Kenapa Air Minum Disebut Air Putih di Indonesia?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 27 Jan 2022 15:33 WIB
Ilustrasi Minum Air Putih
Foto: Hyrma/Thinkstock/Air Putih
Jakarta -

Pernahkah bertanya-tanya kenapa orang Indonesia sering menyebut air minum dengan air putih? Padahal air minum itu bening, yang kadang disebut juga sebagai air mineral yang kaya manfaat.

Air mineral adalah minuman tawar yang harus dikonsumsi untuk memastikan berbagai fungsi tubuh berjalan dengan normal. Karena jika kurang asupan air mineral bisa berakibat dehidrasi yang menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Secara umum, banyaknya jumlah air mineral yang harus dikonsumsi bisa dihitung berdasarkan berat badan setiap orang. Hitungannya yakni 40 cc per kilogram berat badan. Jadi kalau berat badannya 50 kg maka kebutuhan airnya sekitar 2000 cc atau 2 liter.

Buat yang penasaran mengapa air kaya manfaat ini disebut sebagai air putih meski terlihat bening, ini penjelasannya

A. Sejak kapan penyebutan air putih muncul?

Mengutip akun instagram Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BIPA) Kemdikbud RI, penyebutan paling awal air putih muncul pada tahun 1600-an, tetapi bukan dalam konteks air minum.

Dalam Malay Words and Malay Things: Lexical Souvenirs from an Exotic Arc German Publications Before 1700 (2007), ahli bahasa Eurasia, Waruno Mahdi, mempelajari sejumlah memoir yang ditulis oleh pekerja yang berasal dari etnis Jerman dari Dutch East India Company (VOC).

Dia adalah seorang ahli bedah cukur (sejenis profesi medis) yang bernama Johann Jacob Merklein. Ia bekerja di VOC dari 1644 hingga 1653. Merklein menerbitkan dua jurnal yang merinci perjalanannya ke Hindia Timur, Siam, Jepang, dan Korea.

Dalam kedua jurnal tersebut, ia menggambarkan minuman yang disebut aireputi dengan menggunakan bahasa Jerman sebagai berikut.

[...] trinken aireputi, auf Teutsch, weisses Wasser, welches aus einer besonderen Art Bäume tropffest, und wann es etwas stehet/man sich wohl trunken daraus trinken kann. (italic)

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, tulisan itu mempunyai makna sebagai berikut.

[...] minum aireputi, dalam bahasa Jerman weisses Wasser (air putih), yang menetes dari jenis pohon tertentu dan ketika diminum dapat membuat seseorang mabuk.

B. Penyebutan air putih bukan untuk air minum

Menurut Mahdi, Merklein sebenarnya berbicara tentang tuak yang disebut juga suri oleh orang Belanda yang mungkin berasal dari bahasa Sinhala dan Tamil.

Hal itu berarti bahwa makna air putih kemungkinan berbeda dengan air minum tawar pada masa awal zaman kolonial meskipun tidak jelas di wilayah Hindia Timur mana Merklein menemukan kata itu.

Sementara dalam A Dictionary of Malayan Language (1812) dari linguist, William Marsden juga tidak menyebutkan kata majemuk air putih pada entri ayer dan putih.

Ini menunjukkan bahwa air putih juga kemungkinan bukan berarti air minum tawar pada awal abad sembilan belas.

Meskipun sumbernya jarang, tidak adanya keterkaitan antara air putih dan air minum selama masa kolonial mungkin berarti istilah yang saat ini digunakan baru muncul dalam kurun waktu 150 tahun terakhir.



Simak Video "Kenapa Saat Demam Dianjurkan Banyak Minum Air Putih?"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia