5 Penemuan Arkeologi Paling Menarik di Dunia dalam Dekade Terakhir

Kristina - detikEdu
Jumat, 21 Jan 2022 18:30 WIB
Peta tiga dimensi berusia 4.000 tahun di atas lempengan batu ditemukan di Prancis
Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Para arkeolog telah membuat beberapa penemuan besar di berbagai belahan dunia dalam dekade terakhir ini. Temuan tersebut menjadi informasi berharga untuk mempelajari banyak aspek sejarah.

Beberapa temuan paling terkenal sepanjang sejarah antara lain Batu Rosetta, Gulungan Naskah Laut Mati, Makam Raja Tut dan reruntuhan Pompeii. Sepanjang tahun 2021 saja para arkeolog telah menemukan bukti sejarah penting, mulai dari kota emas yang hilang di Mesir hingga Karahan Tape, sebuah situs sejarah di Turki.

Penemuan Arkeologi Paling Menarik

Dilansir dari Discover Magazine, Jumat (21/1/2022), berikut lima penemuan arkeologi paling menarik dalam 10 tahun terakhir.

1. Peninggalan Raja Richard III

Ketika Raja Inggris, Raja Richard III, terbunuh pada Pertempuran Bosworth tahun 1485, ia dimakamkan di gereja Greyfriars. Pada tahun 2012, The Richard III Society bekerja sama dengan University of Leicester menggali bawah tempat parkir Leicester untuk mencari gereja tersebut.

Tetapi yang lebih mengejutkan adalah mereka juga menemukan sisa-sisa manusia yang dianggap sebagai Raja Richard III. DNA yang diambil dari dua keturunan yang masih hidup, bersama dengan penanggalan karbon, membuktikan bahwa itu adalah dia. Tulangnya menunjukkan 10 luka pertempuran, termasuk dua di tubuh dan 8 di kepala, serta bukti skoliosis.

2. Peta Tertua di Eropa

Sebagian besar lempeng batu yang disebut Saint-Bélec yang ditemukan pada tahun 1900 hanya diabaikan. Tetapi ketika ditemukan kembali di sebuah kastil Prancis pada tahun 2014, para peneliti memutuskan untuk menyelidiki potongan batu berukuran 1,5 m x 2 m tersebut.

Peneliti Clément Nicolas dari Bournemouth University di Inggris, bersama timnya, menggunakan teknik modern untuk menganalisis lempengan berusia 4.000 tahun itu. Mereka menemukan bahwa gambar dan garis yang diukir pada satu sisi batu menggambarkan lembah Sungai Odet.

Para peneliti mengira simbol dan garis yang diulang dalam lempengan tersebut menyerupai peta. Ketika mereka membandingkannya dengan peta daerah modern, mereka menemukan kecocokan dengan tingkat akurasi mencapai 80 persen. Hal tersebut membuat Saint-Bélec menjadi peta Eropa tertua yang diketahui.

3. Kaki Ratu Nefertari

Penemuan arkeologi menarik lainnya adalah ketika Egyptologist Ernesto Schiaparelli menemukan makam Ratu Nefertari pada tahun 1904, ia menemukan sebagian dari kaki mumi dan sandal berkualitas tinggi yang dibuat dengan bahan-bahan alami seperti papirus dan rumput yang mencerminkan gaya waktu itu. Diyakini bahwa kaki tersebut milik Ratu Nefertari, tetapi baru pada tahun 2016 hal itu terbukti.

Para peneliti melakukan rontgen pada kaki yang ditemukan tersebut, mereka menyimpulkan bahwa itu adalah kaki perempuan dengan tinggi sekitar 5 kaki 5 inci (sekitar 1,5 m), yang berusia antara 40 dan 60 tahun ketika dia meninggal-usia yang sama dengan Nefertari.

Seperti diketahui, Nefertari adalah istri Ramses II, yang memerintah Mesir dari 1279-1213 SM dan dianggap sebagai salah satu ratu Mesir yang paling terkenal, bersama dengan Cleopatra dan Hatshepsut.

4. Situs Pengorbanan Anak Besar-besaran

Penggalian arkeologi di Peru yang berakhir pada tahun 2016 berhasil mengungkap apa yang diyakini sebagai peristiwa pengorbanan anak terbesar di dunia. Dari penggalian tersebut, para arkeolog menemukan sisa-sisa 137 anak berusia antara 5 hingga 14 tahun yang dikorbankan lebih dari 550 tahun yang lalu oleh kekaisaran Chimú.

Mereka mengalami patah tulang rusuk, luka di sepanjang area dada, dan cedera lainnya. Para peneliti percaya hati anak-anak itu telah diambil. Para ahli yakin bahwa pengorbanan itu dipersembahkan kepada para dewa sebagai tanggapan atas banjir yang disebabkan oleh El Nino.

5. Bukti Awal Pembuatan Anggur

Pada tahun 2017, guci keramik yang ditemukan di dekat ibu kota Georgia, Tbilisi, ternyata menjadi bukti tertua pembuatan anggur. Sebelum penemuan ini, bukti kimia anggur paling awal ada di Iran, dari 5400-5000 SM. Tetapi bukti yang lebih tua ini menunjukkan bahwa anggur sudah ada sejak 6.000 SM.

Para peneliti menggunakan tes kimia ilmiah untuk mengambil sampel pecahan dari tembikar dalam penemuan tersebut. Tes mengkonfirmasi residu asam tartarat, asam utama yang ditemukan dalam anggur, serta asam terkait sitrat, malat, dan suksinat.



Simak Video "Melihat Isi Situs Arkeologi di Guatemala"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia