frasa eksosentrik tidak dapat saling mengisi ketika dipisahkan.

Misalnya, frasa di sekolah pada kalimat, "Mika les piano di sekolah,". Ketika salah satu unsur dari frasa di sekolah dihilangkan maka tidak menjadi unsur keterangan. Bila unsur di dihilangkan dan berubah menjadi, "Mika les piano sekolah," maka maknanya menjadi berbeda.

2. Frasa endosentrik

Frasa endosentrik adalah frasa yang memiliki distribusi sama atau setara. Sehingga, ketika salah satu unsur dihilangkan, frasa tersebut akan tetap dapat digunakan.

Misalnya, frasa motor matic pada kalimat, "Elsa mengendarai motor matic,". Meskipun salah satu unsurnya dihilangkan menjadi, "Elsa mengendarai motor," maka maknanya tidak akan mengalami perubahan.

3. Frasa koordinatif

Frasa koordinatif adalah frasa yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama atau sederajat. Sebab bentuknya yang sederajat maka frasa ini dapat dihubungkan dengan konjungsi koordinatif tunggal seperti, dan, atau, tetapi, maupun, dan lain-lain.

Misalnya, frasa panjang pendek dapat diselipkan konjungsi koordinatif menjadi panjang dan pendek serta panjang maupun pendek.

4. Frasa subordinatif

Frasa subordinatif adalah frasa yang unsur-unsurnya tidak mempunyai kedudukan yang setara. Hal ini mengakibatkan di antara unsur-unsur itu tidak dapat saling menggantikan dan tidak dapat disisipkan kata dan atau.

Misalnya, frasa laut luas maka tidak dapat dipisahkan menjadi laut atau luas ataupun laut dan luas. Unsur keduanya tidak dapat dipisahkan.

5. Frasa apositif

Frasa apositif adalah frasa yang salah satu unsurnya sebagai keterangan. Namun, keterangan itu dapat mengganti kedudukan yang diterangkannya.

Misalnya, frasa guru baru pada kalimat, "Pak Ahmad guru baru di sekolah kami,". Frasa guru baru tersebut berfungsi untuk menjelaskan identitas Pak Ahmad.

Hal menarik tentang frasa adalah bagian yang selalu terdiri atas morfem-morfem bebas. Dalam artian, ketika sebuah gabungan kata terdiri dari gabungan morfem bebas seperti, rumput tetangga atau sudah makan maka gabungan kata tersebut dapat dikatakan sebagai frasa.

Nah, itulah pengertian frasa lengkap dengan jenis dan contohnya. Selamat belajar ya, detikers!



Simak Video "Novelis Abdulrazak Gurnah Raih Nobel Sastra 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia