Volume Musik Tinggi Bisa Merusak Otak, Ini 12 Hal Lain yang Perlu Dihindari

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Minggu, 23 Jan 2022 08:00 WIB
Ilustrasi manfaat dari mendengarkan musik bagi kesehatan
Ilustrasi mendengarkan musik, bila didengar dengan volume tinggi ternyata dapat memicu kerusakan otak. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Otak memegang kendali seluruh fungsi utama tubuh saat melakukan aktivitas sehari-hari. Sudah sepatutnya, kita juga perlu memerhatikan kesehatan otak dengan cara menghindari kebiasaan yang dapat merusaknya.

Hal ini juga diaminkan oleh Neuropsikolog dan Direktur Pusat Pencegahan Gerakan Alzheimer Wanita di Klinik Cleveland, Jessica Caldwell. Ia menyatakan, mengubah kebiasaan buruk dapat membantu tubuh menua dengan sehat.

"Mengubah satu dari kebiasaan ini dapat mengubah cara kerja otakmu dan membantu kamu menua dengan lebih sehat dan lebih baik. Tidak ada kata terlambat untuk memulai," kata Caldwell, seperti yang dikutip dari laman organisasi sosial AARP.

Setidaknya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikutip dari laman Medicover Hospitals dan OnHealth, ada 13 kebiasaan yang disebut dapat merusak otak. Berikut daftarnya.

13 Kebiasaan yang Bisa Merusak Kerja Otak

1. Mendengar musik dengan volume tinggi

Pakar Charles Patrick Davis, MD, PhD mengungkapkan, gangguan pendengaran akibat terlalu banyak mendegarkan musik dengan volume tinggi berhubungan dengan kerusakan otak.

Pasalnya, otak menjadi harus bekerja lebih keras untuk memproses apa yang dikatakan dan tidak mampu menyimpan apa yang didengar ke dalam memori. Jadi, dianjurkan untuk menghindari kebiasaan menaikkan volume lebih dari 60% dari volume maksimum.

2. Malas bergerak atau mager

Semakin lama tidak berolahraga maka risiko alami demensia menjadi lebih besar, seperti yang diungkap Davis. Di samping itu, ada beberapa risiko lain yang mengintai seperti, penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi, yang mana semua ini juga berkaitan dengan Alzheimer.

3. Kurang terpapar sinar matahari

Kebiasaan ini masih memiliki kaitan erat dengan yang sebelumnya. Davis menyebutkan, ternyata ada hubungan antara paparan sinar matahari yang rendah dengan fungsi otak yang buruk.

Selain diperlukan untuk menjaga kadar vitamin D dalam tubuh, paparan sinar matahari juga dianggap dapat meningkatkan kesehatan mental dan fungsi kognitif agar terhindar dari penurunan kognitif dan demensia.

4. Kurang bersosialisasi

Sebagai makhluk sosial, tiap manusia membutuhkan komunikasi untuk bertahan hidup dan berkembang. Sebab, menurut Davis, kekurangan interaksi dengan manusia dapat menurunkan fungsi kognitif otak hingga berujung pada depresi.

5. Merokok

Menurut Davis, nikotin yang terkandung dalam rokok dapat menyusutkan otak. Dampak jangka panjang dari penyusutan otak ini adalah penyakit alzheimer hingga kehilangan kemampuan daya ingat otak.

6. Tidak sarapan

Punya kebiasaan melewatkan sarapan? Hati-hati, kebiasaan ini ternyata juga membawa pengaruh buruk pada otak. Pasalnya, setelah bangun tidur manusia membutuhkan nutrisi penting. Melewatkan sarapan akan berakibat pada kadar glukosa darah yang rendah sehingga berdampak negatif pada fungsi otak.

7. Menutup kepala saat tidur

Menutup kepala saat tidur menjadi salah satu kebiasaan yang dapat merusak otak, seperti diungkap Medicover Hospitals.

Hal ini dapat menghambat otak dalam menerima pasokan oksigen. Porsi oksigen yang tepat inilah yang berperan penting dalam kemampuan berpikir optimal.

8. Kurang tidur

Porsi tidur yang tidak cukup ideal juga dapat memiliki dampak pada bagian kecil dalam otak atau hippocampus. Bagian ini berfungsi dalam mengingat informasi baru dan mengaitkan emosi ke dalam memori tersebut.

Kurangnya jam tidur hanya satu malam pun, bisa mempengaruhi kapasitas otak untuk mengingat informasi yang baru.

9. Terlalu banyak tidur

Sama seperti kurang tidur, terlalu banyak tidur juga tidak baik untuk otak. Penyebabnya, tidur berlebihan akan membuat otak tidak cukup aktif serta melemahkan daya pikir.

Ditambah lagi, metabolisme tubuh juga dapat menurun dan tubuh menjadi kaku. Jadi, usahakan buat waku tidur yang tidak berlebihan, ya.

10. Kurang minum air putih

Otak mengandung sekitar 80 persen air. Sebab itu, otak membutuhkan banyak asupan air agar kita dapat berpikir cepat dan fokus. Jangan lupa untuk senantiasa mengondisikan otak agar tetap dalam keadaan terhidrasi sepanjang waktu.

11. Konsumsi garam berlebih

Garam disebut sebagai salah satu faktor penyumbang tekanan darah tinggi. Penelitian dari terbitan jurnal JAMA Neurology membuktikan, asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan dapat memicu beberapa risiko lainnya.

Seperti, menyebabkan defisit kognitif ringan hingga peningkatan risiko stroke. Risiko stroke yang tinggi inilah kemudian memicu kerusakan otak yang cukup parah.

12. Terlalu banyak makan

Makan berlebihan tidak hanya mendorong penambahan berat badan, tapi juga mengundang penyakit lainnya, termasuk gangguan pada otak.

Sejumlah penelitian mengungkap, asupan kalori tinggi pada jangka waktu yang lama menyebabkan hilangnya memori atau gangguan kognitif ringan (MCI) di masa depan.

13. Multitasking

Multitasking atau melakukan banyak hal dalam satu waktu yang berlebihan ternyata bisa memicu kerusakan otak, lho. Penelitian dari University of London menunjukkan, multitasking dapat menurunkan skor IQ untuk sementara hingga 15 persen.

Hal ini disebabkan dari penerimaan banyak informasi dapat mengundang gangguan daya ingat bagi seseorang. Sebagaimana yang diungkap oleh peneliti di Stanford University.

Nah, itu dia daftar kebiasaan yang bisa merusak otak. Yuk, mulai terapkan kebiasaan baik dari sekarang. Sebab, kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang akan menjaga kesehatan otak kita?



Simak Video "Mencicipi Gurihnya Otak-otak Khas Kepulauan Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia