Idul Fitri 2022/1443 H Hitung Mundur di Kalender, Berapa Hari Lagi?

Rosmha Widiyani - detikEdu
Selasa, 25 Jan 2022 07:00 WIB
Couple of glowing Moroccan ornamental lanterns on the table. Greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem, festive blue night background with glittering golden bokeh lights.
Foto ilustrasi/Idul Fitri 2022/1443 H hitung mundur, berapa hari lagi?Foto: iStock
Jakarta -

Idul Fitri 2022/1443 H kembali dirayakan para muslim di Indonesia. Sama seperti umat Islam lain di dunia, semua persiapan dilakukan menyambut bulan suci yang hanya terjadi satu kali dalam setahun.

Salah satunya melunasi utang puasa dan kewajiban lain yang belum selesai. Semakin hari, bulan Ramadhan makin dekat yang artinya kewajiban wajib diselesaikan secepatnya.

Idul Fitri 2022/1443 H hitung mundur, berapa hari lagi?

Dikutip dari siaran pers Kemenko PMK, Idul Fitri 2022/1443 H berlangsung pada 2-3 Mei 2022. Jika mengacu pada keterangan tersebut, hari raya umat Islam ini akan berlangsung dalam 98 hari.

Sebelum hari raya Idul Fitri, umat Islam melaksanakan puasa Ramadhan selama 30 hari. Pemerintah memang belum mengeluarkan keterangan resmi pelaksanaan puasa Ramadhan. Namun sejumlah organisasi masyarakat telah memperkirakan jadwal puasa.

Dikutip dari Kalender Islam Global 1443 H terbitan dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, puasa akan dimulai pada 2 April 2022. Artinya, puasa Ramadhan kemungkinan akan dimulai pada 68 hari mendatang.

Dengan perkiraan ini semoga umat Islam bisa menjalankan puasa Ramadhan sebaik-baiknya, hingga perayaan Idul Fitri 2022/1433 H. Keistimewaan Ramadhan telah diingatkan Allah SWT dalam QS Al Baqarah 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Arab latin: Syahru ramaḍānallażī unzila fīhil-qur`ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān, fa man syahida mingkumusy-syahra falyaṣum-h, wa mang kāna marīḍan au 'alā safarin fa 'iddatum min ayyāmin ukhar, yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-'usra wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullāha 'alā mā hadākum wa la'allakum tasykurụn

Artinya: "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."

Menyambut puasa Ramadhan dan perayaan Idul Fitri, yuk pastikan detikers sudah membayar utang puasa.



Simak Video "Sandiaga Uno Sebut Kegiatan Ramadhan Tahun Ini Bisa Bebas, Asalkan..."
[Gambas:Video 20detik]
(row/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia