Mengapa Bisa Terjadi Korosi? Ini Faktor Penyebabnya!

Rika Pangesti - detikEdu
Kamis, 10 Feb 2022 14:15 WIB
Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, nampak memprihatinkan. Besi berkarat hingga atap bolong membuat JPO itu tak terawat.
Korosi terjadi pada jembatan penyeberangan yang tak terawat. di Jakarta (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Korosi berasal dari bahasa Latin "Corrodere" yang artinya perusakan logam atau berkarat. Definisi korosi adalah proses degradasi atau kerusakan material yang terjadi disebabkan oleh lingkungan sekelilingnya, seperti diungkap oleh Saripuddin dalam bukunya yang bertajuk Mengenal Logam Sebagai Bahan Teknik.

Proses korosi dapat dijelaskan secara elektrokimia, misalnya pada proses perkaratan besi yang membentuk oksida besi (Fe₂O₃.nH₂O). Selain itu, contoh peristiwa korosi dapat juga dilihat pada munculnya warna kehijauan pada tembaga dan pudarnya warna mengkilap pada perak.

Sementara, reaksi kimia tersebut termasuk proses elektrokimia yang terjadi reaksi oksidasi logam dan membentuk senyawa-senyawa oksida logam ataupun sulfida logam.

Berdasar pada buku bertajuk Korosi dan Pencegahannya karya Yoga Priastomo, dkk, korosi pada logam terjadi akibat interaksi antara logam dan lingkungan yang bersifat korosif, yaitu lingkungan yang lembab yaitu mengandung uap air dan diinduksi oleh adanya gas O₂, CO₂, atau H₂S.

Namun, dapat dikatakan bahwa korosi pada logam adalah proses pengembalian logam ke keadaan asalnya, yaitu bijih logam. Misalnya, korosi pada besi menjadi besi oksida atau besi karbonat. Bukan hanya karena uap air, korosi dapat juga terjadi akibat suhu yang tinggi.

Untuk memahami alasan mengapa korosi dapat terjadi, berikut ini merupakan faktor-faktor penyebab terjadinya korosi, dikutip dari Modul Biologi Kelas XII yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, antara lain:

1. Air adalah salah satu faktor penting untuk menyebabkan korosi, karena air mengandung banyak oksigen terlarut yang mempercepat terjadinya korosi.

2. Elektrolit (asam atau garam) adalah media yang mempengaruhi untuk terjadinya transfer muatan. Hal inilah yang mengakibatkan elektron lebih mudah untuk diikat oleh oksigen di udara. Air hujan banyak mengandung asam, sedangkan air laut banyak mengandung garam. Oleh sebab itu, air hujan dan air laut adalah penyebab korosi yang utama.

3. Permukaan logam yang tidak rata memudahkan terjadinya kutub-kutub muatan yang akhirnya berperan menjadi anode dan katode. Namun, jika permukaan logam licin dan bersih maka akan menyebabkan korosi sulit terjadi, sebab kutub-kutub yang akan berperan menjadi anode dan katode sulit terbentuk.

4. Jika dua logam yang berbeda potensial bersinggungan pada lingkungan berair atau lembab, dapat terbentuk sel elektrokimia secara langsung. Maka, logam yang potensialnya lebih rendah akan segera melepaskan elektron ketika bersentuhan dengan logam yang potensialnya lebih tinggi, dan juga akan mengalami oksidasi oleh oksigen dari udara.
Oleh sebab itu, korosi lebih cepat terjadi pada logam yang potensialnya rendah, sedangkan logam yang potensialnya tinggi justru lebih awet. Sebagai contoh, paku keling yang terbuat dari tembaga untuk menyambung besi akan menyebabkan besi di sekitar paku keling tersebut berkarat lebih cepat.

Nah, itulah arti korosi dan faktor-faktor penyebabnya terjadi korosi. Semoga menambah pengetahuanmu, ya detikers.



Simak Video "Kandungan Zat Besi Paling Tinggi di Bayam Cuma Mitos!"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia