Upaya Ciptakan Transparansi Wakaf, BWI Gelar Pelatihan e-Reporting

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Rabu, 26 Jan 2022 19:50 WIB
Islamic concept: The holy Quran and Tasbih (rosary beads) on dark background
Foto: iStock
Jakarta -

Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggelar pelatihan dan sertifikasi e-Reporting wakaf untuk para nazhir di Yogyakarta pada Rabu (26/1/2022). Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dalam pengelolaan harta wakaf.

Hal ini diungkap langsung oleh Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Badan Wakaf Indonesia (LSPBWI) Nurul Huda di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta.

"Pelatihan dan sertifikasi profesi nazhir kali ini dimaksudkan untuk membekali kemampuan nazhir dalam bidang perencanaan penerimaan harta wakaf, setelah mengikuti kegiatan pelatihan dan sertifikasi, para nazhir bisa membuat laporan perencanaan penerimaan harta wakaf yang baik dan transparan," kata Huda.

Di samping itu, kegiatan ini diharapkan oleh Huda dapat memudahkan akses bagi wakif (pihak yang mewakafkan). Hingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap nazhir wakaf.

"Sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap nazhir wakaf meningkat dan berimbas kenaikan wakaf di kalangan masyarakat," tutur dia.

Huda kemudian mengungkapkan, pelaksanaan pelatihan kompetensi dan sertifikasi profesi ini nantinya akan dijadikan program rutin bagi BWI. Program ini akan terus berlangsung sepanjang tahun 2022.

Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Transformasi Digital BWI Irfan Syauqi Beik menambahkan, manfaat tujuan dari pelatihan tersebut. Menurutnya, hal ini dapat meningkatkan kemudahan akses bagi masyarakat.

"Pelatihan e-reporting untuk nazhir ini dimaksudkan agar laporan pengelolaan harta benda wakaf bisa diketahui jumlah dan nilainya serta mudah diakses masyarakat," kata Irfan.

Kemudian, Irfan juga menyinggung seputar aplikasi e-Reporting berbasis web yang telah diluncurkan oleh BWI.

Peluncuran aplikasi ini, kata Irfan, selaras dengan tugas yang diemban oleh seorang nazhir wakaf. Irfan mengatakan, seorang nazhif bertugas untuk memberikan laporan penerimaan dan pengelolaan harta benda wakaf, serta laporan penyaluran manfaat wakaf kepada BWI.

Selain meningkatkan fleksibilitas, aplikasi e-Reporting diharapkan dapat mendongkrak kepatuhan nazhir dalam melakukan pelaporan. Hingga bermanfaat bagi BWI sebagai dasar pengambilan kebijakan strategis.

"BWI sebagai salah satu otoritas wakaf di Indonesia bisa mengetahui dan memiliki data wakaf nasional secara up-to-date sehingga bisa dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan strategis di bidang wakaf," tutur Irfan.



Simak Video "Bandara YIA H+5 Lebaran, Jumlah Penumpang Capai 10 Ribu Lebih"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia