Mau Minum Es Teh Jumbo yang Viral di TikTok? Ini Saran Ahli Gizi RS UNS

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 11 Jan 2022 11:00 WIB
Es Teh ala Kafe
Es teh jumbo viral di Tiktok, ini kata ahli gizi UNS. Foto: iStock
Jakarta -

Es teh jumbo viral kini menguasai tab For Your Page (FYP) TikTok usai berbagai kreator kreatif membuat parodi video musik Yang Terdalam dari Noah. Video lucu ini menuai berbagai respons dari warga, termasuk ahli gizi Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.

Sebelumnya, para kreator membuat parodi Iqbaal Ramadhan, bintang video remake Yang Terdalam saat sedang berjalan kaki di trotoar. Alih-alih berjalan dengan tangan kosong dan raut serius seperti Iqbaal, para bintang video parodi berjalan dengan menenteng berbagai makanan dan minuman, mulai dari menjilat es krim sampai minum es teh dalam kantong plastik literan sebesar galon mini.

Sebungkus es teh jumbo ini kemudian menarik perhatian para kreator lain untuk membuat video serupa hingga viral di YouTube dan platform lainnya.

Es Teh Jumbo Viral dan Konsumsinya

Penyerapan Zat Besi

Ahli gizi dari RS UNS Surakarta Asyari Mia Lestari menuturkan, kendati terlihat menyegarkan dan punya porsi besar, ada beberapa risiko yang mengintai jika es teh tersebut dikonsumsi sembarangan.

"Kandungan tanin dan polifenol dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi pada makanan. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia," kata Mia, Sabtu (8/1/2022).

Takaran Gula

Mia memperkirakan, dalam satu bungkus es teh jumbo isi 2-3 liter mengandung 12-18 sendok makan gula atau setara 120-180 gram. Ia menjelaskan, takaran ini melebihi ajuran asupan gula yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang.

Oleh sebab itu, Mia menilai es teh jumbo dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit diabetes melitus karena kandungan gula yang tinggi.

"Batasan konsumsi gula tidak boleh lebih dari 50 gram atau setara 4 sendok makan sehari," katanya mengingatkan.

Bahan Tambahan Pangan

Mia menuturkan, campuran Bahan Tambahan Pangan (BTP) dapat digunakan sebagai pemanis dalam es teh jumbo viral sebagai antisipasi risiko obesitas dan diabetes melitus. Ia menjelaskan, pilih BTP pemanis alami yang pada dasarnya memiliki toksisitas rendah.

BTP pemanis buatan, sambungnya, dapat digunakan dengan sejumlah ketentuan dan batasan.

"Misal sakarin, 0-5 mg/ kg berat badan. BTP pemanis buatan juga tidak dapat digunakan pada produk pangan yang khusus diperuntukkan bagi bayi, anak usia di bawah tiga tahun, ibu hamil dan/ atau ibu menyusui," jelas Mia.

Asupan Gula Alami

Mia menyarankan, agar asupan gula dalam tubuh tetap terjaga dan sehat, pastikan untuk mengasup gula dari sumber yang tepat. Ia mencontohkan, asup juga gula melalui makan buah, selai, madu, atau camilan manis lainnya. Buah, sambungnya, bisa dimasukkan ke dalam teh sebagai pengganti gula.

Kapan Waktu Minum Teh yang Tepat?

Ia mengingatkan, konsumsi teh sebaiknya tidak dilakukan setiap hari. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk minum teh.

"Minum 2-3 jam setelah makan. Kurangi penggunaan gula juga, bisa diganti potongan buah atau daun mint. Jaga tubuh agar tidak dehidrasi dengan minum air putih sesuai kebutuhan. Untuk remaja atau dewasa, minum air putih 8 gelas sehari," jelasnya.

Nah, itu dia cara minum es teh jumbo viral agar tidak berdampak bagi kesehatan menurut ahli gizi dari RS UNS. Jadi, cek dulu dampak konsumsi makanan dan minuman viral sebelum dicoba ya, detikers. Apakah kamu pernah coba es teh jumbo viral ini?



Simak Video "Curi Perhatian, Video Klip NOAH Dibintangi Iqbaal Ramadhan Trending"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia