Nasib Hewan di Akhirat Kelak, Masuk Surga atau Neraka?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Rabu, 26 Jan 2022 18:20 WIB
Comedy Wildlife Photography Awards 2019
Zebra, salah satu hewan yang ada di dunia. Bagaimana nasib mereka di akhirat kelak? (Foto: CNN/Comedy Wildlife Photography Awards 2019)
Jakarta -

Seluruh hewan di muka bumi ini merupakan makhluk ciptaan Allah SWT, seperti halnya manusia. Hewan juga hidup berdampingan dengan manusia dan sebagiannya bahkan dijadikan sebagai hewan peliharaan.

Tiap manusia dibebankan perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya. Beban inilah yang nantinya akan dihisab di akhirat kelak sebagai penentu akhir antara surga dan neraka.

Lantas, bagaimana dengan nasib seluruh hewan yang ada di dunia ini ketika di akhirat?

Nasib Seluruh Hewan di Akhirat Kelak

Seperti yang diketahui, hewan semasa di dunia pun memiliki peran yang berbeda dengan manusia. Bahkan, bagian hak dan kewajiban yang dimiliki di antara keduanya pun berbeda.

Hal ini pula yang membedakan kondisi hewan dan manusia di akhirat kelak. Berkenaan dengan itu, Rasulullah SAW pernah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA.

Berikut bunyi haditsnya,

إن الله يحشر الخلق كلهم، كل دابة وطائر وإنسان، يقول للبهائم والطيركونوا ترابًا

Artinya: "Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan seluruh makhluk, semua binatang melata, burung, dan manusia. Allah berkata kepada binatang dan burung, 'Jadilah kalian tanah!' Saat itulah orang kafir berkata, 'Oh, andai saja aku menjadi tanah (QS An Naba ayat 40),'" (HR Ibnu Jarir).

Berdasarkan hadits di atas, dapat diketahui bahwa seluruh hewan pun nantinya akan dibangkitkan kembali dan dikumpulkan di Padang Mahsyar bersama manusia. Penjelasan lebih lanjut mengenai hadits ini kemudian disampaikan oleh Ulama Fiqih Syekh Muhammad bin Shalik al-'Utsaimin.

Mengutip buku Enskikopedia Kiamat oleh Dr. Umar Sulaiman al Asygar, Syekh Muhammad menjelaskan, tujuan dari seluruh hewan tersebut dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar. Seluruh hewan di akhirat nantinya akan dikenakan qisas.

Qisas bagi hewan di akhirat ini berupa keadilan bagi hewan yang tidak bertanduk. Khususnya, bagi hewan-hewan yang telah ditanduk oleh hewan bertanduk semasa di dunia.

"Binatang-binatang itu diadili sehingga binatang yang tidak bertanduk akan menuntut balas terhadap binatang yang telah menanduknya di dunia," kata Syekh Muhammad dalam buku tersebut.

Pernyataan Syekh Muhammad ini juga ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW. Beliau bersabda,

"Qisas akan diberlakukan di antara semua makhluk, bahkan antara binatang bertanduk dan yang tidak, dan antara semut kecil dengan semut kecil lainnya," (HR Ahmad).

Bila tidak ada tuntutan yang tersisa, barulah Allah SWT kemudian mengubah seluruh hewan di akhirat menjadi tanah. Dalam artian, setiap hewan di muka bumi tidak akan merasakan surga atau pun neraka.

Meskipun demikian, qisas yang dikenakan bagi makhluk tidak mukalaf berbeda dengan qisas makhluk mukalaf, menurut Imam Besar An Nawawi. Ia berkata, qisas yang berlaku pada hewan bukanlah qisas taklif. Melainkan, qisas muqabalah atau penyepadanan.

Alasan Hewan Tidak Masuk Surga atau Neraka

Ustaz Syafiq Riza Basalamah menyebut alasan mengapa hewan tidak dikenakan keputusan akhir untuk masuk surga dan neraka. Ia berkata, setiap hewan adalah ghairu mukalaf atau tidak dikenakan perintah ibadah kepada Allah SWT.

"Artinya, (hewan) bukan (makhluk) yang salat ke masjid. Mereka (binatang) diciptakan untuk manusia," jelasnya dalam unggahan video kanal resmi Syafiq Riza Basalamah Official dan dilihat detikEdu, Rabu (26/1/2022).

Jadi, setiap hewan di dunia tidak akan masuk surga atau neraka karena mereka tidak dikenakan kewajiban apa-apa, tidak dilarang melakukan apa-apa, dan tidak mengenal apa itu pahala dan dosa.



Simak Video "Keunikan Vihara Surga Neraka di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia