Ada Istilah Bahasa Indonesia dalam Al-Qur'an, Ini Penjelasan Sejarahnya

Lusiana Mustinda - detikEdu
Kamis, 27 Jan 2022 07:00 WIB
Ilustrasi Al Quran
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Ada kata bahasa Indonesia yang dibahas dalam Al-Quran. Kata ini memiliki pengaruh yang besar dalam perdagangan Islam dari Arab hingga Nusantara.

Menurut catatan sejarah, orang Arab sejak zaman sebelum Islam mereka sudah merajut hubungan perdagangan dan berakhir di China. Tentu sebelum sampai di China, bangsa Arab harus melewati Indonesia terlebih dulu. Salah satu tempat yang di lewati adalah Barus.

Dikutip dalam buku "Jejak Islam di Nusantara" oleh Dr. dr Adi Teruna Effendi, SpPD, PhD, Sutrimo Sumarlan, dkk disebutkan meskipun minim dukungan arkeologis masuknya Islam ke Barus, akan tetapi ada satu faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu komoditas barus (kamper).

Selain itu, Ustaz Adi Hidayat juga menyebutkan dalam channel YouTube Audio Dakwah (30/03/18), Barus menjadi kota Islam pertama di Nusantara dan dikenal dengan satu-satunya pusat dunia tempat produksi kapur pada saat itu. Dari situlah muncul istilah kapur barus.

"Kapur asli bahasa Indonesia, karena ada hubungan kuat perdagangan singgah di Baros datang membawa kapur. Disebarkan di wilayah Arab dan menjadi aset bisnis maka jadilah kosa kata yang disampaikan masa perdagangan pada masa itu. Kalimat asing yang diserap dalam bahasa Arab dan ketika disampaikan dalam bahasa Arab maka ditetapkan dalam kaidah sebagai bahasa Arab yang diperbincangkan dalam setiap lisan orang Arab," jelas Ustaz Adi Hidayat.

Mengenai kata kapur barus dalam Al-Quran, sebagai berikut:

إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِن كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا

Arab-latin: Innal-abrāra yasyrabụna ming ka`sing kāna mizājuhā kāfụrā
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur," (QS. Al-Insan: 5)

Melansir dalam buku "Pribadi dan Martabat Buya Hamka" oleh Rusydi Hamka, tafsir kata kafura dalam ayat Al-Qur'an itu adalah kapur barus atau kamper kata orang Jakarta. Di mana di dunia ini ada kapur barus, kalau bukan di Barus, Sumatra Utara tepatnya di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Kapur barus digunakan sebagai pengharum pakaian, pengusir rengat dan bahan pengawet non makanan. Sehingga sejak dulu kapur barus menjadi komoditas perdagangan yang penting.

Pentingnya kapur barus dalam masyarakat muslim diperjelas oleh hadits yang diriwayatkan Jama'ah dari Ummu 'Athiyyah:

"... Rasulullah SAW, masuk menemui kami ketika putrinya meninggal, maka sabdanya: Mandikanlah ia tiga atau lima atau beberapa kalian yang dianggap perlu, lebih banyak lagi, dengan air dan bidara dan terakhir campurlah dengan kapur (kapur barus) atau sedikit dari kapur (kapur barus). Jika sudah selesai, beritahukanlah saya. Setelah selesai, kami memberitahu Nabi, maka diserahkannya kepada kami kain sarungnya, serta sabdanya: lilitkanlah pada badannya ..."

Selain mencari kapur barus, para saudagar Arab juga memanfaatkan waktu mereka untuk sekalian memperkenalkan agama Islam kepada masyarakat Barus. Berkat hubungan perdagangan yang kuat sehingga 60 persen kosa kata bahasa Indonesia sangat mendapatkan pengaruh dari bahasa Arab seperti musyawarah, BAB, kopi, kursi hingga zaman.





Simak Video "KuTips: Tips Betah Baca Al-Qur'an Biar Khatam Pas Ramadan!"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia