Usai Matahari Buatan, China Bikin Bulan Buatan untuk Eksperimen Gravitasi

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 18 Jan 2022 18:30 WIB
Satellite orbiting near moon.
Bulan/Salah satu proyek China terbaru adalah bulan buatan. Foto: iStock
Jakarta -

China berhasil menyalakan matahari buatan pada Desember 2020 lalu untuk kali pertama. Reaktor fusi nuklir ini mereplikasi reaksi alami yang terjadi di matahari. Matahari buatan ini menggunakan hidrogen dan gas deuterium sebagai bahan bakar.

Matahari bernama HL-2M Tokamak itu merupakan perangkat nuklir fusi eksperimental terbesar dan paling canggih untuk menyediakan energi dalam jumlah tidak terbatas. Belum puas dengan capaian tersebut, Ilmuwan China membangun fasilitas penelitian baru untuk bulan buatan.

Dikutip Live Science, proyek bertujuan melihat kemungkinan ilmuwan mensimulasikan lingkungan gravitasi rendah dengan magnet. Fasilitas bulan buatan rencananya diluncurkan pada 2022 menggunakan medan magnet yang kuat, dalam ruang vakum berdiameter 2 kaki (60 sentimeter) untuk membuat gravitasi "menghilang."

Ruangan yang Meniru Permukaan Bulan

Seorang insinyur geoteknik di Universitas Pertambangan dan Teknologi China, Li Ruilin, mengatakan bahwa ruangan (penelitian) itu akan diisi dengan batu dan debu untuk meniru permukaan bulan.

Nantinya, para ilmuwan berencana untuk menggunakan fasilitas itu untuk menguji teknologi di lingkungan gravitasi rendah yang berkepanjangan sebelum dikirim ke bulan, di mana gravitasi hanya seperenam dari kekuatannya di Bumi.

"Beberapa eksperimen, seperti uji impak, hanya perlu beberapa detik (di simulator). Tapi yang lain, seperti pengujian creep, bisa memakan waktu beberapa hari," kata Li.

Uji mulur mengukur seberapa banyak material akan berubah bentuk di bawah suhu dan tekanan konstan.

Terinspirasi dari Fisikawan Inggris

Para peneliti mengungkapkan bahwa inspirasi untuk ruangan 'Bulan buatan' itu berasal dari Andre Geim, seorang fisikawan di University of Manchester di Inggris yang memenangkan Hadiah Nobel pada tahun 2000 karena merancang eksperimen yang membuat katak mengapung dengan magnet.

Trik levitasi yang digunakan oleh Geim dan juga dipakai dalam ruang 'Bulan buatan' berasal dari efek yang disebut levitasi diamagnetik.

Levitasi diamagnetik adalah reaksi atom terdiri dari inti atom dan elektron kecil yang mengorbitnya dalam putaran kecil arus; arus yang bergerak ini, pada gilirannya, menginduksi medan magnet kecil.

Penelitian atau tes yang diselesaikan di ruangan itu nantinya akan digunakan untuk menginformasikan misi eksplorasi bulan China Chang'e. Termasuk Chang'e 4, yang mendaratkan rover di sisi jauh bulan pada 2019, dan Chang'e 5, yang mengambil sampel batuan dari permukaan bulan pada 2020.

Dalam keterangan Live Science, China juga telah menyatakan akan melakukan penelitian bulan di kutub selatan pada tahun 2029.



Simak Video "Satelit SpaceX Jatuh dari Orbit Usai Dihantam Badai Matahari"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia